X-9 (Part 3) – My First Mission

Faris

 

Lanjutan dari :

http://baltyra.com/2010/08/28/x-9/

http://baltyra.com/2010/09/19/x-9-part-2/

 

Chapter 3: My First Mission!

“Kalian Berangkat menuju bandara menggunakan taksi.” Kata Bu Popon “Ongkos ditanggung sekolah, lalu kalian berangkat dari bandara menggunakan helicopter.”

“Helikopter ?” Gumamku. “Ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan!”

“OKE, SEMUANYA BERSIAP ANGKAT SENJATA KALIAN!” Perintah Bu Popon.

” Berlarilah kalian menuju tangga 99, disana sudah ada 10 taksi menunggu, begitu kalian di bandara, kalian akan ditunggu 5 helikopter, jangan lupa menunjukkan id card Sekolah Tentara kalian! Karena itu akan membantu kalian!”

Kami semua berlari setelah mempersiapkan senjata kami. Aku keluar terakhir, karena memasukan pedang ke dalam tas sedikit susah dan memerlukan waktu, agar tas ku tidak cepat rusak. Aku pun segera berlari menyusul teman-temanku yang juga berlari ke tangga 99.

 

(sementara itu di dalam kelas)

“Kalian tidak perlu khawatir karena tidak kebagian missi, karena saya mempunyai missi khusus untuk kalian.” Kata Bu popon. “Kalian akan menerima missi yang sama, tapi kalian hanya memata-matai pangkalan dan memberi informasi ke saya tentang keadaan di sana.”

“Dan berangkat ke sana menggunakan apa?” tanya Ivan

“Sama, helicopter .” Jawab Bu Popon

“YEAAAAA!” Teriak semua orang sekelas.

“Bu, Bagaimana dengan kelas lain?” tanya Nabila

“Mereka ada di missi yang berbeda” Jawab Bu Popon “Kelas X-1 sampai X-5 membantu Densus 88 memberantas terorisme di Aceh sana, sementara X-6 sampai X-8 bertugas mencari Pesawat Terbang Boeing-747 yang hilang di Jaya Wijaya sana.” Terang Bu Popon.

“Mengapa kita yang hanya bertugas sendiri?  Sudah hanya bertugas sekelas,  dipisah-pisah pula.” Tanya Angel

“Karena menurut Kepala Sekolah, tugas memblokade  Penyelundup Narkoba Paling mudah diantara 3 tugas ini.” Terang Bu Popon.”Pokoknya, sekarang kalian bersiap untuk berangkat, kalian akan ke bandara  jam 13.00 siang nanti.”

 

(Di Bandara Husein Sastranegara, 1 jam kemudian…)

Agri, sebagai pemimpin kelompok kami, menunjukan id card sekolah tentara,  sehingga kami bisa masuk ke bandara tanpa pemeriksaan barang bawaan.  Kami pun berangkat dengan 5 helikopter, ini adalah kali pertama aku menaiki helicopter! Rasanya? Wuih! Jangan ditanya! Ekstrim sekali!

Pintu helicopter tidak ditutup. Angin bertiup sangat keras. Dan Kami merasakan itu selama perjalanan menuju Merak. Selama  di perjalanan, kami saling berkenalan lebih dekat dengan menggunakan radio. Akhirnya aku mengetahui, Wanita di UKS tadi adalah Mirani. Wajarlah, Mirani adalah seorang Healer, Cardinal.

(Bandara Husein Sastranegara, setengah jam kemudian.)

Angel menunjukan id card Sekolah Tentara, sebagai wakil dari pasukan gelombang kedua. Kemudian mereka berangkat sebagian ke Bandar Lampung, sebagian tinggal di heli dan berpatroli secara bergilir di Selat Sunda.

(Merak,  3 Jam Kemudian)

Kelompok Aditya telah datang di sana, kami langsung berlari menuju pangkalan di sana, sekitar 5 km jauhnya kami berlari. Setelah sampai di sana, kami bersembunyi di belakang container.  Kami melihat banyak orang yang mengangkut sesuatu disana. Entah apa itu, tapi kami yakin, ini bukan hal yang baik. Karena di punggung mereka terdapat sepucuk senjata!

“Erma, laporkan keadaan!” Perintah Agri

Dengan menggunakan Binokular K-22 nya, Erma melaporkan Jarak dari kami ke para kumpulan tersebut.

