Jangan Katak-kan “Itu”

Green Borne

 

Jangan katakan sebagai penyair

karena diri tak mampu menyampaikan keindahan

pada bait-bait yang telena dan terukir pada dahan

Jangan katakan sebagai penulis

karena diri tak mampu menyuarakan suara dari tindasan

pada rumput yang terinjak, pada bayangan tiada cahaya

Jangan sebut sebagai orang baik

karena diri tak mampu membenarkan rasa

pada malam itu dingin, pada teriknya mentari sembunyi di balik senja

Jangan sebut sebagai penjahat

karena diri tak mampu menyakiti laknat

alunan kelam berliku, mata penuh rasa penat

Jangan katakan sebagai seorang pecinta

karena diri tak mampu membuat rasa

warna pelangi berbeda, ranum gula menjadi temaram jiwa

-green borne-

juni 2011

jangan katak-kan “itu”

 

Ilustrasi: http://canopyonline.files.wordpress.com/2010/12/frog1.jpg

 

14 Comments to "Jangan Katak-kan “Itu”"

  1. Gebe  30 June, 2011 at 15:40

    Wah, gee baru bisa bales. Karena beberapa hari pulkam karena ada acara di kampung.
    @[email protected] : terima kasih, itu gambar dari vladstudio keren2 gambarnya disana, (salam)
    @Lani: yo wes ngintili PAM-PAM hari ini (apaan ne artinya )

    @Daisy : kalau katakan ini gak boleh itu juga gak boleh, pilih no komen saja deh
    hanya ingin menyapaikan pemikiran saja, corat coret gitu…

    @nevergiveupyo: bener di sana banyak gambar2 keren, terima kasih
    @ om Ody : wow jangan katak-kan atau jangan katakan hihihi

    @J C : wah sama-sama pengemar pendekar rajawali ne…
    @mbak nu2k : semua ngak boleh kalo Di katak-kan .. hihihi Kaburrr

    @om DJ : gimana jawabnya … banbu ngak bisa memberikan jawaban…
    salam om ..
    @anoew : katak-kotok.. wah bener,, bisa jadi begitu ,, hihihi salam

  2. Lani  23 June, 2011 at 04:52

    MAS DJ, KANG ANUU……..membaca komentar panjenengan berdua……aku ngakak…….ono2 wae……katak jd diplesetken macem2……..ya beginilah klu udah masuk ke Baltyra apapun jadilah………..hehehe

  3. Djoko Paisan  23 June, 2011 at 04:14

    Jangan “katak”an, bahwa yang melompat itu katak….
    Karena Kan”guru” juga bisa melompat….
    Jangan “katak”an kalau yang berenang itu ikan…
    Karena bu”aya” juga bisa berenang…..

    “Katak”an kepada bambu, siapa yang mengajar dia berdiri tegak…???

  4. anoew  22 June, 2011 at 19:30

    Jangan katakan katak pakai kathok kotak-kotak, takutnya “itu” nanti bunyi katak-kotok..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.