Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

“Merdeka”

Friday, 29 July 2011

Viewed 4674 times, 1 times today | 131 Comments |

Itsmi – Belanda

 

Note Redaksi:

Sepertinya tidak perlu lagi “selamat datang” kepada Itsmi…haha…hanya selamat bergabung (menjadi salah satu penulis) lebih tepat. Baltyra.com dan seluruh pembacanya sangat menghargai akan jawaban “tantangan” untuk menuliskan pemikiran Itsmi dalam bentuk artikel.

Bila kita mengatakan kepada seseorang bahwa kita mempercayai jembalang, maka pikiran orang akan mengatakan, “kamu saatnya ke psikiater”. Mungkin juga mereka menganggap ada sesuatu yang salah di otak kita. (Jembalang adalah hantu tanah yg konon kadang-kadang mewujudkan dirinya sebagai lembu, rusa, kerbau, dsb-Admin).

Namun bila kita mengatakan percaya pada Allah atau Tuhan, hal itu dianggap normal dan bukan masalah. Siapapun yang mengatakan bahwa dia orang yang beragama, maka orang itu dipandang sebagai orang yang baik. Setidaknya dapat diandalkan atau dipercaya.

Sejak manusia lahir, sejak itu dia hidup dalam tradisi. Keyakinan orang tua dan leluhur diteruskan pada anak-anak serta keturunannya. Keyakinan tradisional itu biasanya tidak ada dasarnya. Mungkin saja pada suatu hari ada orang yang berpikir tentang hal ini. Misalnya tentang tuhan-tuhannya bangsa Mesir atau Yunani yang sudah ribuan tahun dianut dan akhirnya dipercaya sebagai sebuah kebenaran.

Orang yang percaya dengan alasan-alasan yang sangat sederhana melalui rangkaian cerita ribuan tahun, inilah yang dinamakan tradisi.

Orang yang mempercayai tradisi secara mutlak (buta) bisa mengandung resiko besar. Contohnya saja mempercayai komunisme, sebuah ajaran tergolong masih baru. Tuhan dari ajaran ini adalah Karl Marx dengan buku sucinya “Das Kapital”. Sedang rasul mereka adalah orang Rusia yang bernama Vladimir Lenin. Bulan Oktober mereka anggap sebagai kejadian penting dalam sejarah kaum komunis. Mereka memperingatinya setiap tahun. Diulang-ulang dari tahun berganti tahun.

Mereka menjanjikan sebuah kebahagiaan untuk semua orang, bila kaum diktator proletariat terjadi, seperti munculnya Adolf Hitler. Janji itu adalah seribu tahun masa kemakmuran.

Kebenaran mereka adalah kebenaran duniawi, karena mereka tidak akan pernah berhenti hingga semua orang belum menjadi dan menganut paham komunis. Begitu juga dengan agama. Surat-surat yang dikirimkan Nabi  Muhammad kepada kepala negara di sekitarnya selalu diakhiri dengan salam “aslim taslam’. Artinya bila Anda menyerah tidak akan dibunuh. Bisa juga diartikan untuk masuk Islam maka Anda akan selamat.

Agama Islam yang tidak mengenal abad pencerahan seperti agama Kristen, kritik dianggap sebagai serangan atau musuh. Dengan tujuan supaya orang diam. Ini sama dengan negara negara totaliter, kritik berarti  “exit”. Negara yang berdasarkan Sharia kritik sama dengan berkamikaze.

Jadi tidak heran negara yang berdasarkan agama hanya dibimbing oleh sekelompok kecil dalam masyarakat. Tidak menerima situasi berarti berdosa karena tidak mau bersyukur. Biar sudah sengsara harus berterima kasih. Karena Allah atau Tuhan akan memberihkan imbalan di Surga.

Seharusnya  orang yang agak sedikit berpikir rasional dengan kemajuan-kemajuan seperti sosial sain bisa berkesimpulan bahwa tanpa agama dunia menjadi lebih tentram dan tidak menerima lagi kebodohan-kebodohan yang dipikirkan di jaman dahulu kala.