“Jarak dari sini ke sana sekitar 32 mil.” Kata Erma

“32 Mil? Jauh sekali! Padahal kalau ga salah tadi dekat, sekitar  47 meter-an.” Gumanku ke Erma “Suaranya saja terdengar sampai kesini.”

“Eh, Erma!” Bisik Mayzura “Apa cara menggunakan binokularnya itu tidak salah? Apa itu terbalik.”

“Benar Erma.” Lanjut Shofa “Coba kau balik lagi tu binokularnya!”

“Oh ya, benar ternyata katamu. Mmay, binokularnya terbalik,  maaf!” kata Erma malu.

“Hah, kamu ini, ” desah Adit “Sekarang, coba laporkan keadaan  yang sebenarnya.”

“Oke, Jarak seperti yang dikatakan si Faris, Jarak hanya sekitar 47 meteran.” Terang Erma

“Oke, ini akan menjadi mudah, aku akan membantai mereka di sana sekarang juga!” Kata Febri sambil mengangkat P90-nya

“Tunggu Feb!” Teriak Erma. “Aku lihat isi container itu dulu! Lagipula kita hanya diperintahkan untuk memotong jalurnya saja! Tidak perlu membantai mereka.”

“Bagaimana caranya?” Tanya Sonny.

“Di Binokular ini ada Sensor Inframerah, dengan ini saja aku bisa mengetahui apa isinya.” Kata Erma

“Baiklah, sekarang apa isi dari container tersebut.” Keluh Febri

“Isinya, berwarna kuning kecoklat-coklatan, dan bentuknya tidak teratur.” Lapor Erma

“Artinya?” Tanya Agri

“ Ada bahan organik disana, jika warnanya biru ke merah-merahan bahan organic tersebut adalah daging, dan jika berwarna kuning kecoklat-coklatan, maka ada bahan organic semacam tumbuhan yang dikeringkan di dalam sana.” Terang Erma

“Apakah sekarang aku boleh membantai mereka?” Tanya Febri yang sudah siap untuk berperang.

“Jangan dulu Feb, kan sudah dikatakan oleh Erma, Kita hanya memotong jalurnya saja, tidak perlu membantai mereka.” Cegahku

“Tapi mereka membawa senjata,  Ris!” Bantah Febri

“Baiklah, begini saja.” Kata Agri “Kita hanya menyerang mereka saja! Tapi tidak sampai membunuh, usahakan hanya melumpuhkan mereka saja! Erma, ada berapa orang disana?” Tanya Agri.

“Ada sekitar 30 orang yang terlihat. Ketidakpastiannya kurang lebih 10%, ” terang Erma.

“Bagus! Di sini kita hanya perlu melawan 1 : 3,” kata Agri.

Kami pun berdiskusi  strategi serangan mendadak, setelah itu kami siap untuk menyerang mereka secara tiba-tiba.

 

(di waktu yang sama, Bandar Lampung)

“Lapor, disini Sektor 1 sampai 26 bersih, tidak ada yang mencurigakan.” Lapor Furqon ke Bu Popon.

“Bagus, suruh Gaina dan Ghaida tetap berjaga di Bandar lampung, dan sisanya menaiki helicopter untuk membantu temanmu yang berpatroli di Selat Sunda.” Perintah Bu popon.

“Siap!” Jawab Furqon

“Kalian dengar itu! Ghaida dan Gaina tetap berjaga disini, dan sisanya ikut aku ke helicopter, kita berjaga di Selat Sunda!” Perintah Furqon ke semua.

 

(sementara itu di Selat Sunda)

*WUIII**WUIII**WUIII**WUIII**WUIII**WUIII**WUIII*

Alarm tanda berbahaya meraung-raung di  helicopter.  Gelombang ke dua bagian selat sunda, SEDANG DISERANG!

“Bu Popon… Bu Popon!!! Kami butuh bant…” Teriak Angel ke Radio yang terhubung dengan Bu Popon, Tapi helicopter yang mereka tumpangi sudah hancur. Sehingga Radio sudah tidak berfungsi lagi.

(sementara di pihak Bu Popon)

“Hei! Ada Apa! Ada Apa!” Balas Bu Popon, tiba-tiba ponsel Bu Popon berbunyi.  Panggilan dari Angelika Rianti

“Hei Ada apa Angel!” tanya Bu Popon langsung.

“Kami diserang oleh sekolompok Perompak laut, hingga Helikopter kami hancur.” Terang Angel dengan nada sedikit terengah engah.

“Kenapa kalian bisa bertahan?” Tanya Bu Popon sedikit heran.

