Terima Kasih

Dewi Aichi

 

Rasanya moment yang sangat tepat mengucapkan terima kasih saya kepada Baltyra, yang selama ini menjadi rumah kita bersama, rumah yang hangat, rumah yang ramah, rumah yang cerdas, rumah yang nyaman bagi siapa saja untuk berbagi pengetahuan, pengalaman hidup, berbagi cerita sedih, senang, rumah untuk berbagi wawasan, rumah bagi siapa saja, Baltyra selalu membuka pintu kapan saja.

Hari ini Baltyra tepat berusia 2 tahun. Di hari ulang tahun yang ke 2 ini, saya ingin menyampaikan ucapan “terima kasih” kepada triple A. Siapa saja mereka?

Yaitu Anastasia Yuliantari, Alfred Tuname dan Abhisam DM.  Mereka bertiga saya ajak masuk ke Baltyra antara Mei-Juli 2010. Secara kebetulan nama mereka bertiga berawal huruf A. Kalian telah menjadi keluarga Baltyra yang tentu saja sangat special dan menjadi bagian yang sangat menyenangkan. Sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih atas segala peran serta di Baltyra.

“Terima kasih” untuk selanjutnya kepada ibu Probo Harjanti ( bu Gucan), yang telah ikut membesarkan nama Baltyra. Saya ingat sekali kisah pertemanan saya dengan Bu Probo. Agustus 2010, Baltyra mengadakan lomba menulis dalam rangka ulang tahun yang pertama. Pengumuman dari Baltyra tersebut saya sampaikan kepada ibu Yuli Sectio Rini yang tulisannya sudah beberapa ada di Baltyra.

Tetapi tidak saya duga, bahwa ibu Probo berkeinginan mengikuti lomba, dan bertanya kepada saya bagaimana prosedurnya. Alangkah senangnya saya mendapatkan pesan di inbox saya dari bu Probo. Dan kini sudah satu tahun bu Probo menjadi bagian dari Baltyra dengan tulisan-tulisan yang sangat special.

Kepada Bapak F Rahardi, saya juga mengucapkan “Terima kasih” telah mengijinkan tulisan-tulisan bapak mengisi halaman Baltyra. Mudah-mudahan juga bapak menjadi salah satu pembaca Baltyra.

Kepada Endah Sulwesi, kesempatan ini saya gunakan untuk menyampaikan “terima kasih”saya yang sebanyak-banyaknya. Selain pertemanan saya dengan Endah di KCM chatroom awal tahun 2002-an, juga Anastasia Yuliantari di antaranya. Endah Sulwesi sangat berjasa membawa saya untuk berkenalan dengan banyak penulis dan sastrawan Indonesia yang sangat baik.

Di antaranya adalah, Bamby Cahyadi, Fahri Azisa, Benny Arnas, Ana Mustamin, Sannie B Kuncoro,Kurnia Effendi, Yang Mulia Enief Adhara, Dwi Klik Santosa, Rachmat Budi Muliawan,Damhuri Muhammad, Rama Dira, Nur Mursidi, Avianti Armand, Prasodjo Chusnato Sukiman.

Juga kepada Galuh Chrysanti, Kiki Setiawan, Sinta Surentu, Yuni Astuti, Yully Sukarjo, Ida Cholisa, Wesiati Setyaningsih, Emilia Reiliasanti, Isty, Hapsari, Vili, Janoary M Wibowo, Dion Erbe, Lala Purwono, Kolekdol Onthel, dan sebagainya yang tak mampu saya ingat lagi. Terima kasih yang tak terhingga telah meramaikan Baltyra dengan peran anda selama ini.

Pertemanan saya dengan Alfred Tuname juga telah membawa saya untuk bertemu dengan Dian Nugraheni, Ucique Klara, Leonardus Nyoman, Tarsisius Sutomonaio. Mengucapkan “terima kasih” kepada anda yang telah memberikan wawasan yang lebih luas tentang Indonesia Timur terutama Manggarai. Kecuali Dian Nugraheni. Dian telah memberikan cerita-ceritanya yang sangat menarik kepada semua pembaca di sini.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan terima kasih saya jika ada yang terlewatkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa peranan anda semuanya sangatlah besar. Dan masih banyak pihak yang disadari maupun tidak disadari, langsung maupun tidak langsung, yang memberikan kontribusi selama ini untuk Baltyra.

Sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, atas pertemanan yang sangat hangat selama ini. Semoga persahabatan diantara kita semua terjalin semakin erat.

Terima kasih untuk Baltyra, yang menjadi tempat bagi kita semua.

 

Selamat Ulang Tahun Baltyra..!

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

73 Comments to "Terima Kasih"

  1. probo  16 August, 2011 at 23:27

    ah…belum nyoba kok bilang lebih enak…..
    peyek belut di Godean terkenal lo PakDJ…enaaaak!

  2. Dj.  16 August, 2011 at 23:12

    Belutnya siapa yang dibikin peyek….???
    Kasihan amat….
    Lha mbok ya, bikin peyek dele atau peyek teri, kan lebih uenak….

  3. probo  16 August, 2011 at 23:07

    peyek welut nolak Pak BJ?
    ya wis buat DA saja……..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *