Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Pulau Rinca

Tuesday, 9 August 2011

Viewed 2660 times, 2 times today | 47 Comments |

RM – Somewhere

 

Hi all, met jumpa lagi…

Masih di Flores area, setelah turun dari Kelimutu, Ende..kami langsung menuju ke Labuan Bajo…kota yang terletak di ujung barat pulau Flores, merupakan pintu masuk ke kawasan Taman Nasional Komodo yang terdiri dari tiga pulau besar yaitu pulau Komodo, Rinca, Padar dan beberapa pulau kecil. Waktu tempuh perjalanan udara dari Ende ke Labuan Bajo sekitar 30 menitan.

Udara di Labuan Bajo terasa menyengat, tapi tidak menghalangi kami untuk hunting kapal yang akan dipakai berlayar menuju ke pulau Rinca esok hari.  Di sepanjang Jl. Yos Sudarso   dekat kawasan pelabuhan banyak agen tour, tetapi kami memilih ke pelabuhan dan melihat kapal secara langsung, dari sekian banyak kapal yang bersandar di dermaga, kami jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kapal bernama Anal Laut, bodinya lebih kekar dibandingkan yang lain, proses tawar-menawar…akhirnya tercapailah kesepakatan perjalanan ke Pulau Rinca pp dan makan siang, rencana singgah ke pulau Bidadari bila sikon memungkinkan dikarenakan laut yang berombak.

Kami memilih pulau Rinca dibandingkan ke pulau Komodo. Ada beberapa dasar pertimbangan yaitu karena relatif dekat dengan jaraknya dari Labuan Bajo, waktu itu laut sedang musim ombak, waktu yang terbatas dan tujuan utama melihat komodo bisa dipenuhi dengan mengunjungi Rinca.

Keesokan harinya kami berlayar ke pulau Rinca. Lama perjalanan dari Labuan Bajo ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam, dengan disertai goyangan ombak…, bikin dag dig dug dan ada gejala mabok laut  juga.  Sepanjang pelayaran keindahan alam memanjakan mata kami, rumput yang masih berwarna hijau bak karpet yang terhamparkan, gradasi warna laut laksana lukisan…semuanya indah adanya.

Loh Buaya merupakan dermaga di pulau Rinca. Dari situ kami berjalan kaki sekitar 10 menit menuju pos jaga dan pembayaran tiket masuk (tiket+Pemda+ranger). Di pulau Rinca menawarkan 2 jenis rute perjalanan untuk melihat komodo, jalur pendek lama perjalanan sekitar 30-45 menit dan jalur panjang 2-3 jam.  Pengunjung bebas memilih jalur perjalanan.

Di pulau Rinca kami ketemu beberapa komodo yang bermalas-malasan di dekat dapur dan toko souvenir.  Akhirnya tercapai juga penantian  panjang  kami untuk melihat komodo di habitatnya. Selama ini hanya melihat dan mendengar cerita komodo di TV, kesannya mengerikan…tapi setelah ketemu langsung dengan komodo ga begitu mengerikan karena ada ranger yang setia menemani perjalanan kami. Tapi ada hal paling kami waspadai adalah kalo digigit komodo, karena nyawa bisa menjadi taruhan…jadi kami menjaga jarak aman aja. Puas rasanya bisa bertatap muka dengan komodo. Ngga…terbayang-bayang lagi.

Satu harapan untuk Pemda setempat agar  lebih memperhatikan kebersihan dan kerapian di sekitar Jl. Yos Sudarso…supaya para turis bisa lebih krasan tinggal di Labuan Bajo bukan hanya sekedar transit masuk Kawasan Taman Nasional Komodo.

Salam manis untuk semua pembaca dan pencinta Baltyra,

RM

 

Share This Post

Posted by Tuesday, 9 August 2011 on 07:55.

Categories: Jalan-jalan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

47 Responses to “Pulau Rinca”

Pages: « 5 4 [3] 2 1 »

  1. 30
    RM Says:

    Pagiii..all, seneng dech denger DA, Pak Djoko n mas Handoko berminat menjadi tamu komodo…minjem istilahnya T.Moken tanpa bayar hak cipta…
    semoga tercapai….satu asa yang baik akan sampai ke hadirat tahtaNYA…

    @Pak Djoko…huruf M itu singkatan dari nama saya Maria…terbuka rahasianya..hehe…saya masih ada satu tulisan ttg tanah air beta, dalam proses edit…proses yg paling tidak saya sukai..

  2. 29
    Handoko Widagdo Says:

    RM thanks untuk infonya. Saya belum pernah kesana, tetapi sangat ingin kesana

  3. 28
    T.Moken Says:

    Lani, iya benar tuh. Karena aku habis kena kemplang di sebelah jadinya aku clingak clinguk melihat orang-orang dulu. Ceritanya observasi lah. Lah, saya lihat koq ada satu perempuan yang suka menyapa orang. Kalau Ibu Nunuk dan Pak Djoko , aku sudah kenal lama mereka. Lha , lama-lama, ya itu-ikutan lani. Jadinya kolom komentar juga bisa dijadikan untuk chatting jika masih nongkrong di depan komputer. Komputer saya desk top.

    Ok, saya mau memetik buah blackberry di riverwalktrail. kekenyangan makan zucchini bread. Bye Lani.

  4. 27
    Lani Says:

    DA halah sodara kenthirku……..pie to, malah kamu ingin saya mari/sembuh?????? mengko kamu kecewa ndak ada temannya buat sudrun disini?????? aku kok padak-e komodo?????? jiaaaaan wong rak waras tenan iki……komodo ne gede2……..aku mah 1/5 nya komodo…….

  5. 26
    Lani Says:

    MIMIN SING MUMET…..la klu mau liat bayi komodo yo cilik to……nek sing gede iso dinggo sate, sate komodo……….hahaha

    T. MOKEN aku jg ndak minum kopi tiap hari, lagian klu minum ndak pake gula, pait dan pake susu itu yg jelas……KONA COFFEE very good……

    yah, aku mah sapa sana sini…….inginnya berteman…santai aja, relax jd ndak stress………dan jokes around

  6. 25
    Dj. Says:

    Mbak Mimin, baru lihat Comodo sudah mumet, apalagi nak kapal kesana….
    Benar kan mbak Mimin…??? Atau mumetnya malah hilang dan jadi segar…!!!

  7. 24
    Dj. Says:

    Hallo Bung R.M. ( bukan Rumah Makan kan…??? )
    Terimakasih untuk cerita ke Pulau Rinca….
    Sungguh satu pengalaman yang sangat indah, bisa bertatap muka dengan Comodo….
    Sayang sekali, keinginan kami tahun lalu ke P. Flores gagal.
    tapi kami yakin satu saat kami akan sampai disana…
    Ditunggu pengalaman perjalanan di tanah air
    Salam Sejahtera dari Mainz.

  8. 23
    T.Moken Says:

    Mimin, suka mabuk laut nggak? Komodo nya kelihatan besar-besar memang. Sepertinya enak dilihat mata karena biisa menjadi tamu komodo.

  9. 22
    mimin mumet Says:

    komodonya gede gede yah

  10. 21
    T.Moken Says:

    DA, Saya bersifat pasif, kadang-kadang juga masa bodo saja. Akan tetapi saya melihat Lani sebagai orang yang ramah yang mau menyapa sehingga bisa bergurau.

    Lani, saya tidak minum kopi setiap hari. Kalau belanja buah dan sayur-sayuran, barulah saya coba kopinya karena ditawarkan free self service lengkap dengan cream atau syrup bermacam-macam rasa di toko itu.

Pages: « 5 4 [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)