Pulau Rinca

RM – Somewhere

 

Hi all, met jumpa lagi…

Masih di Flores area, setelah turun dari Kelimutu, Ende..kami langsung menuju ke Labuan Bajo…kota yang terletak di ujung barat pulau Flores, merupakan pintu masuk ke kawasan Taman Nasional Komodo yang terdiri dari tiga pulau besar yaitu pulau Komodo, Rinca, Padar dan beberapa pulau kecil. Waktu tempuh perjalanan udara dari Ende ke Labuan Bajo sekitar 30 menitan.

Udara di Labuan Bajo terasa menyengat, tapi tidak menghalangi kami untuk hunting kapal yang akan dipakai berlayar menuju ke pulau Rinca esok hari.  Di sepanjang Jl. Yos Sudarso   dekat kawasan pelabuhan banyak agen tour, tetapi kami memilih ke pelabuhan dan melihat kapal secara langsung, dari sekian banyak kapal yang bersandar di dermaga, kami jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kapal bernama Anal Laut, bodinya lebih kekar dibandingkan yang lain, proses tawar-menawar…akhirnya tercapailah kesepakatan perjalanan ke Pulau Rinca pp dan makan siang, rencana singgah ke pulau Bidadari bila sikon memungkinkan dikarenakan laut yang berombak.

Kami memilih pulau Rinca dibandingkan ke pulau Komodo. Ada beberapa dasar pertimbangan yaitu karena relatif dekat dengan jaraknya dari Labuan Bajo, waktu itu laut sedang musim ombak, waktu yang terbatas dan tujuan utama melihat komodo bisa dipenuhi dengan mengunjungi Rinca.

Keesokan harinya kami berlayar ke pulau Rinca. Lama perjalanan dari Labuan Bajo ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam, dengan disertai goyangan ombak…, bikin dag dig dug dan ada gejala mabok laut  juga.  Sepanjang pelayaran keindahan alam memanjakan mata kami, rumput yang masih berwarna hijau bak karpet yang terhamparkan, gradasi warna laut laksana lukisan…semuanya indah adanya.

Loh Buaya merupakan dermaga di pulau Rinca. Dari situ kami berjalan kaki sekitar 10 menit menuju pos jaga dan pembayaran tiket masuk (tiket+Pemda+ranger). Di pulau Rinca menawarkan 2 jenis rute perjalanan untuk melihat komodo, jalur pendek lama perjalanan sekitar 30-45 menit dan jalur panjang 2-3 jam.  Pengunjung bebas memilih jalur perjalanan.

Di pulau Rinca kami ketemu beberapa komodo yang bermalas-malasan di dekat dapur dan toko souvenir.  Akhirnya tercapai juga penantian  panjang  kami untuk melihat komodo di habitatnya. Selama ini hanya melihat dan mendengar cerita komodo di TV, kesannya mengerikan…tapi setelah ketemu langsung dengan komodo ga begitu mengerikan karena ada ranger yang setia menemani perjalanan kami. Tapi ada hal paling kami waspadai adalah kalo digigit komodo, karena nyawa bisa menjadi taruhan…jadi kami menjaga jarak aman aja. Puas rasanya bisa bertatap muka dengan komodo. Ngga…terbayang-bayang lagi.

Satu harapan untuk Pemda setempat agar  lebih memperhatikan kebersihan dan kerapian di sekitar Jl. Yos Sudarso…supaya para turis bisa lebih krasan tinggal di Labuan Bajo bukan hanya sekedar transit masuk Kawasan Taman Nasional Komodo.

Salam manis untuk semua pembaca dan pencinta Baltyra,

RM

 

47 Comments to "Pulau Rinca"

  1. Adhe  15 October, 2011 at 08:40

    de RM, makasih yaaaa…..sudah jawab pertanyaanku, sangat membantu buat merancang itinerary kesana, hehehe…maklum eikee kan sudah telat jadi backpackers nya, maunya disebut Traveler aja deh, abis kalo jadi backpackers kaga kuat gemblok backpacknya, maklum sudah kepala 4 lewat….cuma gayanya aja yg sok muda hehe.. salam Traveler yaa…..senang bisa berbagi kisah perjalanan di Baltyra.

  2. RM  14 October, 2011 at 09:43

    hi mba Adhe,

    sori baru baca…krn nyasar k spam, waktu itu kita sewa kapalnya rp 1,25 jt ke Rinca PP plus makan siang,mungkin klo bisa nawar bisa dapat harga miring..hehe..
    Hunting kapalnya d pelabuhan yg deket jln Yos Sudarso Labuan Bajo. Ati2 saat hunting kapal, karna di tengah laut suka ada pemeriksaan standar keselamatan penumpang oleh aparat, bila tidak memenuhi standar keselamatan kapal dilarang meneruskan pelayarannya dan disuruh balik ke Labuan Bajo..semoga bermanfaat..

    cheers..

  3. Adhe  11 October, 2011 at 14:34

    RM, sewa taxi motornya berapa kan PP tuh??? soalnya ada rencana trip kesana, denger2 kalo sewa perahu motor yg besar PP bisa sampai 3 jutaan dg rute Pulau Komodo – Pink Beach – Pulau Rinca. ditunggu yaa….atau tolong email personal ke KC ya soal rincian harga sewa taxi motornya. Naiknya bukan dari dermaga kan? tapi dari tempat pelelangan ikan? kalau bisa cari yang murah kenapa harus cari yang mahal kan? hehe…semangat traveller. Thanks RM buat sharing infonya kutunggu yaaa….via JC juga boleh.

  4. RM  18 August, 2011 at 11:52

    @Pak Hadhimas…salam kenal Pak, thx utk info yang memilukan dibalik TNK, baru kali ini saya mendengar korban terjadi di Rinca…kalo di pulau Komodo saya pernah lihat di TV NG

    Semoga tulisan bapak dbaca oleh orang Pemda dan menyediakan anggaran untuk membangun pagar pengaman sehingga penduduk akan terlindungi.

    Ya..kami merasa bersyukur mendapat kesempatan mengunjungi tempat2 wisata dalam negeri, dan berharap dengan membagi cerita perjalanan ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya, syukur2….bisa membangkitkan minat teman2 untuk mencintai n mengunjungi wisata milik bangsa sendiri….beberapa teman bercerita jalan2 ke LN tapi belum pernah menjelajahi negeri sendiri, hal ini tentu membuat prihatin…

    o ya sbg penutup, maaf y Pak…saya termasuk kaum hawa

    thx n salam

  5. Hadhimas  18 August, 2011 at 09:01

    Wah, anda bersyukur dah bisa menikmati surga nusantara pak yg biasanya hanya dinikmati turis asing, walaupun ada sedikit kekurang puasan dari tulisan bapak.

    “Satu harapan untuk Pemda setempat agar lebih memperhatikan kebersihan dan kerapian di sekitar Jl. Yos Sudarso…supaya para turis bisa lebih krasan tinggal di Labuan Bajo bukan hanya sekedar transit masuk Kawasan Taman Nasional Komodo.”

    Sekedar info aja pak, kebetulan sy berspeda ksana dan menyebrang pake taxi motor desa rinca (cm 10rb). Disana banyak keluh kesah warga soal TNK (Taman Nasional Komodo), :
    1. Banyaknya kejadian komodo masuk desa dan memakan anak2.
    2. Hal ini dumulai sejak tahun 80an, saat TNK memberi makan komodo dan kemudian menghentikannya.
    3. Perputaran uang di TNK tidak dirasakan warga pulau Rinca.
    4. Warga hanya meminta pagar setinggi 70-80 cm keliling desa, namun hal itu tak pernah terealisasikan.

    Jika pagar keliling desa itu tak pernah ada, berapa banyak lagi putra-putri negri ini yg akan meregang nyawa oleh terkaman komodo, sang predator purba.

  6. Evi Irons  13 August, 2011 at 12:32

    Oom Dj, saya tinggal di Texas, emang Kansas mirip-mirip Ada as-nya Hahaha. Naik HD di Flores bisa balapan dgn angkutan umumnya yg selalu ngepot. Saya dengar ceritanya Aja sdh takut naik angkutan di Pulau Flores, bikin jantung mau copot. Saya sampai menghayal, pasti HD yg Oom Dj starter sangat menyenangkan utk dikendarai. Saya Dan Mike summer ini sdg menikmati mengendarai Suzuki Brugman, lebih ringan Dan menikung lebih tajam walapun kalau dibawa lari 70 mil/jam badan saya terasa mau terbang ditiup angin. Suzuki Brugman lebih nyaman dikendarai dibawah 50 mil/jam. Belum tahu NIH Oom Dj kapan bisa tour lagi, sedang krisis nih Amerika.

  7. Dj.  12 August, 2011 at 19:43

    Evi Irons Says:
    August 12th, 2011 at 11:25

    Rinca Island adalah tujuan daerah wisata kami pada tahun lalu tapi sayang krn waktu yg tdk cukup, kapal lautnya tidak dtg tiap hari sehingga kami tdk bisa mengunjungi Pulau Rinca, saat ini kami datangnya dari Kupang. RM mohon informasinya kalau berangkatnya dari Bali, naik apa dari sana & kendaraan apa yg bisa menuju kesana lebih mendetail karena info yg saya dpt tour ke Pulau Rinca mahal sekali, maunya dgn harga yg sesuai kantong aja. Terima kasih sebelumnya.

    Hi mbak Evi….
    Bagaimana kalau naik Harley Davidson saja….???
    Biisa muter-muter Flores, sambil makan angin….hahahahahaha….!!!
    Vi….saat di Kuala Lumpur tahun lalu, Dj. lihat HD yang baru dan sungguh indah.
    Apalagi saat di starter. itu suara mesin, sungguh sampai ke jantung….
    hahahahaha….!!
    Kapan on tour lagi….???
    Salam manis untuk keluarga di Kansas…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.