Wanita Asia di Mata Bule, Sisi Negatifnya

Rina Серова IvaRksd

 

Salam persahabatan dari Rina “Ivarksd di Russia…

Banyak orang berpikir tinggal di negara para “Bule” bisa hidup enak dan bebas merdeka, pada kenyataannya banyak orang yang bukan “Bule” akan mengalami perlakuan negative yang kadang kala bikin nangis dan stress.

Banyak orang tidak menyadari atau tidak tahu bahwa di negara seperti Amerika dan negara-negara di Eropa Barat masih banyak manusia yang pola pikirnya parah banget karena beragam alasan  hasilnya banyak  “Bule” yang bersikap rasis terhadap pendatang asing seperti wanita dari Asia.

(Catatan .. Saya menggunakan kata Bule untuk memudahkan ungkapan terhadap orang orang berkulit putih di negara 4 musim seperi Eropa, Amerika, Australia dan lainnya).

Dari ribuan teman Facebookku sebagian besar adalah wanita Indonesia yang menikah dengan WNA atau tinggal di berbagai negara, lokasi mereka di ratusan kota dan lebih dari 50 negara.

Dari hasil diskusi dengan mereka banyak sahabat yang mengalami perlakuan negative terutama di negara Bule.

1. Yang paling utama banyak Bule menganggap wanita Asia yang memasuki negara Bule adalah wanita miskin, tidak berpendidikan, punya latar belakang negative (pelacur/pekerja malam/pekerja rendahan dan lainnya) bahkan saya pernah ditanya ..

“Apa kamu masih tinggal di hutan yang ada harimau dan buaya serta banyak monyetnya ????”  Sumpah gedubrak untuk beberapa menit saya enggak tahu harus ngamuk atau ketawa atas pertanyaan mereka.

Dan sering mereka menyanyakan hal hal yang mereka pikir kita kagak ngarti seperti… Apa kamu bisa gunakan alat elektronik ini dan itu ? Apa kamu pernah makan sushi ? dan lainnya .. intinya yang serba modern/asing dianggap wanita Asia tidak ngarti karena dianggap kita tinggal di rumah bambu/kayu ditengah hutan atau terlalu miskin untuk pernah membeli/mencoba sesuatu.

 

2. Paling menyebalkan di mata Bule wanita Asia itu hanya dua pertama  Cewek Thai (yang terkenal dicap cewek murahan dan matre) dan Cewek Philipina (Yang ngetop jadi nyanya alias pembantu/baby sitter)… makannya banyak wanita Asia yang menikah sama WNA harus terima nasib jika anaknya mirip papanya maka akan sering bernasib sama-sama daku dianggap babu/baby sitter anak sendiri hu hu hu…… dan juga sering ngalami denger orang berbisik   ….Ahhhhh itu pasti cewek Asia yang beruntung dinikahi Bule jadi kehidupannya jadi naik levelnya…

 

3. Dipandangin dari atas sampe bawah kaya wanita Asia itu alien akan sering terjadi jika kita jalan-jalan di kota kecil/desa negara bule yang jarang ada orang asingnya kaya di kota aku tinggal di Moscow region, Russia… aku satu-satunya orang dari negara Asia jadi pasrah ngetop…pasrah kalo ada nenek-nenek yang mandang dari bengong kaget ampe ketakutan liat wajah Asiaku dan kulit coklatku…atau dipandang penuh kagum, cemburu hingga benci ama wanita wanita mudanya… Untungnya kalo pandangan cowok cowoknya banyak anugrahnya soalnya bagi mereka melihat wanita Asia langsung so pasti menarik jadi sering dipandang gimana gituh …he he he….

 

4. Dicuekin, tidak diperlakukan ramah, dicurigai misalnya ketika belanja dikira mau nyolong, kadang ditawar/diajak tidur karena dianggap cewek murahan dan lainnya adalah beberapa perlakuan negative Bule terhadap wanita Asia.

Kenapa para Bule bersikap seperti itu……?????

