Belajar Gamelan

Dewi Aichi – Brazil

 

Berkali-kali saya mengamati dan melihat video-video berdurasi kurang dari satu menit, yang mana video tersebut merupakan kegiatan anak-anak dari SD Jagalan 81, Jalan Suryo 153, Jagalan , Jebres.

Betapa indahnya tangan-tangan mungil itu mempermainkan gamelan. Sungguh menakjubkan. Rasanya ingin sekali saya mengenalkan kepada dunia, bahwa gamelan merupakan budaya dan aset negara yang harus dipertahankan. Kegiatan latihan memainkan gamelan dari anak-anak SD Jagalan tersebut patut diacungi jempol, sebab mereka adalah generasi penerus yang nantinya akan melanjutkan, melestarikan, dan mempertahankan budaya bangsa Indonesia.

Untuk mengenal lebih jauh , ini sedikit tulisan tentang profile Ayo Belajar Gamelan :

(Ayo Belajar Gamelan)

Ide kegiatan ini tercuat dari percikan antusias anak-anak SDN Jagalan 81 Surakarta tatkala seusai belajar gamelan di kelas. Mereka kerap kali mengatakan “kapan belajar gamelan lagi Pak??”. Raut wajah polos nan tul…us didorong semangat yang membara dari anak-anak inilah yang membangkitkan satu inisiatif untuk mengadakan gerakan sosial yang bertajuk ABG “Ayo Belajar Gamelan”.

Terlepas dari itu, kegiatan ini sesungguhnya adalah salah satu tanggungjawab yang kami emban sebagai seorang generasi gamelan. Tanggungjawab dalam rangka turut serta menggoreskan secercah khazanah pengetahuan bidang seni khususnya gamelan, sehingga dapat memberikan rangsangan yang menghantarkan anak-anak atau generasi penerus memiliki kesanggupan untuk menghargai produk budaya miliknya sendiri. Tentu, kegiatan ini dibuka lebar untuk siapapun para generasi penerus yang merasa andarbeni dan cinta gamelan.

Ditinjau dari materi latihan, kami berusaha mengedepankan pengembangan dengan bumbu kreativitas yang tetap kurmat pada “tradisi” sebagai dermaga tempat bertolak, dan tidak melulu terpaku pada pengawetan ataupun pelanggengan materi-materi “tradisi”.

Harapannya kegiatan ini tidak sekadar obor blarak, tapi semata-mata dilambari ketulusan dan kesungguhan dalam menikmati manisnya sebuah “proses”, yang insya Allah akan bermuara pada pencerahan. Tidak hanya pencerahan yang bertumpu pada skill semata, namun juga pencerahan yang berupa nutrisi batin menuju generasi berakhlak karimah. Ke depan, semoga dapat menghembuskan angin sejuk dalam tata kehidupan dunia gamelan yang tengah mendunia. Apalah arti hidup tanpa pengetahuan, apalah arti pengetahuan tanpa menghasilkan karya, dan apalah arti karya tanpa mampu memberikan manfaat bagi sesama.

SELAMAT BERGABUNG. SELAMAT BERKESENIAN

no hp: 08122579163

email: [email protected]

 

Ilustrasi: http://www.anakswarasanti.com/

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

45 Comments to "Belajar Gamelan"

  1. Dewi Aichi  15 August, 2011 at 07:59

    Kembangnanas, wahhh…punya pengalaman belajar gamelan yaaa….daripada aku babar blassss…belum pernah ..cuma angklung saja..

  2. kembangnanas  15 August, 2011 at 07:56

    mba dew, aku dulu waktu smp ikutan ekskul gamelan, tp sekarang kalo disuruh nabuh dah lupa gmn caranya.

  3. Dewi Aichi  14 August, 2011 at 11:36

    Itsmi, komen 26, ha ha…bahagia ya tidur sama pak Iwan kau?

  4. Dewi Aichi  14 August, 2011 at 11:35

    Wkwkwkkw…ngoyak-oyak mas Sumonggo sampai Sleman,

  5. Dewi Aichi  14 August, 2011 at 11:34

    Pak Handoko, untung yang belajar gamelan bukan pak Han…coba kalau yang belajar pak Han…bisa ancur kepala saya..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *