Masak Buat Jadi Guru

Meazza – China

 

Mungkin Baltyrans pada bingung, koq judul artikel Mea ini aneh ya? Yup, emang aneh. Tapi inilah kenyataan “pahit” bagi para mahasiswa yang belajar di jurusan pendidikan bahasa Mandarin. Ceritanya, seperti biasanya, aku dan teman-teman sekelas mesti latihan mengajar lagi. Kali ini topiknya grammar bahasa Mandarin. Dosen tidak menentukan tata bahasa yang mana yang mesti dijadikan topik mengajar. Kami bebas memilih, hanya saja waktunya dibatasi, 10-15 menit perorang.

Jujur saja aku menikmati mata kuliah praktek mengajar ini. Beberapa waktu lalu aku sudah praktek bagaimana mengajar pelafalan dalam bahasa Mandarin, mengajar kosakata, mengajar huruf kanji China (Hanzi), memberikan kelas teori bahasa dll. Hanya bagian grammar ini yang rada susah. Sungguh, yang ku takutkan adalah si grammar ini. Untuk menyampaikan salah satu bagian tata bahasa yang rumit pada pelajar yang kemampuan bahasa Mandarinnya masih level bawah, diperlukan teknik yang tidak gampang. Di sinilah kemampuan sang guru dituntut. Bagaimana membuat pelajar aktif di kelas grammar, sekaligus membuat mereka merasa bahwa grammar itu bukan hantu yang perlu ditakuti.

Nah, untuk membuat pelajar merasa senang selama belajar, satu bagian terpenting yang perlu dikuasai oleh guru adalah prolog atau pembuka. Biasanya bahasa pembuka ini adalah media untuk menarik perhatian pelajar untuk memasuki topik yang mau dipelajari hari itu. Misalnya,”Hari ini terasa panas sekali. Tapi tidak sepanas kemarin. Bagaimana menurut Anda? Nah, tadi saya menyebutkan dua perbandingan, yaitu hari ini tidak sepanas kemarin, atau kemarin lebih panas dari hari ini. Bagaimana mengucapkan kalimat perbandingan yang tepat dalam bahasa Mandarin? Inilah topik yang akan kita bahas hari ini.” Ini contoh simpel bahasa pembuka kalau seandainya aku ingin mengajarkan kalimat perbandingan.

Kelihatannya gampang yah? Hehehe, itu tadi contoh tergampang dan paling lumrah yang dipakai oleh seorang guru. Kami biasanya menggunakan berbagai macam cara yang tentunya unik sebagai pembuka, misalnya menyuguhkan video, lagu, potongan berita, games, foto, atau bahkan drama singkat. Pokoknya apapun akan kami lakukan untuk membuat proses belajar mengajar jadi lebih efektif dan efisien. Ini kan merunut dari teori pendidikan abad 21, bahwa siswa atau pelajar adalah bagian yang terpenting dalam proses belajar mengajar. Guru harus mencari cara paling efektif untuk membuat siswanya jadi lebih pintar. Jadi tidak ada lagi alasan bagi guru untuk malas-malasan.

Back to praktek mengajar, kali ini aku akan menyampaikan topik kalimat penekanan alias emphasize dalam bahasa Mandarin. Aku memilih menyampaikan penekanan waktu, tempat, cara, dan pelaku, lengkap dengan bentuk negatif dan bentuk tanya sekaligus. Dalam waktu 15 menit, aku akan membuat kelas grammar yang rumit ini menjadi mudah dikuasai atau dipraktekkan, memberikan banyak latihan oral buat para pelajar, sampai mendesain pekerjaan rumah buat mereka.

Nah apa hubungannya dengan masak? Itulah dia, aku puyeng mikirin bagian pembuka, jadi aku iseng-iseng mencoba menampilkan foto Chicken Soup olahanku sendiri, dengan beberapa penekanan, yaitu kapan sup ini dibuat, dimana, bahannya apa, untuk siapa, dan bagaimana rasanya. Nah, kebetulan sup ayam ini rasanya emang sedap, jadi aku bagi juga ke Baltyra, hehehe.

Panjang amat ceritanya ya, padahal cuma mau ngasih resep sup ayam doang, haha. Oke, ini resepnya:

Bahan:

  • 2 paha dan dada ayam (cuci bersih, biarkan tanpa dipotong)
  • 2-3 buah kentang (potong sesuai selera)
  • 1 buah wortel (potong sesuai selera)
  • 2 siung bawang putih
  • 1 buah bawang bombay
  • Fresh dill atau daun bawang atau bisa juga daun ketumbar buat taburan
  • 5-6 buah jamur (potong kotak kecil)

  • Lada bubuk secukupnya
  • Sedikit jahe (kalau suka)
  • 1/2 sendok minyak wijen untuk menumis
  • 1 sendok minyak untuk menumis
  • Air
  • Garam dan gula untuk rasa

 

Caranya:

  • Buat kaldu: Rebus air sampai mendidih, kemudian masukkan paha dan dada ayam, rebus kira-kira 40 menit dengan api sedang.

  • Setelah kaldu siap, angkat paha dan dada ayam, lalu potong-potong sesuai selera. Hati-hati, dagingnya panas. Setelah dipotong-potong, masukkan lagi ke air kaldu. Cara memasak kaldu seperti ini biasanya orang Rusia yang paling suka. Kenapa tidak dipotong dulu lalu direbus? Untuk mendapatkan kaldu yang nikmat tanpa banyak lemak, lebih baik kalau dagingnya tidak dipotong. Setelah matang baru dipotong. Hasilnya, kaldu sedap, dan kuahnya tetap light!