Pertama … Di suatu negara biar negara maju sekalipun masyarakatnya khan beragam lapisan biar bule enggak semua berpendidikan,  kaya dan berpengetahuan luas… banyak juga bule-bule miskin, bule pekerja kasar, bule yang punya catatan kriminal, bule yang enggak pernah jalan ke luar negaranya, bule yang malas baca, bule yang kagak bergaul sama banyak orang dan lainnya sehingga menciptakan banyak manusia yang pengetahuannya sangat minim dan cenderung bersikap kasar atau kurang ramah.

Kedua……Biar katanya negara maju pola pikir penduduk yang di kota besar kadang enggak sama-sama penduduk di desa/kota kecilnya, sama kaya di Indonesia Bule yang tinggak di udik atau desa/kota kecil juga banyak yang kagak bergaul alias hidup kaya Kodok dalam kota kecil, mereka enggak tahu internet, jarang berpergian jauh, enggak banyak baca dan lainnya.

Beberapa temen yang tinggal di Eropa Barat sempat kaget berat ternyata di beberapa kota kecil/desa di Eropa penduduknya terutama generasi tuanya punya adat istiadat yang enggak kalah heboh sama Indonesia termasuk pola pikir jodoh kudu bobot, bibit, bebet dimana wanita Asia enggak masuk daftar dan banyak kota di Eropa dan negara bule lain juga jarang ditinggali orang asing sehingga begitu ada wanita Asia berkeliaran tentu langsung jadi gossip hangat sekota dan tentunya cap negative kebanyakan.

Image negative wanita Asia juga nyebar kemana mana…

Kalo di Asia di negara tetangga ada istilah ” Saroong girl” wanita Asia ibarat sarung mudah didapat n gampang …..tahulah sarung kaya apa n apa maksudnya…

Kalo di negara Arab cewek Asia dianggap “Tkw alias babu” sebagian dianggap “Asal dikasih duit /emas gampang dipake…bisa kawin gantung /kontrak kalo takut dosa n digerebek” saking topnya image ini banyak pria arab single atau uda punya bini terbang ke Asia…

Di Russia saya ketemu orang-orang yang punya pikiran nyebelin kaya gitu habis Indonesia emang kagak ngetop, kurang promosi dan di sekolah hanya diinfo sekilas saja ampe jaman Pak Soeharto, di tv kebanyakan nampilin suku-suku traditional kita kayak Papua atau kehidupan sederhana rakyatnya, buku-buku tentang Indonesia juga jarang jadi payah dechhh…

Akhirnya saya kumpulin dvd, buku, postcard, foto dan lainnya jadi kalo ketemu sama orang baru saya perlihatkan ini lhoo Indonesia dan mereka ternganga terkagum-kagum, banyak setelah itu sikapnya jadi berubah lebih baik sama saya dan saya enggak capek jelasin INDONESIA bukan hanya BALI…. pleeeseeee dech….Lumayan sekarang Bali banyak dikunjungi orang Russia dan makin banyak orang tahu Bali sialnya masih aja banyak yang tulalit dan ini dialami banyak temen-temen wanita Indonesia di beragam negara Bule.

Banyak juga teman dikomentarin negative oleh WNA/bule, dipandang sinis/digosipin karena kelakuannya, pola pikirnya, cara berpakaiannya dan lainnya.

Namanya tinggal di negeri orang kita emang kudu pinter beradaptasi…Banyaklah baca terutama soal negara yang kita tinggali agar tahu tata krama mereka, hukum mereka, gaya hidup mereka dan lainnya yang utama agar nyambung kalo ngomong dan bisa beadaptasi dengan baik.

Dalam berdandan dan berpakaian juga hati-hati lihat situasi, kondisi dan tempatnya agar enggak dianggap kampungan, aneh, lucu atau dicap cewek murahan.

Misalnya:

Ada perbedaan tipis antara berpakaian sexy karena kepanasan, baju seksi ikutin mode atau pake baju sexy yang bikin orang mikir ini cewek murahan. Jadi hati-hati agar tidak dianggap negative kalo nekat ya terima resiko jika digosipin/dianggap cewek murahan atau diperlakukan tidak sopan.

Dalam bicara juga hati hati ” Sok tahu, suka iri hati dan bersikap sombong” juga tidak disukai banyak orang dimana saja.

