Tosodimar: Komunitas Warna Warni Yang Menaruh Perhatian Pada Pendidikan Anak

Ucique Klara

 

TERINGAT HARI ANAK NASIONAL 23 JULI 2011

 

Apakah  anda salah satu dari orang-orang yang tidak hafal peringatan hari besar nasional? Kita bisa bisa masuk dalam satu kelompok, karena setelah saya menonton televisi dan membaca artikel yang menjadi fokus di beberapa situs berita online baru saya tahu kalau tanggal 23 Juli adalah Hari Anak Nasional. Kalau Hari Kartini identik dengan hari berkebaya nasional, lantas  apa sebenarnya esensi dari hari peringatan Anak Nasional?

Kita perlu merefleksikan pada diri sendiri apakah implementasi hak-hak anak bukan hanya teori hitam di atas putih yang sekedar menjadi materi pembicaraanyang bersifat retorika, bahan presentasi, diskusi dan komitmen pada pertemuan-pertemuan tingkat regional, nasional, provinsi dan kabupaten/kota? Sudahkah anak-anak kita diberikan dan dipenuhi hak-haknya?

Sekilas tentang Hari Anak Nasional yang tahun 2011 ini mengambil tema: “Anak Indonesia Sehat, Kreatif dan Berakhlak Mulia”.

Hak-hak anak diatur dalam Konvensi Hak-Hak Anak yang disetujui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 20 November 1989 dan telah ditandatangani oleh Pemerintah Republik Indonesia di New York pada 26 Januari 1990. Konvensi hak anak telah disahkan melalui Keputusan Presiden No. 36 tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on The Rights of The Child.

Ada 4 prinsip dasar hak anak yang terkandung di dalam Konvensi Hak Anak, yaitu:

  1. Non-diskriminasi
  2. Kepentingan yang terbaik bagi anak (setiap anak berhak mendapatkan yang terbaik)
  3. Hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan
  4. Penghargaan terhadap pendapat anak (setiap anak berhak untuk dihargai pendapatnya dan diberikan kesempatan untuk berdiskusi/tanya jawab)

Berawal dari perbincangan antara sahabat yang sama-sama menaruh simpati pada kehidupan social anak di Manggarai, berbagai keinginan dan harapan pun muncul. Lantas, ide untuk membantu pendidikan anak kurang mampu menjelma menjadi kesepakatan akan lahirnya sebuah komunitas yang menaruh perhatian pada pendidikan anak. Komunitas TOSODIMAR, begitulah nama yang dipilih secara aklamasi. Secara harafiah Tosodimar (Manggarai) berarti pelangi. Pelangi diibaratkan sebagai jembatan dari titik bumi yang satu ke titik seberang. Mejikuhibiniu-warna pelangi yang cerah ceria adalah gambaran ideal kehidupan anak-anak yang penuh warna keriangan, harapan dan pemenuhan kebutuhan yang layak; termasuk hak akan pendidikan. Tapi tidak semua anak bisa dengan mudah menggapai cita-citanya.

Komunitas Tosodimar dibentuk pada tanggal 3 April 2011 merupakan komunitas pertemanan yang member perhatian pada anak-anak dari keluarga miskin yang tidak dapat bersekolah karena alasan  ekonomi. Tiga perempuan yakni Ansi, Lila dan Tati bercita-cita agar setiap anak memiliki kesempatan untuk bersekolah. Sebulan setelah pembentukannya, anggotanya bertambah empat orang lagi:  Rm. John Boylon, Leo Nyoman (Flores Exotic Tours), Inggrid dan Ucique. Jejaring ini terus terajut sehingga beberapa sahabat di sekitar ikut bersumbangsih dengan daya dan caranya masing-masing. Semua orang bisa ikut bergabung menyumbangkan warnanya sendiri untuk pelangi yang makin lebar dan kokoh.

Tosodimar tidak hanya menyediakan bantuan keuangan untuk pendidikan anak-anak dari keluarga miskin tetapi memberikan motivasi bagi anak-anak dari keluarga miskin dan orang tuanya untuk mendapatkan dan atau melanjutkan pendidikan formal di sekolah. Memberikan bantuan pribadi serta mengumpulkan dana dari para donatur adalah bagian dari misi demi dunia anak yang cemerlang dan berwarna warni serta memiliki masa depan yang baik.

