Penjaga Cinta

Donald F. R. Sendow

 

“Ceraiiiiii. . . . . ceraiiiiii. . . . . sekarang kita cerai saja”, teriak seorang istri dengan penuh emosi.

Suara lembut dari sebuah siaran radio terdengar :”Cinta jangan pernah kau coba pergi, karena disini ku butuh kamu, Cinta jangan pernah kau coba lari, karena disini ku ingin kamu. . .
Aku tak bisa bayangkan bila kau tak ada di sini, aku tak habis pikirkaan bila kau tak lagi temani aku”‘KOTAK”Lagu ini menginspirasikan saya untuk mengintospeksi posisi rasa cinta terhadap pasangan saya juga terhadap rasa sayangnya kepada saya. Terkadang dalam mengarungi samudra kehidupan ini kita menemukan atau memasuki situasi perasaan dimana rasa cinta dan sayang kita meluntur.

Seolah-olah persoalan persoalan kehidupan mengkandaskan rasa yang telah dibangun dengan susah payah di atas ikrar suci dan janji setia.

Cerai terkadang juga menjadi kata pamungkas ketika problema hidup tak menemukan jawaban rasional dan logika kebaikan lagi, maka cerai, putus, pisah adalah satu satunya langkah terbaik, keputusan final.

Bukankah seharusnya rasa cinta itu dijaga? Agar tidak memudar dan akhirnya pergi?

Setiap waktu aku selalu memposisikan diriku sebagai penjaga cinta (bukan Penjajah Cinta). . . menjaga cinta kita agar “Dia” tak pergi agar “Dia” tak lari.

Rasa sayang yang tumbuh harus tetap dikawal dengan serius dan sungguh sungguh, serta selalu mengingat  menjadikan awal kita ketemu, awal rasa cinta itu hadir, awal kita mengatakan I LOVE YOU atau awal kita berikrar sehidup semati sebagai dasar, landasan titik awal yang permanen untuk hari ke hari, bulan ke bulan bahkan dari tahun ketahun kita menjaga rasa cinta itu.

“Delapan belas tahun, tiga bulan dan empat belas hari  yang lalu aku ketemu kamu, hari ini aku tak bisa bayangkan bila kau tak ada di sini, aku tak habis pikirkan bila kau tak lagi temani aku”

Doaku tiap hari agar yang Kuasa selalu memberi kemampuan agar selamanya aku tetap kuat dan setia menjadi penjaga cinta.

“Serius dan sungguh sungguhlah, setiap hari terus menerus untuk tetap setia  menjadi penjaga cinta kita” (Donald Sendow)

 

74 Comments to "Penjaga Cinta"

  1. DS  22 July, 2011 at 07:31

    moken yang lany bilang jodoh di tangan Tuhan itu betul bgt aku menrasakannya sekaipun pacaran pacaran jadinya dengan orng laen juga…

  2. DS  21 July, 2011 at 19:24

    lany sukses mendapatkan penjaga cinta….

  3. DS  21 July, 2011 at 19:21

    lany sukses mencari atau mendapatkan penjaga cinta lahhhh

  4. Lani  21 July, 2011 at 11:09

    T. MOKEN : aku percaya masalah jodoh ada campur tangan Tuhan! hehehe…….desperate men…….wokeh boooooo! hahaha….jd geli sendiri……mmg bener banget tuh

  5. T.Moken  21 July, 2011 at 10:43

    Lani, repot kalau yang asal comot saja karena tidak banyak mengetahui tentang siapa partner kita. Tapi saya percaya lho, bahwa ada campur tangan Tuhan dalam mendapatkan jodoh . Mudah-mudahan Itsme tidak membaca komentar saya karena saya tidak bisa menjelaskannya.

    Lani, berdoalah dan berusahalah selalu (Ora et Labora) agar Tuhan berkenan mencarikan orang yang baik dan cocok. Saya percaya masih banyak desperate men looking for good women.

  6. Lani  21 July, 2011 at 10:35

    T. MOKEN: betoooool zaman tehnologi jodoh bs didpt lewat jalan apa saja hehehe…..se77777 jgn asal comot/samber aje…..

  7. T.Moken  21 July, 2011 at 10:20

    Lani, Northwest masih ada.Jika masih ada niat berumah tangga, tentu bisa. Jaman sekarang mencari jodoh melalui internet , kalau jaman dahulu mencari jodoh melalui sahabat pena.

  8. Lani  21 July, 2011 at 09:49

    DA……awas jaga gawangmu……woiiiiiiiiii

  9. Lani  21 July, 2011 at 09:48

    DONALD no bebek…..apanya yg sukses????

  10. DS  21 July, 2011 at 09:30

    sukses ya lany

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.