Himbauan Nonton Film

Tammy – Sydney

 

Kemarin malam suamiku memberitahu kalau pemerintah China baru saja memproduksi film untuk memperingati ulang tahun ke-90 Partai Komunis China. Mendengar ini, aku langsung mikir pasti isinya full propaganda, indoktrinasi dan manipulasi.

“They make people go see the movie,” kata suamiku.

“And how do they do that?” tanyaku polos tanpa mikir. Sejenak aku lupa bahwa this is China. Tentunya gampang sekali pemerintah “menghimbau” seluruh siswa sekolah dan para pegawai negri untuk pergi nonton film tersebut.

Lah kalau bukan pegawai negeri, bukan anak sekolah, berarti nggak “dihimbau” nonton? Jangan salah, pemerintah juga punya cara untuk “menghimbau” mereka. Kantor-kantor swasta juga “dihimbau” untuk membeli tiket buat para pegawainya. Dan para pegawai kantor yang pergi nonton film ini bisa dapat cuti kerja setengah hari.

Suamiku bilang, cara lain lagi untuk menunjang suksesnya film ini yaitu film-film lain dilarang beredar selama pemutaran film ini. Jadi film ini adalah satu-satunya film yang diputar di bioskop-bioskop di China saat ini.

Karena penasaran, aku google. Judul filmnya: Beginning of the Great Revival. Mungkin bisa ditebak, isinya ya tentang jasa-jasa Partai Komunis China untuk negaranya. Tak ketinggalan tentunya cerita tentang Mao Ze Dong. Film dengan biaya 12 juta dollar (Amerika) ini didukung oleh 178 aktor-aktor ternama dari mainland China, Taiwan dan Hongkong (termasuk Chow Yun Fat dan Andy Lau). Sebagai perbandingan, hanya sekitar 10 persen film China yang berdana lebih dari 1,5 juta dollar. Bisa dimaklumi kalau produsennya berharap film ini nggak merugi.

Aku jadi teringat film G30S/PKI. Dulu para masyarakat di Indonesia juga “dihimbau” nonton. Kemudian tiap tahun filmnya diputar di TV. Tetap saja aku nggak pernah nonton dari awal sampai habis. Pemerintah Indonesia jaman Orba dan pemerintah China kayaknya sama-sama suka “menghimbau”.  Sekarang rakyat Indonesia kayaknya sudah muak dengan himbauan-himbauan pemerintah. Rakyat China pun sepertinya juga sudah berubah. Bedanya, mereka tidak bisa mengekspresikannya dengan terang-terangan.

Jangan harap bisa menemukan review negative mengenai film ini di media massa China. Online reviews pun dikontrol. Yang bernada negative akan dirubah, atau dihilangkan. Namun, biarpun masyarakat tidak bisa dengan terang-terangan berkata tidak, mereka tetap tidak bisa dipaksa pergi nonton. Kenyataannya, meskipun tiket terjual habis, gedung bioskop tetap sepi. Kalau pun pergi nonton, toh nggak ada yang bisa maksa mereka melek selama nonton film ini.

 

30 Juni 2010

 

 

Note: Sorry nggak bisa ngasih review tentang filmnya, karena belum nonton. Siapa tau yang di China sono ada yang dapat jatah nonton, bisa dimintai pendapat.

Sumber:

http://www.nytimes.com/2011/06/25/movies/chinese-get-viewers-to-propaganda-film-beyond-the-great-revival.html

 

24 Comments to "Himbauan Nonton Film"

  1. Linda Cheang  6 July, 2011 at 09:36

    yah, begitulah China…

  2. SU  5 July, 2011 at 17:14

    Waduh…….hebat banget.

    Biasanya kan orang2 bilang begini dan saya sekeluarga juga mengalami,”Namanya juga murah meriah buatan Cina……” Disambung sendiri deh terusannya

  3. Tammy  5 July, 2011 at 16:45

    SU: lah kan dulu tinggal di China. Waktu pindah ke sini semua player dan dvd dibawa semua. player yg merk nggenah malah tewas duluan. yg harga kacang goreng malah masih tokcer.

  4. SU  5 July, 2011 at 13:40

    Hihihi, sampai2 punya dvd player buatan China ya……..

    6,5 kg? Ya ampun itu mah = berat bayi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.