Life is beautiful…

Lani – Kona, Hawaii

 

Pagi ini terasa amat cerah, memang biasanya begitu, hampir tiap pagi/tiap hari selalu cerah, di kota tempat aku tinggal, cericit burung, udara segar, sejuk, tapi rasanya pagi ini agak berbeda, entah mengapa? Aku tidak tahu jawabnya…….

Bangun jam 5:00 pagi, tidak lari karena jadwal masuk kerja jam 6:30. Bangun langsung repot menyiapkan makan siang yang akan kubawa ke tempat kerja, bebenah, dan segera jalan kaki ke tempat teman yang akan memberi tumpangan mobil membawaku ke tempat kerja.

Sesampainya di tempat kerja seperti biasanya clock-in dan mulai sibuk. Nah, ternyata perasaan hatiku yang berbuncah sejak pagi mulai terjawab satu persatu.

Jam 9:00 pagi, ketemu teman a handy man, Ben, cowo buleleng, ngginak-ngginuk tapi lincah dan gesit gerakannya, dengan ketawa renyahnya, dia bekerja di beberapa komplek condo. Begitu tiba memarkir mobilnya, aku langsung dipanggil, ditawari pisang, avocado, hasil dari kebunnya. Mataku sampai terbelalak memandangi pisang yang ranum matang di pohon dan avocado gede-gede.

Ternyata yang bisa bikin mataku terbelalak dan berubah warna jadi ijo, tidak cuma kalau melihat duit hehehe……

Begitu senangnya sampai tidak sempat mikir kalau ambil sebanyak ini, kapan habisnya mengingat aku sendirian, akhirnya kubagikan dengan tetangga apartment ku.

Pisang dan avocado sempat aku foto, sayangnya tidak lengkap karena sudah aku bagikan keteman di lantai bawah. Paling tidak ada fotonya, kalau tidak ingin diprotes oleh aki buto tercinta hehehe…….

Setelah serah terima halah bahasanya…….hehehe……aku simpan pisang dan avocado, di lemari penyimpananku.

Aku melanjutkan bekerja, tak lama kemudian ketika aku akan ke rest room, ada seorang wanita turis domestic asal Wisconsin, tanya: do you know how much does it cost for the laundry and also for the dryer?

Aku jawab: well, I don’t know but I think about $ 2.00 for the laundry and about $ 1.25 for the dryer. If you don’t have enough quarter you can make some exchange at the front desk.

Kira-kira ½ jam kemudian aku ketemu lagi dengan orang yang sama malah bersama ibunya.

Mereka menginap di unit 3, kamar 333. Kami melanjutkan ngobrol. Kali ini kami saling mengenalkan diri, sang ibu bernama Emma, sedang anaknya Kelly. Mereka mengatakan harus check-out jam 12 siang, padahal pesawat mereka baru akan meninggalkan Kona jam 21:00. Kelly ingin berenang di laut, mereka minta diundur check-out jam 13:00, setelah itu mereka akan belanja, akan tetapi mereka juga ingin semua bajunya bersih sebelum ditata di koper.

Aku tawarkan bagaimana kalau kalian masukkan saja ke laundry machine, nanti aku check kalau sudah selesai aku pindahkan ke dryer, tinggalkan saja uang sejumlah ongkos alat pengering.

Mereka seperti tidak percaya, aku mau menolong mereka, karena ini bukan tugasku membuka layanan binatu di tempat kerja hehehe…….

Kelly dengan tatapan bengong, saking tidak percayanya, masih bertanya lagi, are you sure? I don’t want you get in trouble because of us.

Aku jawab: no, problem I am here, I can help you out. Terus aku dikasih uang untuk ongkos dryer, dan tip. Aku tolak, aku mau mengerjakan ini hanya untuk menolong, bukan cari ongkos. Kelly langsung menjawab: o, noooooo! I don’t feel good. You have to accept this, absolutely.

