Pasar Tradisional Mainz (2): Sayur Mayur

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

Hallo…..BalTyRaer semuanya…..

Setelah minggu lalu ke Pasar Tradisional untuk membeli buah-buahan, maka kali ini kami ajak anda semua untuk turut berbelanja di pasar tradisonal di Mainz…..Nuchi pasti mikir….apa pulak lah pasar tradisional di Mainz…??? Di Jakarta juga ada dan banyak, bahkan besar-besar pasarnya…..hahahahaha….!!!! ( sambil tertawa jumpalitan ).

Ini adalah tenda-tenda pasar yang sedikit rapi, karena tidak ada sayuran yang dijual di sini…Seperti ini, penjual madu.

Penjual roti dan minyak untuk masak.

Penjual keju, jelas bikinan sendiri, namun demikian harus ada ijin. Jadi hasil dari jerih payah pembikin keju ini juga harus diperiksa, jangan sampai nantinya ada yang sakit karena kejunya.

Penjual Marmelade ( Gelee )

Penjual minuman Wein, juga Champagne…

Photo di bawah ini, bisa dilihat ada orang Asia yang senyum manis, di belakangnya adalah suaminya. Saat Dj. tanya, darimana salnya, taunya dari Philipine……

Benar memang, Dj. juga pernah nulis di rumah yang lama, tapi kemarin, karena ada yang ingin dicari (maaf dibeli). Maka kami sempatkan untuk pergi ke pasar, itung-itung sambil ambil photo untuk anda semua yang “mungkin” di rumah yang lama tidak sempat baca atau tengok. Nah hanya beberapa meter dari sana, kita akan ketemu pasar yang seperti biasanya.

Pasar tradisional di Mainz, hampir sama dengan pasar-pasar yang lain di kota-kota di Jerman pada umumnya.

Di Mainz, hanya ada satu pasar saja, itupun pada hari Selasa, Jumat dan Sabtu saja dan dari jam 8:00 s/d jam 14:00 saja. Di pasar Tradisional, harga barangnya sedikit lebih mahal daripada kalau belanja di Super Market, mengapa…??? Karena di pasar tradisional, langsung dari petani-petani kecil di sekitar Mainz, yang mana mereka tidak menggunakan racun hama, untuk merawat tanamannya. Jadi istilahnya sama dengan beli sayur di Apotheke.

Sedang di Supermarket, biasanya sayurannya datang dari pabrik sayuran dari belanda, Spanyol atau negara yang lainnya. Nah di sinilah letak perbedaannya, jadi kwalitet barang di pasar tradisional masih asli. Tomat yang masih bau aroma tomat dan tidak tawar….Yang berjualan, ya petaninya sendiri dengan keluarganya.

Di pasar Modern BSD, juga ada kol yang lancip seperti ini ya…???

Sudah ada tomat dijual di pasar, yang mana selama 2 minggu menghilang dari edaran.

Salatte dan Radisien (semacam lobak, tapi kecil dan bulat, sedikit pahit dan menggigit di lidah)

Artischocken, sangat sehat sebagai penangkal kanker.

Ini special untuk mas Anuuuu dan yu Lani, asparagusnya ada satu yang penjualnya berdirikan….hahahahaha….!!!

Di meja jualan ini ada Jahe yang sudah dipotong-potong dan harganya € 0,50 / potong

Ada yang sudah ditulis harganya di kulit Jahe.

Ini adalah salah satu jamur kesukaan Dj. ( Pfifferlinge ) yang mana kalau dimasak dengan saus ala Susi,  sangat…hhhhmmmm…..!!!

Nah ini salah satu masakan ikan (Filet) bakar dengan saus dan jamur yang sudah tinggal makan….

Okay…kita kembali ke pasar ya….

Mau masak apa dan apa ya yang mau dibeli….. ( pikir si sinyo ini ). Sedang penjualnya sudah mikir, ini mau beli atau hanya mau lihat-lihat saja, sudah 15 menit hanya diam saja… Hahahahahahahaha…..!!!

Anda bisa lihat, di bawah ini, sudah ada timun. Dimana sudah 2 minggu tidak ada timun dan salat dijual, semua yang sudah beredar dimusnahkan, karena adanya bakteri EHEC yang melanda Jerman dan bahkan sudah memakan 30 jiwa lebih. Jadi ingat komentar mbakyu NU2K, yang katanya orang Jerman jorok, tidak pernah cuci tangan, olehnya ada bakteri EHEC. Dj. jadi tertawa sendiri….hahahahahahaha….!!!

Penjual bermacam-macam jenis kacang…

Penjual madu asli, di Jerman tidak ada madu palsu…

Di bawah ini bawang putih Prancis yang di tanam di Jerman. Entah apa bedanya, untuk Dj. kelihatan sama saja.

Ada juga yang jualan rempah-rempah berupa tanaman seperti kemangi dll nya…

Ini sedikit aneh, minggu lalu sat kami lewat, dia jual 4 cabe rawit seharga € 1,- Hari ini sudah murahan, 8 cabe hanya €1,- ( -+Rp 12.000 )

Ini penjual dengan mobil…. jualan keju, sayang tidak bisa diambil dari dekat…

Penjual sossis….

Penjual daging yang cukup langka, seperti daging rusa, daging celeng, daging kelinci dll nya…dari pemburunya lagsung.

Semua yang dijual di pasar tradisional ini, kebanyakan hasil dari petani atau hasil perumahan dan bukan hasil dari pabrik. Jadi kebanyakan masih segar….

Dan kami juga lebih senang berbelanja di sini, walau harganya sedikit lebih mahal, tapi yakin lebih baik daripada belaja di supermarket.

Okay….

Agar tidak membosankan, maka Dj. akhiri sampai disini dulu ya, siapa tau nanti Dj. sambung lagi….Terimakasih untuk pengasuh Baltyra yang selalu memuat oret-oretan Dj. Juga kepada anda semua yang selalu membaca dan meninggalkan komentar yang menyenangkan…Dj. mohon maaf, bila ada kata-kata yang tidak menyenangkan dihati anda semuanya, karena Dj. suka guuynan, kadang kebablasan ya…..hahahahahaha….!!!!

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

Penjual pernik-pernik di Malioboro

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

133 Comments to "Pasar Tradisional Mainz (2): Sayur Mayur"

  1. Djoko Paisan  4 July, 2011 at 13:35

    Selamat Pagi Yu…..
    Sangat benar Yu…. Sampai sekarang kami belum pernah lihat Hawaii, kecuali di pilem….
    Hahahahahahahahaha….!!!

  2. Lani  4 July, 2011 at 13:27

    MAS DJ mmg aku sll bersyukur………..mensyukurinya mas……..semua org pd pating bleber ingin datang…….melihat HAWAII…….aku malah tinggal disini…….rak yo bejo ora kiro2 to????? kurang opo jal????? hidup singkat ya dinikmati saja…….apa yg telah ada

  3. Djoko Paisan  3 July, 2011 at 17:20

    Yu Lani…..
    Itu dia Yu, wong sudah hampir 40 tahun nikah, masih bisa salah paham.
    tapi bukan hal yang negativ, jadi ya tidak jadi soal….

    Seneng ya Yu, kerjaan sering lihat Tourist, jadi ya seperti tourist juga kan.
    Hidup enak tho Yu, lha wong ditempatnya tiurist ngumpul dan buang duit, mau apa lagi.
    Setiap hari bisa menikmati pantai, dimana otang lain harus bayar mahal.
    Untuk Yu Lani disediakan gratis, bahkan setiap hari…arep opo meneh Yu….

    Dinikmati saja, itu anugerah TUHAN untuk Yu Lani.
    Walau kadang ada tourist yang pelit….hahahahahahaha….!!!!

  4. Lani  3 July, 2011 at 12:46

    MAS DJ moco komentar 124 ngakak aku……mungkin mbakyu Susi durung donk, MAU’I dikira mau ya ambil saja……..jian lucu banget wis……apakah mas kasih tau itu nama salah satu pulau di kepulauan HAWAII??????

    hari ini aku ketemu 2 turis soko Jerman, satu dr dekat Munich jare kota kecil mungkin ndeso mas……..aku lali jenenge…….dia beli tas made in Hawaii……sueneeeeeeeeeng banget, langsung dinggo dipamerke karo bojone…..karo megal-megol tak geguyu…….bojone weruh jg mesem2 ke aku……..dipikir wah jian istriku menthel tenan………kkkkkkkk

    satunya turis Jerman cari fanny pack, tp gak cocok ya katanya sih mo balik lagi emboh kapan………..kkkkkk

    satu turis dr COLOMBIA dia baru pertama ke Hawaii langsung jatuh cinta……..dia tinggal di BOGOTA…….langsung beli satu duffel bag……..

  5. Djoko Paisan  2 July, 2011 at 01:13

    Hallo Evi si bidadari…..

    Terimakasih sudah mampir….
    Maaf ya, Dj.baru lihat….
    Kalau seperti Evi, banyak lahan ya memang lebihb baik nanam cabe sendiri, kan akan tumbuh dengan sendirinya. Dan bisa nanam banyak macamnya…..