Seperti terhadap wanita sampai sekarang tidak boleh membimbing sebuah misa. Ini sebenarnya konsistensi dari campuran kecemburuan, tidak berdaya dan ketakutan pria pada wanita, dengan pemikiran ini wanita ditekan dengan “buku-buku suci” dan menentukan tempat wanita di dunia. Paus lebih cepat memberikan lampu hijau untuk Pastur menikah dari pada wanita dibolehkan pemimpin misa.

Atau contohnya agama mempengaruhi politik untuk mengimplementasikan hukum pornografi. Ini bertujuan menguasai seksual orang karena seks itu inti dari manusia.  Mengontrol seksual orang berarti juga kekuasaan.

Sekarang kita sudah di tahun 2011, manusia masih percaya dengan cerita dongeng  yang sudah lebih dari 2000 tahun yang lalu, ini dikarenakan agama memberikan tradisi pada tulang punggung dan pembenaran.

Oleh karena itu orang yang beragama, apabila di kritik, merasa sangat kecewa karena dengan meningkatnya pengetahuan dia tidak bisa berargumentasikan kepercayaannya. Bedanya dengan orang ateis, biar ada orang menyatakan bahwa Tuhan itu ada, dia tidak akan tersinggung atau apabila orang beragama katakan pada seorang biolog bahwa evolusi teori itu hanya kepercayaan, dia tidak akan tersinggung juga karena dia bisa berargumentasikan begitu juga seorang ateis.

Suatu pandangan yang dibentuk dari diri sendiri itu seiring waktu perjalanan seseorang menuju kedewasaan, ini sebagai proses yang normal dan memberikan identidas pribadi  dan bukan dari orang tua yang mengajarkan moral mereka kepada kita. Beragama atau tidak.

Banyak orang kesulitan untuk mengedepankan identitas pribadi dan pandangan. Mereka merasa prima dengan keadaan ini dan menyesuarakan pandangan-pandangan yang lalu untuk dalam hidup selanjutnya dan tentunya tergantung terus karena perubahan itu perlu kekuatan. Jadi dengan ketergantungan dia merasa aman dalam kepalsuan.

Berpikir yang benar dan mendalam, dalam hidup sehari hari dan mengambil tanggung jawab itu hal yang tidak mudah, jadi dengan mudahnya  menerima Tuhan yang tidak bisa didefinisikannya dan tentunya yang serba bisa.

Seperti agama Katolik, dimana hari Senin sampai Sabtu hidup sesuai dengan kehendaknya (semaunya)  karena toh hari Minggu bisa berlutut kepada Pastur yang mempromosikan dirinya sebagai orang yang memberikan maaf untuk orang yang mau bertobat. Tentu dia sebagai wakil Tuhan di dunia.

Untunglah dunia sekarang sedang berubah, kebanyakan orang bisa pergi ke sekolah dan dengan berpendidikan bisa mengembangkan diri dan akhirnya mempunyai pendapat dan berpikir lebih mendalam. Dimana akan terjadi kesadaran bahwa Tuhan  / Allah atau Agama itu irasional dan hanya khayalan.

Kesadaran berarti juga berani mengambil tanggung jawab pada diri sendiri dan pada lingkungan dengan hidup mandiri dimana penguasa tidak bisa lagi memanipulasi dengan kepercayaan atau apapun. Itu baru Merdeka.

 

Share This Post

Posted by Friday, 29 July 2011 on 09:25.

Categories: Opini. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

131 Responses to ““Merdeka””

Pages: « 14 [13] 12 11 10 9 8 7 6 5 4 … 1 »

  1. 130
    Itsmi Says:

    Kornelya, halleluya, puji Tuhan hahahahaha

  2. 129
    Kornelya Says:

    Itsmi itulah Indonesia, hak hidup dan kemerdekaan masih dalam ” “. Beragama kok dipaksa. Hanya Baltyra warga negaranya bebas, mau beragama atau tidak itu urusan sendiri, yang penting setiap diskusi jangan lupa menyebut nama Tuhan, seperti pa Itsmi.Hahaha. Salam.

