Soekarno Loves Mormon, So Does Wahid

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

KEMAJEMUKAN bangsa Indonesia juga menjadi harga mati. Menolak kemajemukan negeri ini sama halnya menolak untuk tinggal dan hidup di setiap jengkal wilayah Indonesia. Keragaman budaya dan sosial yang ada telah menjadi parfum dan mosaik indah warna warni bagi Indonesia di mata dunia. Hal ini disadari oleh para pemimpinnya. Mereka harus berdiri di semua golonga dan bukan menjadi pemimpin sebagian golongan lagi, meski dia berasal dari golongan tersebut. Soekarno dan Abdurrahman Wahid sering memperlihatkan sifat kemajekuman bangsa ini. Misalnya ketika mereka bersahabat baik dengan golongan kelompok kecil Mormon yang di Indonesia jumlahnya kecil dengan nama Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, namun di Amerika Serikat telah menjadi kelompok agama terkaya di dunia.

49 Comments to "Soekarno Loves Mormon, So Does Wahid"

  1. triyudani  7 November, 2012 at 13:56

    menurutku orang besar di Indonesia itu ada dua: Ir Soekarno dan Gus Dur.mereka berdua orang yang sangat saya kagumi

  2. lostgior  19 February, 2012 at 16:55

    ha ha ha…..

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  19 February, 2012 at 16:43

    Terima kasih lastigor… Jadi inget Nasdem, eh Nasgor…

  4. lostgior  19 February, 2012 at 16:41

    Di dalam pusat gereja Mormon itu, Soekarno berkhotbah, “We all have the same god”.

    MANTABZZ !!!!

  5. IWAN SATYANEGARA KAMAH  22 August, 2011 at 09:33

    Terima kasih RM… memang bener begitu adanya. Saya sering menerima emal hinaan dan cacian di FB dari orang-orang yang menentang pluralisme. Kebanyakan dari golongan agama mayoritas. Cara pandang mereka tidak sama dengan saya.

    Bagi saya mereka ingin menjadi Tuhan, karena ingin menyamaratakan manusia. Tetapi bagi saya mereka iblis.

    Terima kasih.

  6. RM  22 August, 2011 at 09:12

    thx bangeet u/tulisan IWAN SATYANEGARA KAMAH…heran juga sich klo ada orang Indonesia khususnya yg g mau mengakui kemajemukan…TUHAN sendiri yg mencipta kemajemukan.. kok mau menolakNYA….semoga cepet eling dg keberadaannya sbg ciptaan TUHAN seperti sesamanya manusia…

  7. nevergiveupyo  2 August, 2011 at 15:35

    bingung kenapa semakin hari jumlah orang yang memahami dan menghidupi faham kemajemukan ini rasanya semakin berkurang (kalau jumlah mungkin tetap..tapi secara prosentase tentunya akan berkurang)
    ohya, sori, kmrn ga jadi bisa ketemu di kota turun…

  8. IWAN SATYANEGARA KAMAH  2 August, 2011 at 15:15

    Bingung kenapa Nev?

  9. nevergiveupyo  2 August, 2011 at 15:03

    mau komen pakwan…
    (tapi ga jelas komennya apa…ya sudah makanya saya nulis aja)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.