    Hahahahahaha….itu jualan di Malioboro……
    Karena yang punya baru pulang kerumah ambil pesanan Dj.
    Tidak disangka, malah laku, walau Dj. jual mahal.
    Sampai yang punya heran….hahahahahahaha….!!!
    Salam manis dari Mainz ya….

  6. Evi Irons  1 July, 2011 at 09:31

    Saya senang kalau disuruh ke pasar, saya pingin coba beli kacangnya, sepertinya rasanya enak. Penjual apasragusnya mendirikan asparagus supaya menarik perhatian pembeli. Kalau cabe saya tanam di kebun, ada cabe pisang yang besarnya hampir sebesar pisang, ada juga cabe asia mirip cabe yang difoto berwarna merah kecil tapi dikebun saya warnanya hijau muda kekuning-kuningan. OOm Dj…koq fotonya nyasar sampai ke Malioboroz?

  7. Djoko Paisan  30 June, 2011 at 12:58

    Yu Lani, itu toko sepatu dan tas yang didekor dengan sandal jepit Hawaii dan tas-tas hawaii….
    Tau nggak Yu, sandal jepit ( karet ) kira-kira baru 10 tahun yang lalu ada di Jerman.
    Dulu kalau mudik selalu bawa, untuk dipamerkan dipakai kalau berenang.
    Sekarang sudah banyak, bahkan sangat murah.
    Dj. juga punya yang ada tulisannya ” MAUI “, untuk ke sauna.
    Ini ada ceritanya sendiri, saat Dj. baca itu kata “maui” , dijawab oleh Susi, kalau mau ya ambil saja.
    Dj. bilang itu ada tulisannya “maui”, dia masih nggak ngeh dan masih menjawab…ambil saja…!!!
    Hahahahahahahaha….!!!

    Wis tho Yu…..
    Ning Hawaii wae, ora usah nang endi-endi maneh….
    Wong wis entuk anggon sing paling enak, arep milih ning Jerman, malah kademen mengko….
    Ning Jerman ora ono “Kona”….hahahahahahaha….!!!

  8. Lani  30 June, 2011 at 12:48

    MAS DJ betoooooool, turis Jerman pelit…….ada pengalaman lainnya…….ini serombongan turis muda, mrk bilang mo keliling USA termasuk Hawaii…….trs jatuh cinta sama salah satu tas made in Hawaii……dia bilang ada ndak yg harganya kurang dr $ 20.00…….krn itu budget kami…….
    aku bilang, gak ada klu yg made in Hawaii plg murah $ 25.00……..klu mau bikinan cina tuh murah meriah…….dia bilang gak mau klu made in china…….

    aku mbatin: wong iki pie to, bs keliling USA wes adoh2 kuat bayar……..tuku souvenir harga plg murah $ 25.00 kok owel……????

    mas di Mainz ada toko dgn dekor ala Hawaii????? tp ada gak coklat macadamia, coklat candy, juga Kona kopi yg di impor soko Hawaii????? wah sgt menarik iki……..heheh mungkin klu aku kesana bs jd pegawai mrk yo mas…….la aku plg hafal nyrocos soal Hawaii………..datang njur ora balik meneh……….hehehe tap emoh dink wedi winternya menggigit………

    ya lumrah mas Dewi banyak maunya, msh muda kdg saking wokehe malah kebingungan sendiri utk memilih mo yg mana????

  9. Djoko Paisan  30 June, 2011 at 12:08

    Sorry Yu ono sing kelalen….
    Kalau orang Jerman memang pelit Yu…..
    Cuma lihat-lihat doang dan tidak beli ya, diusir saja….hahahahahahaha….!!!
    Yang yu Lani tulis, hampir benar “Aufwiedersehen”, sing gampang wae, bilango “Tschüß” ( baca cuis )
    Kalau Dewi, sekarang sedang banyak maunya, tapi ya muudah-mudahan dia tau apa yang dia benar-benar inginkan. Yang jelas dia sekarang harus mengajar dulu dan membenahi kehidupannya dari awal.

  10. Djoko Paisan  30 June, 2011 at 12:00

    Selamat pagi Yu….
    Benar, akhir-akhir ini sering diputer pilem ttg Hawaii di TV….
    Saat ada adegan didalam toko, Dj. harap tokonya yu Lani, karena juga jual tas dan macam-macam.

    Nah…. saat kami kekota di Mainz, juga ada toko yang didekor barang dan gambar Hawaii…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.