Donald F.R. Sendow
Ada seorang lelaki yang berwajah tampan yang ketampanannya telah diakui di seantero negeri dan telah menjuarai hampir semua lomba yang mengedepankan ketampanan, selain itu lelaki itupun kaya raya karena itu ia pun menjadi angkuh dan sombong karena merasa dirinya hebat dan bisa mendapatkan segala sesuatu yang di inginkannya.
Suatu ketika sang lelaki tersebut ingin mencari wanita yang akan dijadikan pasangannya sebagai kekasihnya, sang pria mengajukan syarat bahwa wanita tersebut harus membuat dia penasaran.
Akhirnya dia pun membuat pengumuman dengan berbagai cara mulai dari iklan di koran, radio, televisi, sambai baliho besa-besar dipasang bahkan di dunia mayapun dipostingkan niatnya itu tentu saja termasuk di Baltyra ini.
Banyak sudah wanita baik yang masih gadis sampai yang sudah berumur dari berbagai latar belakang kehidupan mencoba peruntungan mereka tetapi semuanya harus pulang dengan kecewa karena tidak ada satu pun yang diterima entah apa gerangan yang dicari sang lelaki.
Suatu saat di pagi hari yang cerah tepatnya hari ke sebelas di bulan ke tujuh datanglah seorang perempuan untuk mencoba menjadi kekasih sang lelaki tampan dan kaya tersebut. Perempuan tersebut Bercadar…….
Sang lelaki heran melihat perempuan bercadar tersebut, dia bertanya-tanya bagaimanakah bentuk wajah yang tersembunyi di balik cadar itu….
Sang lelaki meminta untuk membuka cadar dan sang perempuan berkata, tidak akan membuka cadarnya dengan alasan apapun kecuali setelah 6 bulan kalo dia diterima.
Tergelitik akan rasa penasaran dan nurani yang terusik akan keputusan apa yang harus diambil karena di satu sisi lelaki ini ingin mengetahui apa yang terjadi di bali cadar tetapi di sisi lain dia tidak mau mengambil resiko menjalani hari-hari hidup sebagai pasangan kekasih dengan orang yang tidak jelas seperti ini.
Sang perempuan pun memohon dan meminta dengan sangat agar diberi kesempatan untuk bisa membuktikan bahwa dia bisa jadi pasangan si lelaki…..setiap saat baik langsung ataupun via sms dan telepon si perempuan selalu berharap, meminta dan memohon.
Akhirnya rasa penasaran dan kasihan melihat perempuan ini memenangi pertarungan batin si lelaki , dengan sangat berat hati dan sungguh terpaksa cuma karena ego dan rasa ingin memuaskan keingintahuannya maka dengan ogah-ogahan diterimalah si perempuan ini.
Sang lelaki berkata karena kamu sudah memohon-mohon dan meminta-minta maka aku terima dengan berat hati.
Perempuan bercadar menjadi kekasih sang lelaki mulai hari ini sampai enam bulan ke depan.
Akhirnya sang lelaki menjalani hari-hari hidupnya bersama perempuan bercadar tersebut, setiap kemana-mana dia selalu merasa malu karena melihat pandangan orang yang seolah-olah bertanya tanya mengapa pria setampan itu berjalan dengan perempuan yang memakai cadar? Apakah yang terjadi? Malukah perempuan itu dstnya.
Lelaki itu jelas menunjukan keengganannya bersama si perempuan apalagi di area publik tetapi sang perempuan setiap kesempatan bersama selalu menunjukan perhatiannya sebagai seorang kekasih walaupun selalu tidak dianggap.
Hari demi hari berlalu dengan rutinitas yang sama, sang pria merasa waktunya sangat lama berlalu menuju bulan ke enam sehingga dia segera dapat memuaskan rasa penasarnnya melihat wajah di balik cadar.
Sang perempuan tetap setia, baik menunjukan perhatian.
Akhirnya batas waktupun selesai, hari terakhirpun tiba.
Sang lelaki berkata akhirnya aku bisa bebas dari kamu, perempuan bercadar berkata enam bulan aku sudah berusaha untuk menjadi kekasihmu dengan melakukan yang terbaik tetapi engkau tidak pernah menghargainya, terima kasih sudah memberi kesempatan untuk menjadi pasanganmu, maafkan karena aku tidak seperti yang kau harapkan.
