Historical Sites of Indonesia (3)

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

11. Lapangan Ikada Jakarta. “The Conductor”

Setelah sebulan merdeka, untuk pertama kali Republik Indonesia memperlihatkan wajah kepada dunia. Di sebuah tanah lapang luas yang bernama Lapangan Ikada (sekarang depan Balai Kota), rakyat berkumpul ribuan orang membawa bendera Merah Putih, atribut spanduk bertuliskan tekad kebebasan dan persatuan dan bermodalkan semangat. Mereka berani berkumpul dibawah ancaman bayonet penguasa Jepang untuk menunjukkan bahwa RI itu ada. Ada rakyatnya dan ada pemimpinnya, Soekarno dan Hatta, Soekarno hanya sebentar tampil di atas podium sebagai acara yang ditunggu-tunggu sejak pagi hari.Semua bubar dengan tertib menurut komandi sang konduktor: Soekarno.

 

12. Jembatan Merah. “The British Invasion”

Dari sebuah insiden di Jembatan Merah, Surbaya, penguasa Sekutu marah karena pemimpin mereka terbunuh saat terjadi insiden dan murkahlah pihak Sekutu yang diwakili tentara Inggris. Terjadi pertempuran heroic pertama dalam sejarah 17 Agustus 1945: perang melawan Inggris (Sekutu).

 

13. Gedung Kementrian Luar Negeri Mesir. “Prince of Egypt”

Tidak ada satupun negara di dunia yang mengakui negara baru Indonesia. Barulah pada 2 tahun setelah merdeka, Mesir menjadi negara pertama mengakui Indonesia. Inilahpertama kali sebuah negara asing mengakui kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 yang dilakukan di Gedung Kementerian Luar Negeri Mesir di tepi Sungai Nile.

 

 

73 Comments to "Historical Sites of Indonesia (3)"

  1. EA.Inakawa  13 August, 2011 at 00:51

    @ Pak Iwan : ada yang kita sayangkan juga atas berbagai Gedung Sejarah di Indonesia……dirawat tapi tidak dijaga dengan BAIK. Salam Hormat

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  12 August, 2011 at 23:06

    Bener Wahnam…
    Lagu itu sangat indah dan emosional yang diciptakan Gesang..

    Tapi tahun 1970an, Jembatan Merah terkenal dengan prostitusi kelas kambing, yang menjadi medium penyakit kelamin.
    Makasih ya..

  3. Wahnam  12 August, 2011 at 23:01

    Kayaknya ada lagu jadul “Jembatan merah”

    Jembatan Merah, sungguh gagah.. berpagar gedung indah
    Sepanjang hari.. yang melintasi.. silih berganti
    Mengenang susah hati patah.. ingat jaman berpisah
    Kekasih pergi.. sehingga kini.. belum kembali

    Biar Jembatan Merah
    Andainya patah, akupun bersumpah
    Akan kunanti dia.. di sini bertemu lagi

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.