Mengamati Generasi Tua

Rina Серова IvaRksd

 

Salam persahabatan dari Rina Ivarksd di Russia…
Suka tidak suka…umur tiap tahun nambah mulu…uda jadi emak hal yang dihadapi berikutnya adalah menjadi tua dan kematian …entahlah mana yang datang duluan ke aku….hiks…

Untuk itu kebiasaaanku untuk mengamati muncul…mempelajari kehidupan adalah kesukaanku…topik pembahasan “Bagaimana jika aku tua nanti ? ” jadi salah satu renunganku.

Banyak manusia mengisi hari tuanya dengan beragam jenis jalan hidup….

Beberapa orang tua bisa berbahagia …anak anaknya berbakti, menyayangi mereka dan mengurus mereka dengan membiayai semua kebutuhan orang tuanya,  para manula tersebut bisa menikmati hidup sepenuhnya karena cinta dan materi/keuangan yang baik…

Sayangnya kebanyakan generasi tua banyak yang masih harus stress dan bekerja untuk bertahan hidup, anak-anaknya memiliki pola hidup yang “payah” masih terus menyusahkan orang tuanya dari urusan keuangan, anak hingga mantu yang nyebelin atau reseh.

Yang mengerikan banyak anak malah menyiksa ortunya dimulai dari kata-kata kasar dan menyakitkan hati, anak yang terus menerus mengeluh dan menyusahkan, memaksa keinginan misalnya soal uang/harta ampe tega menyiksa/mengusir ortunya seperti ada temen cerita di TV seorang anak tega naruh ibunya di rumah kaya kandang ayam, seorang anak tega menggadaikan harta yang dicari ortunya dengan susah payah dan membiarkan mereka hidup susah serta banyak cerita serem lainnya.

Yang menyeramkan bahwa “jodoh” si anak alias para mantu rata-rata adalah “Setan” yang merubah anak-anak mereka…cinta membuat para anak memlih menuruti keinginan istri/suami mereka dari pada berbakti/menuruti orang tuanya.

Saya kenal seorang wanita yang tega melarang anak-anaknya menemui neneknya yang sudah sakit-sakitan dan menangis kangen cucunya tapi si wanita itu terus menerus meminta harta si mertua…

Seorang pria malas ketemu keluarga pihak istrinya karena mereka tidak mampu dan menurut dia merongrong ..malas dia keluar uang untuk mertua dan keluarga istrinya.

Kesibukan dunia modern juga membuat banyak orang malas ketemu mertua/orang tuanya akhirnya menyesal ketika ortu/mertuanya mendadak dipanggil Tuhan sehingga jadi penyesalan seumur hidup. seperti satu kisah sedih seorang pria tua meninggal mendadak karena sakit jantung dan istrinya yang tua dan lumpuh ikutan meninggal karena tidak ada yang kasih dia makan, mayat mereka ditemukan beberapa hari kemudian teganya anak-anak mereka dan mantunya tidak mencheck keadaan mereka dalam jangka waktu lama, apa salahnya menelepon setiap hari atau sms sekali menanyakan kabar mereka.

Banyak cerita lainnya….baik yang menyenangkan atau menyedihkan…

Menghadapi orang tua baik ortu, mertua, keluarga dan sebagainya memang tidak mudah…masalah utama adalah perbedaan pola pikir….beda pendapat…semakin tua manusia juga cenderung jadi lebih sensitif, jadi lebih cerewet…lebih cari perhatian kembali seperti anak anak..beberapa menjadi sakit sakitan, jadi pelupa, jadi lemah… sehingga mulai menjadi beban hidup bagi yang muda.

Pertengkaran, perdebatan dan sebagainya mewarnai kehidupan generasi muda dan tua terutama jika tinggal satu atap…beberapa generasi tua emang punya “sifat” yang susah dirubah dan bikin emosi jiwa menghadapinya…

Untuk itu perlu kita yang muda bersikap “waras” walau tidak mudah…. ingat kembali semua hal baik tentang mereka jika emosi mulai datang…agama juga membantu kita untuk mengkontrol diri…ingat apa yang dilakukan ortu kita dari kita kecil hingga besar walau ortu kita ada kekurangannya atau suka bikin kesel tapi kalo didata kebaikan dan pengorbanan mereka dari kita kecil kagak kehitung banyaknya…

Gimana juga generasi tualah yang membuat kita ada di dunia ini, merekalah yang jadi sumber awal yang memberikan kita banyak informasi soal menjalani kehidupan dan sebagainya.

