Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
SEBUAH pameran foto Bung Karno digelar di TIM dari 13 hingga 25 Juni 2011 dengan tema “Aku Melihat Indonesia”. Pameran ini ternyata biasa saja dan hanya display jejeran foto Soekarno yang banyak dijumpai di medium lain. Tidak ada kesan yang bisa membuat setiap visual foto yang ditampilkan bisa berbicara tentang Soekarno. Untunglah, pameran ini tertolong dengan kharisma visual Soekarno yang terkenal sebagai banci kamera.

June 27th, 2011 at 14:26
Itulah bedanya Bro. kalau dengan Soekarno, ciumannya diantri dan gratis. Kalau difilm-film kartun Amerika, justru pria yang mengantri untuk mencium perempuan cantik sambil membayar beberapa sen dolar.
Thanks Bro.
June 27th, 2011 at 14:24
mBak Probo…saya hanya mengulang saja ucapan itu. Kolomnis Mahbub Djunaedy yang menjuluki tokoh-tokoh dunia dengan sebutan itu. Saya hanya menirukan kembali sesuai ingatan saya dengan waktu yang tepat.
Biar aja lha… si Churchill kita juluki gentong aer. Lha dia menghina Mahatma Gandhi sebagai oengemis,karena pakaiannya mirip pengemis di lampu lalu lintas waktu datang ke Downing Strret no. 10 (rumah saya nomor 12 D).
Nyuwuuun….
June 27th, 2011 at 14:21
Lieber Hennie… soal foto terakhir itu, saya tak tahu dimana bisa lihat lagi. Terakhir tahun 1995 lalu saat ada pameran foto Guntur di Gedung Kesenian. Dan semua foto terjual habis…
Terima kasih Hen. Salam sayang….4-3
June 27th, 2011 at 14:19
Betul Dewi. Pemutaran film dokumentar perjalanan Presiden Soekarno ke AS dan Uni Soviet, sudah dilakukan ke rakyat-rakyat jelata pada awal 1960-an. Mungkin mirip misbar begitu. Jadi yang dilakukan dalam pameran itu adalah adegan ulangan yang dilakukan setengah abad lalu. Hanya bedanya pakai AC.
Jangan suka muja muji gitu ah…Nama saya Iwan Satyanegara Kamah. Bukan Pujiastuti Puji Sundoro…. Nyuwuuun…
June 27th, 2011 at 14:16
Yaaa…nggak laku Paspam…. Itu kan sama aja Pameran foto Hitler di Tel Aviv…
June 27th, 2011 at 14:12
wah… andaikan bisa pameran photo sukarno di singapura… hmmm….
June 27th, 2011 at 14:05
Ya iya Dewi, jelas bukan kamu… Yang cium juga bukan aku kok…
June 27th, 2011 at 14:04
Yang disun Bung Karno, kayaknya pelajar SMA Yogakarta mungkin. Mungkin saja teman sekelas orang tua Dewi Aichi… hahahaha… Makasih Daisy.
June 27th, 2011 at 13:25
ISK, thanks! “Sudah dapat?” hahaha. Yg begian juga bisa dpt infonya!
June 27th, 2011 at 13:07
hampir selalu menikmati tulisan pak iwan..comme toujours tres bien..