Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
UMAT Islam sangat sederhana cara berpikirnya, termasuk mengartikan bahasa hukum agama mereka dengan letterlijk (apa adanya sesuai kata). “Sebarkan salam di antara kalian” pesan Nabi Muhammad (damai untuk beliau), diartikan secara kerdil sebagai memberikan sapaan salam. Padahal maknanya salam (damai) sangat luas, tak semata memberi salam berupa sapaan (salutation), tetapi tingkah laku anarkis terhadap sesama umat Islam dan umat lain seperti selama ini diperlihatkan secara jelas.


.jpg)

Posted by
ISK
Sunday, 24 July 2011 on 09:11.
Categories: Diversity.
Follow the comments to this article via the RSS 2.0.
July 26th, 2011 at 00:40
yah ampun… hampir sy order fokusnya di tengah2 (d bawah eye level)… makasih masukannya, mas… abis klien-ku terserah2 aja kl ditanya
nti kl sdh jd sy ajak mas Iwan & temen2 Baltyra yg mau sholat di sana (posisinya di Lembang, Bandung)
sbetulnya sdh hampir jd, tinggal finishing2 kecil… awalnya itu mushola keluarga, tp krn kapasitasnya agak besar & letaknya d pinggir jalan, warga sekitar minta itu dijadikan mesjid (pdhl gak besar loh)… nti tarawih pertama minta kl bs sudah bs dipake… walah! gmn cerita, skrg blm beres begini…
salam…
July 26th, 2011 at 00:34
Mungkin kamu gak suka Atid dengan gaya Zaha Hadid, temennya Donna Karan. Aku suka gaya arsiotektur dia. Futuristik tapi gak kaku dan sangat humanis. Pabrik BMW dia rancang, sehingga orang bisa melihat BMW dibikin kayak Bread Talk.
July 26th, 2011 at 00:31
Oh iya Tid, jangan terlalu terbawa arus dengan model mesjid sekarang, Sekali-kali bawa dong angin segar dengan arsitektur modern untuk masjid, kayak Ir Silaban yang bikin Istiqlal. Itu bangunan angun yang kaku dan gigantik serta low budget. Gak perlu cat, AC dan perawatan mahal kayak St Peters.
July 26th, 2011 at 00:28
Kalau untuk mihrab sebaiknya cari bentuk ornamen yang tunggal, Artinya ada satu titik visual yang menjadi fokus. Beda dengan saat menghias kubah dibaliknya, itu harus grande dan circus dengan pernak pernik ornament.
Pokoke kalau mihrab harus simpel dan punya satu titik yang kuat.. Mihrab itu kan sebenarnya untuk menggaungkan suara, agar suara di iman, bisa terdengar cukup keras dengan pantulan bentuk setengan lingkaran atau mendekati itu.
Usahakan cari bentuk kata “Allah” yang menjadi fokus. Jika ingin meletakkan kaligrafi harus diatas lho, diatas eye level. Jangan dibawah atau sejajar dada.
July 26th, 2011 at 00:22
waduh serem betul tambahan di blkg nama sy??

sy lg browsing2, lg bikinin mushola-nya klien, lg cari ide buah mihrab-nya… hampir aja sy bikin ornamen garis2 sinar dari atas (dipkir2 kok kayak gereja?), ya ampun gak riset bgt sih! gak geometris bgt!
July 26th, 2011 at 00:13
Terima kasih atid cenayang….
Seni Islam sangat didominasi bentuk geomteris dan simteris. Sangat simple dan minimalis.
Di dunia Arab bentuk2 ini perkembang baik, kecuali di negara Teluk yang kolot tapi kaya (Dubai gombai).
July 26th, 2011 at 00:10
Saya menyukai komentar Mas Bagong. Banyak sekali sapaan salam yang mendoakan orang di Indonesia. Harusnya lebih kaya daripada dari Timur Tengah yang hanya “ji-iji na sa alam duniya”.
Tak hanya itu Mas Bagong, kita juga punya Christ Salam, Rudy Salam atau James Salam…
July 25th, 2011 at 23:56
sy suka image di jeda tulisan ke-4… ada unsur cross, tp dibuat dg geometri khas Islam, tau2 bs ketemu dg pola bintang2, menarik bgt…!
sy jarang lihat2 kaligrafi2, mungkin krn seni di negeri arab dikungkung, aksara Arab itu jd maksimal sekali eksplorasinya… indah…
salam
July 25th, 2011 at 18:44
Bung ISK,…
Salam Jawa, susah dipopulerkan: “Rahayu…. Rahayu… Rahayu… Mugi tansah rahayu ingkang samiyo pinanggih”
Salam Batak, lebih nge-gas, nendang: Horas ma hita sude!
Salam Bugis, ada…….
Salam Nias: Ya-a ho-wu-u
Salam Papau, Ambon, Manado?
Kitorang basudara?!
Indonesia banyak salam, lebih kaya dari Arab maupun Yahudi, mestinya juga banyak berkat.
Suwunnn…
July 25th, 2011 at 18:11
Benar Vie, banyak orang Yahudi itu pintar ini fakta. Tetapi banyak orang Indonesia pinter ini fantasi…