Balestier Road Hoover Rojak

SU – Bumi

 

Setahu saya semua orang Indonesia yang saya kenal, suka dengan yang namanya rujak.  Baik itu rujak bebeg (bebeg = tumbuk. Rujak yang bahan-bahannya ditumbuk sampai agak halus dan dulu sih hanya dijumpai di daerah Jawa Barat).

Nah kali ini yang saya mau perkenalkan adalah salah satu rujak yang terkenal dari Singapura. Chow Yun Fat kalau sedang mengunjungi mertuanya (istrinya dia adalah orang Singapura) kadang datang mengantri sendiri loh untuk membeli rujak ini.

Balestier Road Hoover Rojak (orang Singapura menulis rujak dengan rojak) ini terdiri dari buah-buahan segar seperti nanas, timun, bengkuang (terkadang dia menyelipkan apel hijau sebagai pengganti mangga muda), mangga muda, cakue, potongan ubur-ubur, toge rebus dan  telur pitan(dengan tambahan biaya tentunya. Suami dan saya tidak suka dengan telur pitan, jadi tidak pernah memesan versi ini) dan diberi potongan kulit jeruk kalamansi dan juga kecombrang.

Semua bahan tadi dicampur dengan saus petis udang dari Penang. Yang jual juga orangnya ramah, jadi kami senang membeli di sini. Walaupun memang seringnya harus ngantri. Antrian ini seringnya tidak putus-putus.

Sayangnya cakue di sini tidak dipanggang dulu. Kalau dipanggang dulu kan lebih enak. Garing-garing kriuk begitu.

Kalau pas ke Singapura, cobain deh mampir sini. Letaknya memang tidak di daerah turis. Tapi di sini ada hotel-hotel yang bersih dan ramah kantong, seperti  http://www.aqueenhotels.com/; http://www.valuehotel.com.sg/

Di sini juga daerahnya nasi ayam…..Loy Kee dan Boon Tong Kee. Buat suami dan saya Boon Tong Kee sudah tidak seenak dulu lagi. Tapi untuk review mengenai nasi ayam jangan dibahas di sini deh ya……:)

 

Balestier Road Hoover Rojak

Blk 90 Whampoa Drive
Whampoa Food Centre, Kios no 01-06
Singapore 320090
10.30pg to 9.30malam setiap hari
Tuesdays 10.30am to 6pm

 

75 Comments to "Balestier Road Hoover Rojak"

  1. Handoko Widagdo  6 August, 2011 at 15:47

    Boleh ikut mencicipi rujaknya? Salam dari Geylang

  2. EA.Inakawa  31 July, 2011 at 01:48

    pasti sukalah SU…..rujak bikin mata terbeliak segarrrrrrrrr,pedas manis dan kepalapun terasa berkeringat. mak nyusssssss. Tapi terus terang makan rujak di Singapura belum pernah,ntar deh saya suka transit disana saya cb cari di airport. Thx yaa. salam baik

  3. SU  24 July, 2011 at 14:01

    Selamat buat DA. berhasil merebut kembali no kamar nya. Hihihi

  4. SU  24 July, 2011 at 13:09

    Pak Djoko, kalau dikeluarga saya biasa bikin petis kangkung itu pakai jambu batu muda diiris2 (sedikit saja ya) terus dibebeg sama sedikit bawang putih, terasi, air asam jawa/jeruk kalamansi, cabe rawit, petis udangnya, dikasih kecap manis/gula jawa sedikit. Lalu kangkung yg sdh direbus dan ditiriskan di campur ke bumbu tersebut. Biasa makannya ditemani dengan kerupuk mie kampung. Disini tidak ada pisang batu. Kalau petisnya sih banyak.

    Tapi saya mengerti ada juga yg bikin petis kangkung tidak pakai pisang batu.

  5. SU  24 July, 2011 at 13:04

    Linda: maksudnya Niqqi’s the cheese prata shop mungkin ya. Belum pernah cobain, Lin. Dulu kami berdua sempat tergila2 makan prata. Tiap bulan pasti makan prata. Pas masuk usia 30-an mulai mengurangi. Cuma pas hamil anak ke2, saya tiap minggu kudu makan roti prata. 2 yang polos dan satu yg keju. Masuk bulan ke 7 suami teler makan prata sebagai sarapan. Hahaha……..Jadi dia cuma lihat saya makan prata dan buat dia sendiri dia makan yg lain

    Untung anaknya ga seperti orang India Kalau ga berabe nti disangka macam2 pula

    Lani, komen no 57: Hahaha………Enak nya makan daun2an….ga menggemukkan

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.