  • Sementara merebus kaldu, tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum, kemudian masukkan jamur, tumis sampai layu, lalu masukkan ke kaldu, rebus selama 10 menit. Kenapa jamur mesti ditumis dulu? Jamur tidak baik dikonsumsi kalau tidak cukup matang. Menumis jamur selain memastikan jamurnya matang, juga agar rasanya lebih keluar, lebih segar dan membuang rasa pahit jamur.

  • Masukkan kentang dan wortel, tambahkan sedikit garam dan gula, lalu tambahkan lada bubuk.
  • Masak sampai matang, dan tambahkan lagi garam kalau kurang asin.
  • Sajikan dengan taburannya, kali ini aku pakai dill.

Mudah kan? Habis masak dan potret sana-sini, tinggal aku yang duduk bersila, nge-sup sambil mengerjakan bahan buat praktek mengajar. Di bawah ini ada bagian prolog yang sudah aku buat dengan memanfaatkan foto sup ayam buatanku, haha. Alasanku memilih foto sup ayam ini, adalah karena aku narsis suka masak dan suka memotret, dan kebetulan juga cocok untuk mengarahkan pelajar memasuki topik tata bahasa yang akan dipelajari.

Selain itu, foto ini membuat aku dan siswaku jadi lebih dekat. Membuat mereka sedikit mengenalku. Setidaknya mereka jadi tahu kalau gurunya narsis, suka masak dan suka motret sembarangan. Ini penting lho buat membangun hubungan antara guru dan siswa. Bagaimana menurut Baltyrans?

Oke, sampai di sini dulu ceritaku. Selamat nge-sup juga ya!

 

Jinan, July 2011

I’m Coming Home…

30 Comments to "Masak Buat Jadi Guru"

  1. Meazza  23 July, 2011 at 18:34

    ELNINO: Haha, mudah2an, nanti kita kontak via JC saja. (jadi penasaran ma mbak Nino)

    ISK: Suka Mea? haha, koq suka, harusnya tidak suka karena Mea itu ngomongnya belepotan n nyerocos ga keruan haha…

    ILHAM: Bold????

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  19 July, 2011 at 19:00

    Senang ketemu Mea, Ilham, JC dan JC kecil si Leo. Ternyata hampir semua orang di sini adalah identitasnya jelas dan terbaca. Walau tidak, kita mengenalnya secara dekat.

    Keterbukaan ini bisa jadi baik dan jelek. Baik yang suka anonimitas, ID tidak perlu jujur. Orang tidak perlu tahu kita siapa, kita dimana, atau kita ini anjing ama manusia, orang lain tak boleh tahu. Bisa saja di kehidupan nyata kita berteman atau bermusuhan. Ternyata dia temen kita dalam dunia maya.

    Bisa dibilang baik, karena memudahkan kita berkomunikasi untuk jalur yang lebih dekat dan pribadi. Bisa bertemu muka dan sulit untuk tidak jujur. Bila ada kejadian yang berkaitan dengan aktivitas dunia maya, orang-orang yang terbuka ID-nya bisa saling bertemu. Makanya kalau ada acara di Baltyra pasti rame, karena sudah mengenal dan tidak bisa membungkus diri dengan mantel anonimitas yang serba rahasia.

    Dua-duanya baik, tinggal pilih saja mana yang suka…

    Kalau saya suka Mea.

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  19 July, 2011 at 18:55

    Mea BOLD.

  4. ilhampst  19 July, 2011 at 18:52

    Boldnya mestinya dikasih tekanan Pak Iwan, BOLD Hehehe

  5. IWAN SATYANEGARA KAMAH  19 July, 2011 at 18:50

    Mea cantik orangnya… cantik. Bold. Keras.

  6. elnino  19 July, 2011 at 18:37

    Berapa lama mudik Me? Mudah2an sempat ketemuan sebelum kamu balik ke China ya?

  7. Meazza  19 July, 2011 at 18:00

    ISK: buset dah, hahaha…. Yang jelas senang bisa ketemu om ISK!

  8. Meazza  19 July, 2011 at 17:58

    IMEII: ga cas cis cus dong kak,masih terbata2 iki, hehe

    LANI: mulai niy yg jadi komforrrr hahaha

    JC: makasih, yah begitulah resiko jadi bu guru hiks

    OM DJ, KAK IMEII, KAK LANI: lanjutin plesetannya haha

    BU GURU PROBO: Mesti banyak belajar dari bu Probo nih.

    SAW; duh jadi tersanjung, makasih

    KEMBANGNANAS: makasih mbak, silakan dicicipi masakan saya hehe

    T MOKEN: Sama2 Bu, justru saya tampilkan di sini biar kita di BALTYRA bisa tukar pikiran, bantuin saya cari ide2 segar buat mengajar.

  9. Meazza  19 July, 2011 at 17:51

    HAHA, baru onlen neh!

    SELOGIRI: sedep yah nmor satu

    SUMONGGO: ga bakalan OM, tenang aja, hehehe

    SU: halo Oma, silakan dicicipi hehehe

    LANI: bener Mbak’e, uji cobanya di sini

    ATITE: makasih, makasih.

    ELNINO: tau aja nih kalau kita muridnya gandalf, hhe

    NEVERGIVEUP: kangmas jahat!

    OM DJ: Makasih Om, salam buat tante mertua hehehe

    NUNUK: bU Nunuk apa kabar? lama tak bersua!

  10. IWAN SATYANEGARA KAMAH  18 July, 2011 at 08:28

    Baru kenal dengan nama penulisnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.