Kekejaman Sains

Handoko Widagdo – Solo

 

Tulisan ini secara khusus saya tujukan kepada Itsme. (Saya menulisnya Itsme –pakai ”e” tidak Itsmi pakai ”i”, karena nama ini menurut penafsiran saya adalah sebagi simbol identitas It is Me.) Itsme berargumen bahwa agama itu penuh kekerasan dan penuh dengan ketidak-manusiawi-an. Agama apapun. Oleh sebab itu dia tidak percaya agama dan Allah karena kekerasan dan ketidak-manusiawian tersebut. Itsme menemukan sains sebagai sandaran, karena sains bisa membawa manusia kepada sifat yang lebih manusiawi dan membawa kemakmuran.

Tulisan ini hanya akan membatasi pada topik: sains juga punya sisi kejam, sama seperti agama. Pembatasan topik ini untuk membuat diskusi menjadi fokus dan tidak melebar kemana-mana.

Harus diakui bahwa sains telah membawa banyak manfaat bagi manusia. Perkembangan sains telah mampu menjawab persoalan berbagai penyakit manusia. Namun disisi lain sains juga telah membuat banyak manusia menjadi menderita. Berikut adalah beberapa contoh tentang kekejaman sains:

  1. Penemuan teknologi logam menciptakan senjata yang bisa membunuh manusia lain semakin cepat dan semakin banyak dibanding dengan alat-alat bunuh sebelumnya. Pedang, keris, clurit dan sebagainya membuat manusia bisa membunuh sesamanya dengan lebih efektif dan efisien dibanding dengan menggunakan batu atau tangan.
  2. Domestikasi binatang tunggangan (kuda) telah membuat manusia bisa berperang ke tempat yang lebih jauh. Konon bangsa Mongolia bisa menjadi bangsa yang menguasai bumi karena kemampuannya mengendalikan kuda tersebut.
  3. Penemuan roda dan jalan raya telah mempermudah tentara untuk mencapai lawannya dengan lebih cepat. Kekaisaran Romawi meluas diyakini salah satunya adalah karena pemahamannya terhadap pembuatan kereta kuda dan pembangunan jalan-jalan.
  4. Penemuan teknologi nuklir telah membawa korban di Hiroshima dan Nagasaki. Bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika telah memakan korban 140.000 jiwa di Hisroshima dan 80.000 jiwa di Nagasaki. Belum termasuk mereka yang meninggal akibat radiasi sesudahnya.
  5. Penemuan bubuk mesiu telah membuat alat perang menjadi semakin mengerikan.
  6. Teknologi sirkuit elektronik dan remote control telah digunakan untuk membuat bom jarak jauh yang meledak di Bali, di Jakarta dan di berbagai tempat.

Masih banyak daftar yang bisa dibuat di sini. Namun daftar tersebut sudah cukup untuk mengatakan bahwa ada sisi buruk dari sains. Jadi?

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

336 Comments to "Kekejaman Sains"

  1. Admin  10 July, 2011 at 20:58

    Dengan hormat semua pengunjung dan komentator di artikel ini, diharap sama-sama menjaga kenyamanan rumah bersama. Sdr. JC minta tolong dan berpesan kepada saya karena dia sudah angkat tangan merangkul sana sini. Mengingat diskusi dan komentar yang sudah makin melenceng dan ke mana-mana, dengan ini diskusi dan komentar di artikel ini DITUTUP.

    Terima kasih semuanya yang sudah memeriahkan artikel ini beberapa hari belakangan.

    hormat kami,
    Admin Baltyra.com

  2. Djoko Paisan  10 July, 2011 at 20:44

    “Mbakyu NU2K….
    Sudahlah, jangan diperpanjang, lha wong memang tidak tau bhs belanda.
    Kasihanilah orang lemah, orang miskin dan orang sakit, jangan ditambah-tambah…
    Walau Dj. tidak pernah menyapanya, tapi Dj. selalu disapa , lehnya Dj. selalu berdoa untuk “roh”nya…
    Si dimas Josh Chen juga kebangeten, nanya juga yang sulit-sulit….
    Roh itu bahasa Arab, bahasa Ibraninya “Ruah”….
    Mungkin ada bhs belandanya, biar jelas.
    Kalau bhs Jerman nya ” SEELE ” atau ” GEIST ”

    Berdoalah agar “roh” nya diselamatkan….