“Kok ibu nanyanya gitu? Karena ada Aquades, Silmi. Dia mengendalikan laut supaya menjadi tempat jatuh yang aman, dan helicopter itu, sudah jatuh di sisi selat Sunda yang lain, sementara kami, sudah melompat duluan sebelum helicopter itu hancur.” Terang Angel.

“Baiklah, sekarang. Relakan saja HP mu itu terhanyut di laut, nanti kami gantikan.”Jawab Bu Popon mau mengakhiri pembicaraan.

“Sebentar Bu! Aku akan jelasin dengan apa mereka menyerang helicopter kami hingga bisa hancur.” Sanggah Angel

“Baik silahkan,”

“Ini yang kutakutkan, Bu, mereka menyerang menggunakan Bom burung, Bu!” Kata Angel dengan nada sedikit ketakutan.

“Maksud?”

“Ibu tidak tahu? Teknik ini ada di Perang dunia 2, Burung-burung yang dilatih untuk mendekati helicopter tanpa rasa takut, burung-burung tersebut ditempeli bom, yang akan diaktifkan, jika sudah menempel di helicopter.” Terang angel

“Mereka orang cerdik.” Jawab Bu Popon.

“Dan kapal itu, sedang menuju ke merak!” Teriak Angel

“APAAA!” Teriak Bu popon sambil mematikan handphone nya

“Kalau begini keadaannya, kelompok Adit dalam bahaya!” Teriak Bu popon di dalam hati.

Bu Popon segera menghubungi Agri, tapi tidak diangkat!

“Ayolah Agri, jawab! Jawab! Jawab!” Keluh Bu popon di dalam hati sambil menekan nomor-nya Agri.

(sementara itu di kelompok Adit)

Orang terakhir sudah mereka lumpuhkan, Sonny pun segera membuka Containernya, ternyata benar. Isi dari container tersebut adalah Ganja, ekstasi dll.. Mereka senang missi kali ini telah selesai. Tiba-tiba, ponsel  milik Agri berbunyi, dari siapa? Oh, Dari Bu Popon.

“Halo bu?” Sapa Agri.

“KALIAAAN! SEGERA LARI DARI SITU SEKARANG JUGA!” Teriak Bu popon

“Hah?” Jawab Agri sedikit kebingungan.

Sementara itu, Ali sedang melihat ke atas, mengapa mataharinya ada dua? Katanya di dalam hati. Begitu dilihat. Ternyata itu adalah…

*DUAAAARRRRR*

Suara ledakan menggema di Pangkalannya. Shofa, Ali, Sonny, Mayzura dan Erma Terkena Telak Bom itu. Mereka Menderita luka bakar yang cukup parah. Kecuali Ali, dia masih sanggup berdiri, walaupun dia terkena bom itu telak di depannya. Kurasa wajar saja, dia seorang defender

“HEEYY! Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Agri Keras.

“ENTAHLAH!” Jawab Adit “SEPERTINYA ADA BOM YANG MELUNCUR KE ARAH KITA!”

“OLEH SIAPA?” Tanya Febri tidak kalah kerasnya

“Lihat! Ada kapal Perompak disana.” Kata Ali sedikit lemas.

“Jangan banyak bergerak , Li! Kau sedang kusembuhkan.” Kata Mirani.

“Aku sudah cek! Shofa, Sonny, Erma Dan Mayzura masih bernafas!” Kataku “Walaupun nafasnya sangat lemah.”

“Kapal Perompak?” Kata Adit “Apakah jangan-jangan mereka yang menyerang kita.”

Bom Kedua Pun meluncur, kearah yang sama.

*DUAARRR*

Kali ini Ali bisa menahan Bom tersebut

…Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa kita diserang? Gumanku. Apakah mereka adalah teman se-komplotan yang kami tangkap ini? Kalau ya ini tidak bisa dibiarkan. Karena mereka tetap saja penjahat!

Next Chapter: We Are Under Attack!

(tak kusangka, hingga kami berpisah dan tersebar di kelas-kelas dengan jurusan yang berbeda, meski sudah beratus halaman, kisah dengan tokoh-tokoh teman satu kelas di X9 ini masih belum berakhir … )

 

11 Comments to "X-9 (Part 3) – My First Mission"

  1. P@sP4mPr3s  12 August, 2011 at 10:45

    wkwkwkwkwkwk……… dijadiin komik seru jg nih

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *

Image (JPEG, max 50KB, please)