Jangan bersikap fanatik dalam segala hal cobalah mengerti perbedaan yang ada dan hargai bahwa manusia punya kebebasan menjalankan pilihan hidupnya, Ada seorang teman menunjukkan rasa jijiknya terhadap daging babi di hadapan para Bule yang menyantapnya padahal dia jelas-jelas tinggal di negara Bule, seharusnya jangan berlebihan hormati juga hak mereka untuk memilih apa yang mereka hendak makan jangan paksakan orang lain harus mengikuti semua keinginan/pola pikir anda…bersikap bijaksana dalam bertindak.

Jika dicap kampungan/matre dan sebagainya tunjukkan kelebihan positive kalian seperti kepandaian bicara, pengetahuan yang luas, kepandaian memasak dan sebagainya.

Memang tidak mudah bergaul dan beradaptasi di negara baru dengan budaya baru. Itu sebabnya kita semua harus terus belajar banyak hal dan terima kasih kepada Internet yang membantu kita banyak kenal orang dan membuat kita bisa belajar banyak dari cerita dan pengalaman orang lain.

Untuk temen-temen yang tinggal di negara asing… semangat yach…. tunjukkan siapa anda dan negara asal anda Indonesia yang indah … agar anda bisa bangga berjalan di antara para Bule dan tinggal di negara Bule sebagai wanita Asia yang patut dihormati/dikagumi.

 

54 Comments to "Wanita Asia di Mata Bule, Sisi Negatifnya"

  1. munief  26 April, 2014 at 13:11

    aduuhh,, ad yg parah… gue juga ad tu mbak temen bule.. q tanyain perihal pernikahanny dng wnita indo.. blak-blak an klo cerita,,,(g bisa cerita pnjang lbr) pokoknya nkahnya bermotif.

  2. diah  3 January, 2014 at 21:16

    mba rina,
    terimakasih atas artikelnya, saya suka sekali
    saya punya beberapa teman bule beda negara, Memang benar Kata mba rina, ada yang open mind Tapi Masih ada juga yang gajebo( ga jelas bo..hehe).
    always trying tobe more good quality women..
    setuju…

  3. jenni  2 December, 2013 at 10:01

    Sy berkunjung ke negara pacar saya, dan memang benar, selama itu sy merasa sebagai warga negara kelas tiga, tapi mungkin karena orang indonesia sudah terlalu lama dijajah belanda jd perasaan minder itu ada apalagi semua mata tertuju pada kita, seperti pas naik pesawat dan turun dari pesawat lokal di sana, semua orang melihat sy spt orang asing, ya sama lah kayak orang kita ngelihat orang bule. Tp service mereka baik, terutama klw kita bisa lancar berbahasa negara mereka. Klw Russia menurut sy mmg sangat kurang mengenal Indonesia. Tapi klw di Eropa Barat bangsa Belanda, Jerman, mereka kenal dg Indonesia, walaupun nggak semua orang tahu nama BJ. Habibie.
    Sikap mereka begitu krn tak kenal maka tak sayang. Benar sekali kata mbak Rina mengenai sikap kita thdp budaya mereka. Kalau sikap mereka thdp perempuan Asia yg jalan dg bule sama dengan sikap orang kita lihat kita jalan bareng bule berarti emang apesnya kita krn cap thdp perempuan Asia cuma bisa mereka asosiasikan dengan perempuan Thailand dan Filipina. Cuma sy ga dengar omongan mereka, atau krn bahasa mereka tidak sy kuasai dengan baik. Pacar sy pernah bilang ke saya sewaktu dia bercerita ttg saya kepada orang tuanya dan saudara2nya : apakah pacarmu bisa memasak enak? apa pekerjaannya? apa pekerjaan orang tuanya?
    Begitulah, apa kata mbak penulis benar adanya.
    Semoga mbak penulis diberi kekuatan dan ketabahan dan selalu dpt memperkenalkan Indonesia di mata dunia. Salam dari Indonesia.

  4. Sarifa  21 October, 2013 at 20:56

    Wah tulisannya bagus banget..salut mba….Aku pacaran sama orang jerman..sering berantem gara-gara suka miscomunnication each other…Baca tulisan ini jadi membuka mata sedikit bahwa ternyata mereka sama aja ama kita…ada yang kampungan dan ada yang moderen.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *

Image (JPEG, max 50KB, please)