Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
SEBUAH pameran foto Bung Karno digelar di TIM dari 13 hingga 25 Juni 2011 dengan tema “Aku Melihat Indonesia”. Pameran ini ternyata biasa saja dan hanya display jejeran foto Soekarno yang banyak dijumpai di medium lain. Tidak ada kesan yang bisa membuat setiap visual foto yang ditampilkan bisa berbicara tentang Soekarno. Untunglah, pameran ini tertolong dengan kharisma visual Soekarno yang terkenal sebagai banci kamera.

June 27th, 2011 at 14:41
LEMB laaaah ini pertanyaan memancing kang Anuuuuuuu utk minggat soko alas roban………..wakakakak….njur klu lbh dr sekedar cium trs apa duoooooooonk??????????
June 27th, 2011 at 14:41
Yu, wanajingut itu… penjaga hutan, tetapi monyet.. wana (hutan) + jinggut (monyet, kalau gak salah)… seneng ya?
June 27th, 2011 at 14:38
Dewi, kenapa dengan Gere? Tetep “tokcer”? Emang udah pernah nyoba?
June 27th, 2011 at 14:38
ISK opo kuwi WANAJINGUT?????? baru dengar……….
June 27th, 2011 at 14:38
Dewi, kalau Hennie aku traktir asinan, kamu aku traktir permen asem Jawa aja ya… sama-sama asem juga toh?
June 27th, 2011 at 14:37
Lieber Hennie… mau ditraktir asinan apa? Suka ya? Ngidam?
June 27th, 2011 at 14:36
Dewi, sudah ada tulisan ttg Richard Gere dan Borobudur… tanya aja musuhmu JC… hahahaha…
June 27th, 2011 at 14:32
Mas Bagong, sayangnya memang, Soekarno penikmat rokok putih, bukan klobot. Triple 5.. yg menjadi rokok favorit Soekarno. Panca sila?
June 27th, 2011 at 14:29
Om Djoko, waktu membuat lukisan Monroe, pasti Om membuatnya pakai perasaan… sambil membayangkan bibir Monroe, terutama saat membakar bagian bibirnya. Tante Susi pernah “dibakar” juga bibirnya sama Om?
Salam untuk keluarga….
June 27th, 2011 at 14:27
Yu Lani, kok Anoew ke Alas Roban? Emangnya dia Wanajingut?