Mau Senang atau Sedih, Semua Hanya Dalam Pikiranmu

Sakya Sugata

 

Hari ini aku bersemangat karena ketika ku buka mata dari tidur lelapku… mentari masih bersinar indah di depan jendelaku…

Setelah kemarin aku begitu suntuk dan bete, laksana langit yang mendung sepanjang hari, dimana tak ku temui cerahnya awan putih dan langit biru…

Tapi ku sadari mendungpun tidak selamanya kelabu, begitu juga ketika hujan telah turun maka langitku pun kembali cerah….Demikian dengan jiwa ini.. tidak selamanya kelabu, bila sudah kulalui masa itu aku pun kembali ceria….

Ku tahu sumber dari semua itu bukan pada sang awan, bukan pada sang mentari, dan bukan pada hujan.. semua bersumber pada PIKIRANku…

Aku dapat ceria untuk menangis pilu, aku dapat tertawa kemudian tersedu sedih…..Tetapi Aku pun dapat mengubah bad mood menjadi good mood, hanya saja aku butuh kunci untuk mengubah semua itu……

Aku kalut dalam bentuk-bentuk pikiranku sendiri.

Aku penyebab semua masalah, karena bentuk-bentuk pikiranku yang terlalu jauh mengembara dan membuat semuanya menjadi kusut…. membuat semuanya menjadi rumit….

Hanya kunci kebijaksanaanlah yang dapat membuka pintu hatiku.

Di mana ku cari kunci itu? Ia tidak berada jauh dari diriku.

Bila Gembok Pintu hatiku berada dalam PIKIRANKU juga maka Kunci Pembukanya pastilah berada dalam PIKIRANKU juga.

 

14 Comments to "Mau Senang atau Sedih, Semua Hanya Dalam Pikiranmu"

  1. non sibi  12 July, 2011 at 05:23

    You are what you think.
    You are what you have in mind.
    Cheers….

  2. Dewi Aichi  10 July, 2011 at 08:24

    Mau Senang atau Sedih, Semua Hanya Dalam Pikiranmu. Ya sepakat, karena memang diri kita sendiri yang menyetir pikiran , diri sendiri yang mengendalikan pikiran , dan emosi. Dan setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda dalam pengendalian diri. Pengendalian diri itu membutuhkan kekuatan yang sangat.

    contoh yang nyata misalnya, bagi masyarakat yang hidup di kota besar seperti Jakarta, semrawut, macet setiap hari, dibutuhkan pengendalian diri yang kuat saat berada dalam situasi sulit, macetnya luar biasa. Kemarahan sesama pengemudi tak terhindari. Beberapa orang bisa berubah sesaat. Mungkin karena situasi seperti itu, membuat mereka memiliki alasan untuk berlaku kasar sesaat. Jadi emosi atau marah atau kasar, bukan disebabkan oleh situasi jalan raya yang seperti itu, tapi oleh sikap. Disini adalah ujian pengendalian diri..!

  3. HennieTriana Oberst  8 July, 2011 at 22:18

    Semua ada dalam fikiran, benar juga.

  4. SU  8 July, 2011 at 18:18

    Bagaimana kita mengelola pikiran kita itu super penting.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.