Di hari ini lanjut sang perempuan, seperti janjiku aku akan membuka cadarku.
Dan persis dihadapan sang lelaki, perempuan bercadar membuka cadarnya………
(Suasana sunyi senyap…keheningan terjadi beberapa waktu lamanya )
(Sang lelaki terperangah, terkejut, bengong seolah tak mempercayainya)
Apakah yang terjadi????
Di balik cadar sang perempuan ……di balik topeng-topeng kehidupan yang selama ini diperankan maka inilah deskripsi sang Perempuan bercadar :
“Wanita berkulit putih yang sangat mulus, dengan tinggi 169 dan berat badan 55, ukuran-ukuran yang sangat proposional, berwajah sangat cantik dan manis dengan senyuman yang sungguh menawan dengan rambut hitam bergelombang yang sangat indah, seolah-olah wajah dan tubuh yang diciptakan tanpa cela”
Sang perempuan berkata engkau sudah menepati janjimu enam bulan bersamaku dan aku sudah menepati janjiku membuka cadar ini.sekarang urusan kita selesai, aku mau pergi, selamat tinggal.
Sesaat sang lelaki terperangah dan mulai bermohon, meminta dan berharap agar si perempuan tak meninggalkan dirinya…..berhari hari…berkali-kali sang lelaki meminta, memohon dan berharap.
Sang Wanita berdiam……..menatap……
(Catatan kecil dari suatu sisi kehidupan)
“Hargailah orang yang memberi perhatian kepada kita sekecil apappun itu jangan sampai kita menyesalinya”\
July 17th, 2011 at 11:52
DONALD maaf3X…..aku dan mbak Nuk ngomong pake boso jowo…….dan udah OOT di lapakmu
July 17th, 2011 at 11:46
maaf…ngomongnya bahasa apaan ya?
July 17th, 2011 at 01:37
Lha panjenengan sing jik melek lan jik nang ngarepe komputer…Yo iku akibaté.. ha, ha, haaa…Nu2k
July 17th, 2011 at 01:19
MBAK NUK ya nih digigitin semut2 rang rang……….pating clekitttttttt……..gatel, panassssss………kudu diboreh pakai balsem cap macan jare ISK mbak……
lo, kok aku lagi tuh komen 26 hehehe
July 17th, 2011 at 01:17
Aduuuuhhh mbak SAW, wong ayu kok bercadar segala toch.. Bukankah keayuan itu juga harus dipertunjukkan pada sesama umatNYA….” Maunya tuh, mbak Nuk”: Kata jeng Lani……Ha, ha, haaa…Nu2k
July 17th, 2011 at 00:49
Tenan toch jeng.. Mbukak mak byaaakkkk.. Wooowww, semut-semut rang rang bisa mengerubuti anda berdua lho . Ha, ha, haaa, nu2k
July 17th, 2011 at 00:42
SAW 10……..aku jg ikut tergelak, emank bener dirimu KUMISAN? apa malah ditambah brewok-an??????
July 17th, 2011 at 00:39
MBAK NUK aku lagi disangkut pautkan……….hehehe……halah, aku dan DA sama mbak, wis bukak byaaaaaaaak
July 17th, 2011 at 00:34
Mbak DA, wanita dengan tinggi 169 cm dan berat 55kg.. Kalau menurut saya terlalu kurus..Pantas dia bercadar..Tapi terus terang, kalau saya berpas-pasan dengan orang bercadar ( dengan warna yang serba hitam atau biru tua) di jalanan yang agak sepi di Belanda timbul juga rasa……. Jangan-jangan…..
Sangat beruntung mbak DA tidak bercadar. Jadi mudah menebak yang mana yang namanya mbak DA… Tidak perlu membuka cadarnya satu demi satu. nanti rak saya panggilkan jeng lani untuk membantu membukanya…. ha, ha, haaa. Gr. Nu2k
.
July 17th, 2011 at 00:33
dewi,senyum itu simbol keindahan dan simbol menikmati hidup