Banyak sahabatku …merasa sakit hati terhadap ortunya, pernah bertengkar hebat karena suatu hal dan sebagainya….. sehingga membuat keputusan memutuskan hubungan dengan ortu/mertua mereka.

Sebenarnya tidak akan ada istilah “bekas anak/cucu”… dengan berjalannya waktu ..cobalah lebih dulu memaafkan…jika hubungan generasi pertama dan kedua buruk paling tidak biarkan kasih sayang tetap terjalin digenerasi pertama dan ketiga….antara kakek nenek dan cucunya…

Hubungan saya dengan ortu dan mertua juga tidak sempurna tapi bertambahnya umur dan pengalaman hidup mengajarkan saya banyak hal…

Kebetulan aku punya keluarga besar yang banyak generasi tuanya, kebetulan pula ortu tinggal di perumahan pensiunan TNI AU jadi generasi tuanya segubrak…ampe ada temen ortu yang menjual jatah rumahnya karena bagi dia stress tinggal di kompleks pensiunan karena setiap “halo-halo” alias pengeras suara berkumandang dari tempat ibadah kebanyakan berita “duka cita” …satu persatu berguguran …hiks…itulah kehidupan…nunggu giliran kapan dipanggil…

Satu hal yang kusukai ditempat tinggal ortuku tidak hanya lokasinya yang enak …adem bahkan pagi jika tidak berkabut bisa liat pegunungan dan matahari terbit plus dekat ama beberapa pintu tol….yang utama adalah ortuku dikelilingi banyak orang yang dikenal sejak aku bayi…para tetangga di Halim dan teman-teman satu angkatannya si AURI…sehingga hati tenang …karena jika ada apa apa banyak orang yang akan membantu ortuku…salah satunya saat kebakaran di rumah ortu dan aku di Russia…tetangga dan sahabat orang pertama yang membantu ortuku…aku bersukur dan berterima kasih karenanya…

Tidak mudah meninggalkan ortuku dan merantau ke seberang lautan bawaannya kepikiran mulu…

Karena kalo ada apa-apa tidak bisa seenaknya terbang… selain penerbangannya yang memakan waktu seharian …harga tiketnya sangat mahal…bisa buat beli motor kata temenku he he…makannya terima kasih ada Hp dan internet bisa komunikasi rutin… apalagi pake webcam ortu jadi bisa liat cucunya secara langsung dan melihat  perubahan yang terjadi..cucunya makin besar…

Banyak orang bilang….ngapain kamu mudik mulu ke Indonesia ??? Mending keliling Eropa atau ke negara lain….???

Awalnya emang maunya gitu…tapi merenung bahwa ortu sudah beberapa kali sakit dan kesehatan papaku sudah kurang baik…semasa masih ada rejeki dan kesehatan akhirnya aku milih mudik ke Indonesia untung suami dan anakku juga suka…

Ngerinya banyak orang yang kukenal malas ketemu orang tua/nenek-kakek/mertua karena mereka dianggap menyebalkan/merepotkan/membosankan bahkan ada yang malas ketemu karena mereka miskin dan rumahnya tidak nyaman ditinggali. Aku kenal beberapa teman memilih tinggal di hotel karena menganggap tinggal di rumah generasi tuanya tidak nyaman sempit, kumuh dll. Mereka tidak memikirkan kesedihan generasi tua atas perlakuan anak/cucunya karena di Indonesia mau menginap di rumah seseorang adalah kehormatan/kebahagiaan walau pelayanannya sangat sederhana sekalipun… aku juga suka nginap di rumah ortu/kakek nenek/keluarga karena penghormatanku dan rasa sayangku pada mereka … bagiku tidak masalah nginep di gubuk sekalipun jika orang yang menawari nginep adalah orang baik dan kukenal.

Sudah hampir sebulan di Indonesia aku berkali-kali mau nangis… terharu melihat kebahagiaan ortuku mengisi harinya dengan ceria bersama cucunya yang baru satu….cucu yang dikangeni karena hanya bisa dilihat beberapa bulan saja dalam setahun…

Papaku yang tadinya tidak semangat untuk bergerak dan makan jadi semakin sehat, semakin mau banyak jalan dan gerak melatih kaki dan tangannya….semakin banyak makan karena rumah yang tadinya sepi cuma ditinggalin berdua karena adikku tinggal di warnetnya…jadi rame karena anakku.