Umur jangung bukanlah halangan dari Tosodimar untuk segera mengambil tindakan nyata. Dalam waktu dua bulan dana yang diperoleh cukup untuk merekrut seorang anak dari keluarga tidak mampu secara finansial untuk melanjutkan pendidikannya yang hamper saja terhenti di jenjang Sekolah Dasar. Meski bervisi agar anak-anak keluarga miskin bisa mendapatkan pendidikan formal, namun ada beberapa kualifikasi yang harus dipenuhi agar bisa menjadi anak asuh. Semangat belajar, prestasi dan harus tinggal di asrama (jika orang tuanya jauh, misalnya di kampung dan sekolahnya di Ruteng) adalah faktor yang juga diperhitungkan Tosodimar.

Calon anak asuh Tosodimar yang pertama benar-benar patut untuk mendapatkan bantuan, namun ibu sang anak  menolak mentah-mentah niat baik Tosodimar. Sang ibu yang adalah janda dengan tiga anak dengan kehidupan ekonomi yang sangat memprihatinkan menginginkan agar dana bantuan dikelola sendiri dan anaknya diberi HP agak bisa dikontak. Meski sudah sang ibu sudah diberi pengertian, namun akhirnyaTosodimar memutuskan bahwa kesempatan ini harus dialihkan pada calon lain.

Adalah  Yosefa Dandor-seorang anak berprestasi hanya berharap bisa memiliki kesempatan untuk belajar di SMP akhirnya bisa riang gembira memulai tahun ajaran baru di SMP Fransiskus Ruteng. Putu, -nama kecilnya- saat ini masuk asrama dan terus dalam pengawasan pengelola Tosodimar setelah melewati beberapa tahap diantaranya pengenalan dan pertemuan dengan orang tua serta diwawancarai langsung oleh Tosodimar.

Putu, 12 tahun- adalah anak pertama dari 4 (empat) bersaudara, tinggal di desa  Satar Lahing Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Putu  yang  berkemauan sekolah tinggi  menyelesaikan  Sekolah Dasar di  SDK Lalang. Ia ingin sekali melanjutkan sekolah di tingkat SMP dan kalau bisa di SMA dan Perguruan Tinggi. Orang tua Putu sangat ingin memenuhi harapan anakknya bersekolah hingga perguruan Tinggi. Mereka bertekad bekerja keras untuk  maksud itu. Setiap hari ayahnya berjalan kaki  kurang lebih 3 jam dari tempat tinggal menuju perhentian kendaraan umum (melewati sungai Wae Musur) untuk selanjutnya kurang lebih 20 menit berkendaraan menuju Borong.  Dengan penghasilan  sejumlah Rp 750.000/bulan  ayahnya  membesarkan anak-anaknya dan berniat menyekolahkan anaknya setinggi mungkin.

Dalam perjalanan menuju bulan ketiga, ada beberapa donatur bahkan dari luar negeri yang turut mengambil bagian dalam kepedulian akan pendidikan anak. Pengurus Tosodimar  memberikan laporan secara berkala yakni setiap enam bulan mengenai perkembangan anak asuh, donasi dan pembukuan dana kepada donator dan seluruh anggota Tosodimar. Harapannya Pelangi ini akan kokoh dan makin menjangkau anak-anak mungkin kehilangan asa untuk bersekolah.

Saya yakin banyak di antara kita yang peduli dan mendukung cita-cita nan luhur ini. Dukungan tidak selalu dalam bentuk material, namun akan sangat diapresiasi karena bisa langsung disalurkan. Anda juga bisa peduli dan memilih warna apa yang anda suka untuk pelangi harapan bagi anak-anak sehingga memperoleh haknya dalam pendidikan. Tosodimar adalah komunitas yang terbuka bagi siapa saja dan akan terus memupuk visi dan misi sehingga fokus akan penelitian, pendidikan dan beasiswa kepada anak kurang mampu tidak hanya berhenti pada harapan dan ide semata tapi pada tindakan nyata.