Daripada eyel-eyel-an ya udah aku terima saja. Sambil bertanya, kalian mau kemana setelah belanja, karena pesawat kalian belum akan meninggalkan Kona sampai nanti malam? Aku bekerja sampai jam 16:30, bagaimana kalau kalian pakai saja apartment ku untuk beristirahat, santai, sambil aku ulurkan kunci apartment.

Tawaran itu muncul secara tiba-tiba, tidak ada rencana sedikitpun di dalam hatiku, pikiranku, yang ada hanya sekedar menolong, apalagi ibunya yang aku tahu butuh tempat untuk istirahat, akan sangat tidak nyaman istirahat di dalam mobil hingga saatnya tiba mereka harus ke airport.

Mereka semakin keheranan tak percaya sampai membelalak dan ndlongop/melongo. Ibunya diam saja tidak tahu harus menjawab apa, tapi Kelly sambil memelukku berkata are you sure? Lani, you’re great! Masih diikuti dengan berbagai kata pujian keluar dari mulutnya……aku jawab dengan senyuman saja, dan thank you…….thank you. I just want to make you feel comfortable.

Kemudian Kelly ngomong: I’ve to find out what Lani means in Hawaiian? Aku jawab: means, heaven…..

Kelly menyahut: oh, no wonder….you’re the angel sent from heaven to us……

Aku Cuma tersenyum, udah kehabisan kata-kata…….

Kami sempat crita sedikit mengenai diri masing-masing, aku katakan aku sendirian di Hawaii, suami meninggal 3 tahun yang lalu, sampai di situ sunyi senyap…….secara tiba-tiba kami bertiga berpelukan, ternyata papa Kelly meninggal 5 bulan yang lalu karena kanker getah bening…….woalaaaaaaaaaah malah mewek bareng, dasar wanita!

Suasana haru itu hanya sekian detik, aku bilang ke Emma, be strong, I could go through it, and you can too…..

Sebelum berpisah, aku tuliskan jalan untuk menuju ke apartment ku, dan jangan sungkan-sungkan pakai saja, santai. Kami saling tukar nomer HP jika ada problem bisa saling kontak.

Kemudian, Kelly menawarkan untuk makan malam bersama, aku yang diminta untuk memilih restorannya.

Aku jawab: Kelly, you don’t need to do this for me. I am truly just want to help you out. Aku hanya berpikir jika kita berbuat kebaikan, kebaikan akan kembali pada diri kita berlipat ganda.

Kelly dan ibunya setuju dengan pendapatku. Akan tetapi mereka masih ngeyel aku harus mau menerima ajakan makan malam mereka, aku nyerah all right see ya around 16:30.

Itulah kebaikan yang kedua yang aku alami pada hari ini, walau hal seperti itu atau boleh dibilang mirip sering terjadi pada diriku, dari customer jadi teman, dan kami lanjut kontak via email. Ujung-ujungnya mereka menawarkan untuk mampir jika aku akan berkunjung ketempat mereka tinggal.

Tibalah saat pulang, aku diantar temanku, namanya Barbara, dia wanita usia 60+ kaya raya, suaminya pensiunan hakim. Suaminya sudah berusia 82, tapi masih kelihatan sehat. Mereka tidak sombong. Aku mengenal Barbara karena lari tiap pagi, Barbara sangat aktif jalan pagi, di samping sangat menikmati scuba diving, snorkel.

Barbara memberi nanas yang sudah dipotong-potong, tinggal memakan saja, tanpa harus mengupas sendiri.

Mereka suka mencoba segala jenis kuliner, aku kadang membawakan makanan, kalau sempat memasak. Nampaknya mereka menyukai masakan Indonesia.

