Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
UMAT Islam sangat sederhana cara berpikirnya, termasuk mengartikan bahasa hukum agama mereka dengan letterlijk (apa adanya sesuai kata). “Sebarkan salam di antara kalian” pesan Nabi Muhammad (damai untuk beliau), diartikan secara kerdil sebagai memberikan sapaan salam. Padahal maknanya salam (damai) sangat luas, tak semata memberi salam berupa sapaan (salutation), tetapi tingkah laku anarkis terhadap sesama umat Islam dan umat lain seperti selama ini diperlihatkan secara jelas.


.jpg)

Posted by
ISK
Sunday, 24 July 2011 on 09:11.
Categories: Diversity.
Follow the comments to this article via the RSS 2.0.
July 25th, 2011 at 15:00
Yu, memang enak dikekeep..tanya Anoew. Apalagi dikekeep pake “karbit”, cepet mateng…. hahahaha…
July 25th, 2011 at 14:58
ISK dikekep????? wah wis suwe je dadi kangen kekepan………wakakak iki betol2 OOT……
July 25th, 2011 at 14:55
Bener ‘kan Linda, nggak semuanya yang ada itu baik… makanya di keep sama admin. Kalauaboso Jawanya,, dikekeep (dari kata keep).
Kamsiah
July 25th, 2011 at 14:54
Mas Han..bener Itsme gentle. Meski dia mengakui kebenaran orang lain. Namun caranya aja. Biasalah “benturan budaya” ada dimana-mana. Kadang sama Om Itsme sering “berkelahi” untuk hal sebenarnya tidak penting.
Hahahaha…
July 25th, 2011 at 14:52
Suka dengan komentar #90 dari Vie. istilah “colour blind” sangat bagus.Sebagai copywriter, saa suka sekali dengan istilah untuk memerangi racism.
Kamsiah Vie….
July 25th, 2011 at 14:48
Mas Iwan, Itsme itu walaupun dogmatis tapi jentel, berani mengakui kebenaran yang ditunjukkan orang lain.
July 25th, 2011 at 14:47
Linda, kalau komentar ‘ajaib’ masih mending, kalau yang tempo hari kadar ‘keajaiban’nya sungguh di luar kepatutan…jadi makanya mending jangan lah…
July 25th, 2011 at 14:46
Shalom aleichem Linda… ya hahahaha….mungkin ada pertimbangan lain, yang kadang saya sendiri tak paham. pasti lah ada green line antara admin dan pembaca. Dimana-mana gitu…
July 25th, 2011 at 14:45
Mas Han..Itsme memang dogmatis absolute tetapi tonality (irama berkomunikasi) liar dan wild, karena liberal menyediakan cara itu untuk mengikuti paham itu…
Hahahaha…
July 25th, 2011 at 14:43
mu’alaikum salam, aleichem shalom, Pak ISK.
masih untung Pak ISK bisa dikirimi salinan komentar – komentar yang “ajaib” oleh moderator. Saya pernah minta dikirimi juga, ketika satu artkel saya dikomentari “ramai” karena ada komentar bagus dari Romo Budiman, eh, moderatornya malah emoh kasih, hahaha…