Anda bisa melakukan sesuatu untuk pendidikan anak Indonesia, apapun caranya, wadah atau hal sekecil apapun selagi tulus dan luhur tentunya akan membawa kepada hal besar lain untuk kehidupan yang lebih baik.

 

PS: Komunitas Tosodimar menerima sumbangan dan keanggotaan baru untuk tujuan membantu pendidikan khususnya bagi anak putus sekolah.

Yang berminat menyumbang sebaiknya langsung kontak dengan Ucique dengan meninggalkan pesan di Komentar.

 

7 Comments to "Tosodimar: Komunitas Warna Warni Yang Menaruh Perhatian Pada Pendidikan Anak"

  1. ucique Klara  25 July, 2011 at 20:29

    @james n mbak lani: thanks
    @mbak nunuk: hahaha i am female iya mbak kalau kan di tempat2 calon anak asuhnya belum tentu ada SMP atau SMA, nah biasanya harus datang ke kota kabupaten (Ruteng). Nanti akan dicarikan sekolah ASmara yg memang 1 paket sama sekolahnya, sehingga bisa mendukunh pendidikan yg diterima di sekolah. Biaya asrama sdh masuk dlm bantuan yg diberikan.sy salut juga dengan mbak dkk yg pernah melakukan hal yg sama…. bukan soal besar kecilnya tapi niat tulus yg mewujud nyata justru yg paling penting hehe ini baru awal..semoga universe mendukung niat baik ini dan tosodrimar bisa bertumbuh..

  2. J C  25 July, 2011 at 12:49

    Ucique, berapa banyak yang masih ingat Hari Anak Nasional? Terus terang aku sendiri tak ingat… kalau tidak baca artikel ini. Sukses terus dengan TOSODIMAR ya…

  3. Linda Cheang  24 July, 2011 at 13:55

    Halo Ucique, mungkin kelak satu saat kita bisa kerja sama.

  4. Dj.  23 July, 2011 at 16:19

    Mbak Klara….
    Terimakasih untuk informasinya….
    Jujur, memang banyak kumpulan yang ingin membantu anak-anak dari keluarga miskin.
    Satu hal yang sangat mulia…..
    Sayang banyak yang berhenti ditengah jalan atau menyalah gunakan hasrat yang mulia tsb.
    Olehnya Dj. berharap, semoga ” TOSODIMAR ” bisa semakin maju dan banyak anak-anak dari keluarga miskin yang tertolong. Juga anak-anak jalanan, boleh menikmati masa kanak-kanaknya dan bahkan boleh bersekolah.
    Semoga banyak uluran tangan kasih untuk anak-anak dari keluarga miskin.

    Selamat berjuang demi kemakmuran anak-anak.

  5. nu2k  23 July, 2011 at 15:13

    Dear mbak / mas Ucique, suatu langkah yang sangat terpuji dan sangat besar dampaknya bagi masa depan yang ada. Satu keputusan yang tepat untuk TIDAK memberikan dananya langsung pada kedua orang tua si calon penerima, melihat sikon ekonomi yang ada. Yang saya inginsedikit tanyakan adalah hal mengenai ASRAMA. Maksud anda anak penerima “Bea siswa” dimasukkan ke Asrama (betul-betul asrama) atau hanya dititipkan pada keluarga yang memimiliki kamar berlebih dan tinggal dekat dengan sekolah yang bersangkutan. Saya mungkin agak terkebelakanng mengenai hal Asrama yang ada di kota anda….Maaf…Lalu mungkin ada perinciaannya berapa besar kira-kira biaya yang diperlukan untuk si anak kalau dia masih di sekolah SD, per tahunnya… Kami secara kecil-kecilan pernah melakukannya… Dan kami bisa langsung memberikan biayanya pada ortu anak (sepengetahuan Sekolah) sampai lulus SMA (ambil les Inggris) dan bekerja…. Belum ada artinya apa-apa kalau dibandingkan dengan uluran tangan yang sudah dan sedang anda lakukan… Semoga berhasil dengan gemilang. Salam, Nu2k

  6. Lani  23 July, 2011 at 14:42

    runner-up maning ngintil si James hahahaha

  7. James  23 July, 2011 at 13:34

    O n e

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.