Aku dan suamiku senang banyak di rumah karena uda males kemana-mana….panas dan macet bikin males ke tempat rame…

Satu hal unik bahwa …karena niat baik hendak menemui ortu…entah gimana Tuhan melimpahkan rejeki dari banyak sumber sehingga kami mampu mudik kembali tahun ini…aku yakin dengan niat baik …rejeki ada saja… apalagi jika ditambah doa doa dari ortu/generasi tua ….berkahnya akan semakin banyak…

Ayo teman jangan lupa rutin komunikasi sama generasi tua yang kalian sayangi yach karena kita tidak tahu kapan Tuhan memanggil mereka atau memanggil kita…nyesal kemudian tidak berguna….

Ingat kisah Malin Kundang dan kisah kisah anak durhaka lainnya baik dunia nyata/cerita dongeng atau ajaran agama … bisa disimpulkan…???

1. Carilah jodoh yang direstui ortu dan jodohmu menyayangi ortumu maka kehidupan rumah tanggamu akan bahagia dan tenang plus penuh berkah.

2. Jangan pernah malu sama asal usulmu, banggalah dengan ortu/mertua/generasi tua di keluargamu walau mereka memiliki kekurangan agar tidak jadi “karma buruk” jika kalian menolak/malu terhadap mereka.

3. Walau generasi tua menyebalkan/reseh/bikin susah dan lainnya cobalah mencari penyelesaian yang bijak karena ingat kembali semua hal baik yang mereka lakukan sejak kamu lahir ..jika bersabar dan berdoa…semua masalah akan ada penyelesaiannya …walau perlu waktu..

4. Rajinlah berkomunikasi sama generasi tua dan berhati hati bicara dengan mereka…kesedihan, kesepian, kemarahan, kebencian, kesengsaraan mempercepat generasi tua untuk menjadi sakit atau menghadapi kematian lebih cepat..

Semoga tulisan ini membuat sahabat melihat kembali ortu…mertua…nenek/kakek….generasi tua lain dengan lebih jelas…lihat fisik mereka…lihat cara makan mereka…lihat kesehatan mereka…lihat bagaimana mereka mengisi hari mereka….lihat bagaimana mereka bergerak…dan sebagainya …semoga menyentuh hati kalian dan meningkatkan rasa sayang dan perhatian…

 

14 Comments to "Mengamati Generasi Tua"

  1. rina  1 September, 2015 at 13:35

    Terima kasih sudah baca tulisan saya, terima kasih komentarnya, maaf baru online lagi disini. Setuju bahwa beda negara beda perlakuan terhadap generasi tua, juga sama halnya yang emmpengaruhi adalah beda jaman, beda lingkungan, beda budaya, dll. Dirussia banyak lelucon dan juga dunia kenyataan dunia nyata yang menggambarkkan “Yang paling ditakuti dan dihormati dirussia adalah “BAbuskha” nenek nenek russia “, biar preman sangar sekalipun mereka akan diam jika diomeli nenek nenek he he. Bersukur saya bisa lihat bagaimana menjadi tua di indonesia dan di russia sehingga bisa ambil sisi positive dari keduanya dalam memasuki usia tua. Semoga kita semua jadi manula yang sehat, bahagia dan dilimpahi banyak berkah baik. Sehingga kita tahan banting sampe usia berapapun yang dikasih Tuhan aminnnn.

  2. nu2k  16 July, 2011 at 15:53

    Tararengkyu dimas ISK.. Bisa ikut bangga punya sahabat seperti anda semua.. SUUUIt, suuuit, dimas JC. Nu2k

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  16 July, 2011 at 15:31

    Ini jg generasi tua yg tahu banyak masa lalu Tionghoa. Metro TV Sabtu 16 Juli 2011 pukul 10.49 WIB.

  4. nu2k  16 July, 2011 at 15:24

    Kangmas DJ, ha, ha, haaaa… Sama kalau para ahli specialish plastik bedah sudah merekayasanya… ha, ha, haaaa.. Aduuuhhh kok terus nggendheng seperti Nyai Kona… pasti yang dirasani sedang tidur.. Aq mau beres beres. Mau jalan sama sang gadisku..Dia mau ngajak makan Mie bakso di daerah pecinannya Brussel. Sudah dulu ya.. Nanti siang disambung lagi..
    Doe doei, nu2k

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.