Selama diantar pulang, sambil ngobrol Barbara mengatakan butuh orang untuk menemani ibunya, yang usianya 93 tahun dan dititipkan dirumah jompo, tapi rumah jompo yang boleh dikatakan istimewa karena tiap bulan ongkosnya $ 6,000 dengan fasilitas komplit, ada perawat, service makanan, sistim keamanan. Rencananya aku akan dikenalkan ke ibunya, dan berangkat dari sana kalau memang cocok, aku bisa mulai bekerja, kerjaan gampang hanya menemani nonton TV, ngobrol, dengan bonus rumah jompo itu tak begitu jauh dari apartment ku, cukup dengan jalan kaki saja.

Selain itu Barbara bercerita kalau salah satu temannya akan membuka service public Laundromat, butuh 3 pegawai, aku katakan tolong sampaikan ke temanmu aku mau juga kalau bisa bekerja di sana.

Pasti ada yang membatin: uh, serakah amat sih Lani ini??? Ada alasannya sendiri……

Barbara mengatakan, Laundromat itu baru akan dibuka pertengahan Agustus. Aku jawab: no problem aku bisa menunggu.

Aku yakin akan mendapatkan pekerjaan itu jika melalui Barbara sebagai referensi, karena Barbara banyak teman/relasi, aku mendapatkan pekerjaanku yang kedua ini juga karena dia.

Saat ini hatiku sudah membuncah sepertinya tidak sabar menunggu untuk bisa mendapatkan pekerjaan-pekerjaan itu. Di Hawaii lumrah orang mempunyai 2-3 pekerjaan, apalagi dalam situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang ini, lebih menguntungkan mempunyai beberapa pekerjaan part time, dibanding dengan hanya satu pekerjaan full time.

Bedanya dengan bekerja full time, diberi asuransi kesehatan, vacation leave, dan sick leave. Keburukannya, kalau sampai kehilangan pekerjaan entah dengan alasan tempat kerja bangkrut, atau karena dikeluarkan akan sangat sulit mendapatkan pekerjaan lain, harus mulai dari awal, melamar kesana kemari. Walau sementara menganggur bisa meng-klaim unemployment, dibayar negara setiap minggu besar kecilnya jumlah uang tergantung dari berapa lama bekerja di tempat itu.

Kalau bekerja part time, tidak mendapatkan apapun, semua harus keluar dari dompet sendiri, seperti bayar asuransi kesehatan. Keuntungannya jika kehilangan satu pekerjaan masih ada back up pekerjaan lainnya. Masih ada pemasukan, sambil mencari/melamar pekerjaan lainnya.

Tiap state mempunyai aturan/hukum sendiri-sendiri dalam mengartikan kerja part time dan full time, di Hawaii sangat menguntungkan karena dengan bekerja minimum 20 jam/minggu, sudah mendapatkan asuransi kesehatan. Ini sudah hukum, employer harus membayar/menanggung asuransi kesehatan jika mempekerjakan pegawai minimum 20 jam/minggu.

Full time artinya bekerja 40 jam/minggu, jika bekerja melebihi dari 40 jam/minggu, pegawai berhak mendapatkan gaji 1 ½ kali dari gaji yang ditrima.

Akhirnya sampailah ke apartmentku, aku temui Kelly dan ibunya yang masih tiduran di tempat tidur, aku tanya bagaimana bisa istirahat? Mereka menjawab, sangat bersyukur dengan kebaikan hatiku, kemudian aku tawarkan mau makan di mana, dengan menyebutkan beberapa nama restoran, akhirnya kami setuju makan di restoran yang mereka belum pernah mencobanya. Aku tidak sempat mandi padahal badan rasanya lengket, hanya berganti baju saja.

Kelly dengan mobil sewaan, dia jadi sopir aku jadi navigatornya, sebetulnya restoran ini tidak begitu jauh untuk menyingkat waktu lebih baik naik mobil.

Kami menuju Humpy’s nama restoran yang menghadap kelaut…..restoran dan bar, dengan menu fusion, barat, Hawaiian dan Asia.