  3. nu2k  10 July, 2011 at 20:24

    Ach sampeyan, diajak ngomong dalam bahasa Belanda nggak nyambung. Diajak ngomong pakai bahasa Inggris bisu. Diajak nyarios nganggé basa Sunda, teu ngartos. Diajak ngomong nganggo boso Jowo sami mawon.. Mboten ngertos. Ono uwong kok senenge mung ngomel lan protes ora tau biso nrimo. Ga naar de hel joh.

    Ayeuna kedhah ngartos atuhhhhh!!!! Nooit meer mijn naam in je commentaar of wat er ook op schrijven!! Tak sepatani nembe ngerti… Ha, ha, haaaaa

  4. Itsmi  10 July, 2011 at 18:14

    Djoko dan nu2k, memakai bahasa jawa dalam sosial media yang bertujuan kelompok untuk orang Indonesia yang dari mana mana itu sangat menggangu. Kalau hanya sekali kali itu wajar wajar ajalah tapi kalau sudah struktural itu mengganggu sekali. Kalau itu tujuan kalian, saya harus akui, pada saya tujuan kalian tercapai.

    Tetapi sekaligus seperti Djoko yang mempromosikan cinta, harmoni dan kekeluargaan, ini tidak sesuai tingkahlaku, kata lain apa yang dipromosikan itu hanya kata untuk menutupi kelemahan kelemahan diri sendiri.

    Atau nu2k yang mempromosikan sopan santun sampai bersikeras mempertahankannya dan tidak menerimah kata “kamu” karena ini menurut nu2k tidak sopan dan menurut itsmi, ini hanya berdasarkan pemikiran feodal, nu2k tanpa sadar sudah membuktikan pemikiran itsmi.

    Kalau lani, saya kira tidak perlu di uraikan.

    Kesimpulan, saya ambil dari kata Iwan dari artikelnya Hennie yang berjudul “ Bandara, suatu sore “
    “”””Mau jadi barat, muka kampung… Mau disebut anak kampung, dandannya mirip Brad Pitt dikutuk…””””””

  5. Djoko Paisan  10 July, 2011 at 16:33

    Handoko Widagdo Says:
    July 10th, 2011 at 15:33

    Kangmas Djoko saya ke Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton. Saya tahu GBI Solo Baru tapi belum kenal dengan Pak Pendetanya.

    Puji TUHAN….!!!
    Siapa tau, satu saat bisa kenalan…..

    Salam manis untuk keluarga Dj. dirumah ya….

  6. Djoko Paisan  10 July, 2011 at 15:52

    Handoko Widagdo Says:
    July 10th, 2011 at 15:33

    Kangmas Djoko saya ke Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton. Saya tahu GBI Solo Baru tapi belum kenal dengan Pak Pendetanya.

    Puji TUHAN….!!!
    Siapa tau, satu saat bisa kenalan…..
    Pdt. Fredy orangnya gemuk, dia bukan kaka kandung tapi sudah melebihi aka kandung.
    Kami kenal di Jerman, saat dia diundang untuk kothbah di Frankfurt dan menginap dirumah.
    Dia bilang dulu tinggal di Surabaya di jalan X, Dj. juga bilang, kaka dan ibu Dj. juga tingal di jalan X, jadi sama.
    Dia tanya, nomor berapa, Dj. jawab Nr. 9….
    Dia tertawa, tidak mungkin….!!! Itu rumah ibu saya, ibu Paisan adalah ibu saya ( saat itu dia mengenal Dj. dengan nama kecil ( Djoko dan tanpa Paisan ).
    Saat Dj. kasi ihat passpor Dj. yang ada nama Paisan nya, dia kaget…..
    Kalau begitu, kita bersadara….!!!
    Langsung Dj. telpon ibu di Surabaya dan tanya , apa kenal Fredy…???
    Ibu Dj. juga bilang, jelas kenal, karena hampir setiap malam, dia nemani ibu, duduk dan ngobrol didepan rumah.
    Langsung Dj. minta agar dia telpon istrinya, istrinya malah jadi kaget.
    Istrinya tanya, ibu Paisan kan Hajah, mana mungkin anaknya Kristen….???
    Si Fredy malah tertawa, lha kalau ibunya Hajah, ini anaknya adalaj nhajinyna Kristrus….!!!

    Orangnya gemuk dan lucu…
    Salam manis untuk keluarga Dj. dirumah ya….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.