Can’t Help Falling In Love

Enief Adhara

 

Siapa yang punya obat anti jatuh cinta ? siapa yang punya penangkal biar gak jatuh cinta ? menurut gw nggak ada ya ??? penjahat paling berbahaya aja bisa jatuh cinta. Tapi memang kadang beberapa orang berharap dapat menghindari jatuh cinta, I was one of them.

Caranya ? Ya selalu membuat batasan, membuat agar sosok yang intend dengan kita itu selalu biasa, tak ada yang istimewa, sepertinya mudah ya ?? Namun saat waktu terus berputar hati siapa yang bisa terus terusan SIAGA 1 agar tidak kecolongan ? Tidak kemasukan benih cinta ? yang ada capek menipu diri sendiri, menghindar kalau perlu berubah sikap agar ia menjauh, I was one of them.

Cinta ….. ada yang memahaminya sebagai ikatan tiada tepi, mau makan lapor, mau tidur lapor, mau jalan lapor kalau perlu mau berak juga lapor. Waktu diserang cemburu segala ultimatum penuh ancaman dengan alasan yang seolah benar ” aku gini karena gak mau kehilangan kamu ” dan saat gw mendengar itu gw cuma bilang dengan emosi ” T**k kucing ! ” and it wasn’t me !

Eiittt jangan bilang mulut gw kasar ya ? Masalah gini crucial buat seorang Enief Adhara, itu lah orang orang yang give love a bad name. Nasty banged saat gw tau ada orang yang pacaran dan sibuk saling larang, saling pantau dan saling-saling yang gak perlu, saat tau yang satunya melanggar maka meledaklah perang dunia ke 100. Sangat gak percaya diri. Jangan salahkan cinta ……… itu salah kita sendiri yang bertopeng cinta demi ego kita dan menjadi sebuah obsesi.

Relationship aren’t always about being happy, mana ada sih happy yang tiap menit ? Tiap jam ? Terlalu naif deh. So buat apa takut jatuh cinta ? Toh seperti apapun kita ‘bersembunyi’ cinta selalu berhasil menemukan kita, yup selalu menemukan. So enjoy yourself saat cinta mengetuk pintu hatimu, nikmati tanpa syarat, buatlah seolah itu cinta pertama yang pernah ada dalam hidupmu. Saat kita membutuhkan dan dibutuhkan seseorang bukan berarti kita bebas dari rasa luka, marah, kesal dll misalkan dia lupa ultah kita, dia males pake deodorant, dia ga notice sama potongan baru rambut kita etc TAPI semua hanya untuk sesaat karena berikutnya kita memaafkan, memaklumi dll, dijamin kalau kita tidak butuh orang tadi …. jelas kekurangan tadi atau kekurang yang ada didirinya menjadi begitu mengganggu dan terasa menghukum kalbu.

Membutuhkan dan dibutuhkan seseorang bukan berarti menguasai, dikuasai dsb, membutuhkan dan dibutuhkan adalah saat kita bisa bersama dalam segala situasi tanpa kehilangan kemandirian dan potensi kita sebagai individu yang merdeka tanpa beban dan prasangka …. tentu dengan rasa bahagia dan aman.

Beberapa orang mengalami krisis kepercayaan,bukan akibat rasa ragu pada orang lain yang mereka kenal,tapi justru apa yang diri mereka harus yakini sebelum bertindak, percaya diri dalam mencintai dan dicintai, mau elo gendut, kurus, atletis, cungkring, jelek, cakep, bego, pinter blah blah loves don’t care …. cinta itu hak tiap orang dan cinta itu hanya mau menyatukan hati yang memang seharusnya disatukan artinya kalau dasarnya tak bisa jadi satu ya kelak akan berpisah demi menemukan kepingan hati yang sebenarnya. You can’t stop being who you are because you’re afraid.

“Relationship aren’t always about being happy, bagi gw saat mengenal seseorang, bagaikan mengunyah permen karet akan selalu manis sampai gigitan ke sepuluh, namun tantangan bagi gw adalah justru ketika permen itu mulai terasa hambar dan menjadi pahit, maka akan gw ludahkan atau justru terus bertekad untuk mengunyahnya”

Percayalah, gak ada yang mampu dan sanggup menghindari jatuh cinta ……

Wise men say,
Only fools rush in.
But, I can’t help
Falling in love with you.

Shall I stay? Shall I say ?
Would it be a sin,
If I, I can’t help
Falling in love with you?

 

9 Comments to "Can’t Help Falling In Love"

  1. J C  18 July, 2011 at 13:48

    Que sera, sera…whatever will be, will be lah…

  2. Dewi Aichi  17 July, 2011 at 21:52

    Sepakat sama komentar Silvia,

    Ngga usah dihindari, justru dihadapi saja, sebagai bagian dari cerita hidup.

  3. Linda Cheang  17 July, 2011 at 16:30

    ya, memang jangan takut untuk jatuh cinta, tapi takutlah kalau ketika mencintai seseorang itu malah membuat kita jadi tidak lagi terbuka dengan alasan-alasan yang basi, hehehe.

    Vive d’Amour!

  4. Dj.  17 July, 2011 at 16:14

    Untung Dj. tidak suka permen karet dan tidak suka coklat.
    Tidak minum kopi, tidak minum alkohol, tidak suka mencuri, tidak suka main perempuan.
    Hanya satu yang Dj. sika…… BOHONG….!!!! Hahahahahahahaha….!!!!

  5. Lani  17 July, 2011 at 10:13

    oh, habis manis sepah dibuang……….heheh baru aja inget

  6. Lani  17 July, 2011 at 10:13

    ngintil SU se77777……malah sambil senyum2 sendiri…….ada yg kecut asem…….ada senyum geli, tertawa dihati dan bilang mmmmm…..mmg ini jg pernah kualami…..lah teori permen karet????? apa pulak ini? tp ya ada benernya, jd ingat peribahasa yg ada kata sepah dibuang gitu……..sapa yg bs bantu kelengkapan peribahasa itu yak? udah lupa nih……..

  7. nu2k  17 July, 2011 at 09:28

    Goedemorgen. Teruuuuusss, seandainya teori permen karet benar. Bagaimana dengan seseorang yang tidak suka permen karet tapi sukanya dark chocolate? Kira-kira dia pernah jatuh cinta enggak ya?
    Kangmas DJ, kados pundhi meniko teori permen karetipun? Pastinya kangmasku yang satu ini senang sekali mengunyah permen karet dong ya… Ha, ha, haaaa. gr. Nu2k

  8. Sumonggo  17 July, 2011 at 08:37

    Kesimpulannya, jatuh cinta itu seperti permen karet, selesai dikunyah jangan dibuang di sembang tempat, lengket …………

  9. SU  17 July, 2011 at 06:57

    Setuju dg inti tulisan ini.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.