  3. 128
    Itsmi Says:

    Kalau masuk hukum, kepingin tahu saya bagaimana mereka mendefinisikan Tuhan atau Allah……

  4. 127
    J C Says:

    Hahahaha…hanya Itsmi yang bisa dapat berita begini. Itu di Padang, Itsmi. Sama halnya juga di beberapa tempat yang keagamaannya sangat kuat namanya cari perkara jika mau pengumuman seperti itu. Aku pernah ke Padang saat bulan puasa, diperingatkan sama teman-teman yang di sana, jangan sekali-sekali minum di depan umum, merokok di depan umum, bisa jadi urusan panjang, minimal kena semprot/maki. Kalau saya memilih moderate saja, mau bertuhan atau tidak ya kita sendiri yang tahu, buat apa di tempat yang jelas sensitif kok cari perkara sendiri.

  5. 126
    Itsmi Says:

    Breaking News: bikin status di FB, Tidak ada Tuhan, dipenjara:

    http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2012/01/120119_atheis_minang.shtml
    dan
    http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=21687#.TxfWAr9k2n4.facebook

  6. 125
    HennieTriana Oberst Says:

    Itsmi, aku baru tahu kalau tentang tulisanmu ini. Selamat bergabung.
    Aku mau baca tulisanmu dulu.
    Selamat berakhir pekan ya.

  7. 124
    Itsmi Says:

    Hilda, ateis itu bukan kepercayaan, itu hanya kata permainan dari teologi untuk membela teis….. tapi saya akui kalau kita baca sepintas, kita bisa terimah tetapi kalau di analisakan lain lagi…. tapi ini saya pernah membahasnya.

  8. 123
    Hilda Says:

    wah….saya baru baca tulisan provokatif ini, tapi isinya sangat menarik karena jarang sekali di Indonesia orang menulis dan percaya tentang hal ini…
    hahaha, benar2 serius mengulas tentang atheism, hebat Itsmi, utk pemikiran2nya
    hmm..jadi mengerti mengapa komen2 Itsmi di tulisan2 saya maupun yg lainnya begitu kuat mempromosikan un-religion hehehe…

    salam,
    hilda

  9. 122
    Itsmi Says:

    SU, depresi lebih meningkat itu juga berkaitan karena pengetahuan meningkat.
    Kata lain di negara negara maju lebih banyak depresi karena lebih cepat di kenal
    pada profesional dan ada registrasinya. Juga tingkat kesehatannya tinggi.
    Tetapi kalau mau di lihat umur, rata rata lebih tinggi dari pada negara negara yang agamanya kuat,
    sampai negaranya di bikin negara yang berdasar agama.

    Jadi kalau dengan agama orang sudah bisa sembuh fakta melihatkan sebaliknya.

    Mengenai ateis, saya di Indonesia pernah dan hampir di keroyok.
    Mama saya dan adik dan kakak, apalagi dulu ketakutan sekali kalau saya ke Indonesia.
    Tapi saya tidak akan pernah mau menyangkal bahwa saya ateis.

    Kalau sudah ke temu dengan famili famili yang beragama, aduh itu sudah pasti rame…..
    sudah jelas ketawa terus. apalagi ada kakak satu yang agamanya sangat kuat lebih gawat lagi hahahaha

    Jelas semua pakai helm karena senang mengetok kepala hahahaha

  10. 121
    SU Says:

    Setiap tantangan/pain/org2 yg sulit yg sy temui didlm kehidupan sy adl spt equipment di gym utk melatih otot iman sy dan karakter sy…..ibaratnya spy perutnya bs kotak2

    Setiap jiwa berharga. Kalau dg sy berbg cerita kehidupan dan bs menyemangati satu org bt bangkit melawan circumstances yg dia hadapi n step into his destiny dan bayarannya sy diolok2 org aneh/bodoh/malas/membosankan/dimusuhi/diacuhi…..bt saya tidak
    apa2 Sdh hitung bayaran harganya

    Sama spt Itsmi utk mengaku atheis di negara2 yg blm terbiasa dg pengakuan tsb. Sy percaya Itsmi pun sdh hitung harganya

Pages: « 14 [13] 12 11 10 9 8 7 6 5 4 … 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)