Aku sudah pernah ke restoran ini beberapa kali, lumayan enak rasanya (apalagi kalau perut kelaparan adanya cuma enak dan enak tok hehehe), aku suka fish and chip nya, mereka menggunakan ikan halibut, ikan berdaging tebal putih, begitu masuk ke mulut langsung meleleh, dengan sauce tartar, serta home made French fries.

Aku pesan sandwich jamur portabello, Kelly memesan salad, sedang ibunya memesan clam chowder. Satu basket Fish and chip buat bertiga porsinya lebih dari cukup.

Restoran ini menerapkan Happy hour dari jam 16:00-18:00, kami sampai di restoran jam 17:30 jadi masih mendapatkan discount.

Sambil makan, kami lanjutkan obrolan kami, mereka menawarkan jika aku ada rencana ke Wisconsin untuk kontak mereka, dan boleh menginap di rumah ibu ato rumah Kelly.

Salah satu keinginanku yang belum kesampaian adalah melihat perubahan warna dedaunan memasuki musim gugur di salah satu negara bagian di East Coast. Almarhum pernah mengatakan ingin membawa saya ke East Coast, akan tetapi janji itu tidak pernah akan bisa ditepati karena sudah dipanggil oleh Tuhan.

Teman-teman mengatakan perubahan dedaunan itu sangat indah sekali, dari hijau, kuning keemasan, oranye, kemudian kecoklatan seperti warna bata, bahkan menjadi burgundy seperti warna buah plum atau grape merah keunguan……

Moga-moga satu saat bisa terlaksana salah satu mimpiku ini.

Balik ke cerita…..Kelly bercerita tentang dirinya, sangat menarik, dia menikah muda dengan high school sweetheart, yang lebih muda 2 tahun dari dirinya. Usia pernikahan mereka masuk ke 9 tahun, suami guru SMA sedang Kelly bekerja sebagai asisten dokter gigi, mereka mulai rumah tangga mereka dari nol, hingga sekarang memiliki rumah, dan baru saja memiliki anak laki-laki usianya 2 tahun.

Kami sempat berfoto di restoran, sayangnya malah kelupaan mengambil foto makanannya…….hehehe nanti pasti diprotes oleh Pam-Pam…….

Lebih baik tidak usah saja ya Pam, nanti repot pagi-pagi bikin kelaparan kamu. Sambil makan, bercerita juga memandang sang surya yang sangat indah bergerak semakin ke arah barat dan turun kelaut. Sunset baru datang jam 19:00, semburat sinarnya yang keemasan di riak lautan, dengan ditimpali perahu nelayan, surfers, menambah keindahan sore hari itu.

Kami tinggalkan restoran jam 18:45, dalam perjalanan mengantarku Kelly berhenti untuk isi bensin, pom bensin nya berseberangan dengan apartment ku, sebelum berpisah kami saling berpelukan dan berjanji untuk saling kontak, melalui email. Ibunya wanti-wanti agar aku memberikan alamat rumah karena dia tidak punya internet.

Mereka melanjutkan perjalanan ke airport, penerbangan dari Kona ke Wisconsin ditempuh 9 jam, via Los Angeles, Minneapolis, Wisconsin.

Dengan lambaian tangan, aku menyebrang jalan menuju ke apartmentku.

Itulah keberuntungan hari ini yang aku tuangkan dan sharingkan di artikelku. Life is beautiful indeed.

 

Jumpa lagi di obrolan yang lainnya

Lani-Kailua Kona

21 Juni 2011

 

203 Comments to "Life is beautiful…"

  1. Lani  2 December, 2012 at 04:38

    AH : batuk2? tenggorokan serak…….hahaha mmg pas nek ngendon nang gua……..koyok kamp……..ttttttt! ait2 wae……jok ngasek digrumut ulo……..

  2. ah  2 December, 2012 at 04:25

    lagi terserang batuk berat.. dadi ngendon ning gua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.