Dollar Cost Averaging

Edy Harjito

 

Banyak cara berinvestasi di jaman modern sekarang ini, ada yang senang menaruh uang nya di saham, dibelikan emas, didepositokan, dibelikan SUN atau yang umum dibelikan property. Semua itu tergantung type orangnya, ada yang agresif, ada yang greedy, dan ada pula yang super konservatif. Masing-masing pilihan juga ada resiko dan tanggung jawabnya, harga emas naik turun, harga saham juga naik turun, bunga deposito dan SUN juga naik turun dan terkadang sepadan dengan potongan pajak nya, apalagi yang punya pendapatan dollar harus memperhitungkan nilai tukar uang.

Gejolak harga tersebut terkadang membuat pusing berinvestasi, salah-salah bukan nya untung malah buntung. Teorinya sih gampang beli di harga rendah dan jual di harga tinggi, masalahnya kan tidak ada yang mengetahui timingnya. Beberapa minggu lalu saya baca seorang pedagang sapi kehilangan uangnya 2 milyar lebih di dalam rumahnya, batin saya hari gini nyimpan uang di bank, bagi saya orang ini terlalu super konservatif.

Kalau investasi di propery ya harus terima resiko dengan tanggung jawabnya, maintain pbb nya, maintanance, bayar air/listrik/dllnya, kalau property nya banyak tentu menyita waktu tanggung jawab di atas, sudah begitu tidak se liquid saham atau emas.

Istilah Dollar Cost Averaging (DCA) adalah cara berinvestasi dengan nilai fixed tertentu secara rutin. Kalau senangnya invest saham, maka anggarkan uang misalnya 5 jt per bulan dan belikan saham A berapapun harganya, kalau harga lagi tinggi berarti jumlah saham yang dibeli sedikit, kalau lagi rendah berarti banyak dengan jumlah uang yang sama, begitu terus tiap bulan, tidak peduli gonjang ganjing bursa saham, namanya saja investor bukan spekulan.

DCA sangat cocok untuk orang yang berpenghasilan tetap (karyawan), karena tiap bulannya sudah bisa diprediksi. Tidak perlu pusing meng analisa saham tiap saat, menentukan resisten atau supportnya, elliot wave, moving average, golden cross/dead cross, narik garis fibonancy, dlll nya. Sangat menghemat waktu, cukup melakukan sekali analisa fundamental untuk menentukan saham apa yang mau dibeli. Sebagai pegangan ya tentu pilihlah yang blue chip, yang market capitalisasi nya besar. Setelah itu tinggal disiplin membeli saham tersebut tiap bulan, dalam jangka waktu 20 tahun ke depan tentu akan jauh lebih besar daripada ditabung secara rutin ke bank. Kalau tidak percaya coba saja bikin research sebentar di yahoo/finance, masukkan harga-harganya sampai 10 tahun ke belakang sampai bulan ini dan bandingkan dengan deposito.

Investasi di saham memang berisiko tapi banyak cara untuk meminimalkan resiko tersebut, DCA inilah memang cocok untuk beginner, semoga sehabis membaca ini pandangan tentang saham jadi berubah, masih banyak orang menganggap saham adalah investasi yang harus dihindari jauh-jauh.

System DCA juga bisa dilakukan untuk investasi emas, caranya ya persis, anggarkan setiap bulan uang sejumlah tertentu fixed untuk beli emas, kalau tinggi seperti saat ini dapatnya sedikit, kalau rendah seperti 3 bulan lalu dapat nya banyak. Yang jadi masalah di sini adalah bagaimana menyimpannya, sebaiknya ya di bank safety box atau mengikuti system kebun emas sekalian.

 

Sumber:

 

28 Comments to "Dollar Cost Averaging"

  1. Edy  16 August, 2011 at 20:41

    pak Dj: Salahe dewe, saham kok dimainin, ya bangkrut lah, selama orang terjun disana maka emosi nya yang akan main, ya antara greedy dan fear silihberganti mendera. Saat harga naik, tidak menjual krn berharap lbh tinggi (greedy), saatnya harga anjlok , tidak jual krn fear dan berharap rebound cepat; akibatnya malah loss.
    Makanya beli dan beli saja sesuai schedule.

  2. Dj.  16 August, 2011 at 17:10

    Yu Lani dan mas Edy….
    Hahahahahahahaha……!!!
    Dj. sendiri ingat adik perempuan Dj. yang mana suaminya suka main saham.
    Sampai rumah dan semua mobilnya ludes…..
    Pokoknya kalau sudah kecanduan, semuanya juga tidak baik…
    Mengharap elang diudara, burung pipit ditangan dilepas, itu namanya konyol….!!!
    Menurut Dj. mending menggunakan apa yang ada dan jangan mimpi yang berlebihan….
    Mimpi sih boleh, tapi jangan nekat…..
    Benar yu, ” kalau ” punya uang segitu, ya mending jalan-jalan ke Hawai, atau nambah anak asuh….
    Atau paling tidak membantu yangv kekurangan….

  3. Edy  16 August, 2011 at 16:11

    pak Dj : Temannya disuruh ngutang saja ke blantik sapi di Jatim sana, mungkin masih banyak simpenannya yg belum kena maling. Orang bangkrut bukan di dunia saham saja, tergantung greedy apa tidak orang tsb, kalau pakai DCA saya jamin tdk bangkrut.

  4. Lani  16 August, 2011 at 15:30

    MAS DJ se777777………ediaaaan po, ngutang sak mono wokehe! nanti jgn2 malah ngemplank……lbh baik buat ke HAWAII nemoni aku mas……bs hura2 bersama kkkkkk

  5. Dj.  16 August, 2011 at 15:18

    Mas Edy….
    Matur Nuwun mas…
    Minggu lalu, Dj. ditelpon teman ( dia pekerja di Bank ), mau pinjam uang dan katanya , hanya dalam waktu dekat akan segera dikembalikan.
    Dia sedang apes, main speculan dan uangnya yang € 18.000,- hilang ( atau kalah atau apalah… )
    Yang jelas dia bankrut ( katanya )
    Kalau Dj. punya uang € 18.000,- , mending jalan-jalan ke Hawaii….
    Malah bisa ketemu yu Lani…..hahahahahahaha….!!!

    Salam manis dari Mainz, untuk keluarga dirumah .

  6. Lani  16 August, 2011 at 14:17

    DIMAZ EDY la iyaaaaa…….makane jgn dikira cm blantik sapi, cm krn keluguannya duite amblasssssss……….kasian

  7. Edy  16 August, 2011 at 14:11

    Jeng Lani: wkwkkw….nggak nyangka lho ternyata blantik sapi duite banyak, yang kerja di kantoran 8-12 jam sehari belum tentu punya uang cash bermilyar2. Hidupnya mungkin simpel saja, tidak banyak hitungan spt orang kantoran.

  8. Lani  16 August, 2011 at 13:14

    DIMAZ EDY : maklum jenenge blantik sapi………nyimpen duit sampai milyaran dibawah bantal………wakakak

  9. Edy  16 August, 2011 at 13:10

    #fel : Reksa dana juga bagus, intinya kan ini hrs disiplin saja tiap bulan, jangan kalau ada uang banyak dibelikan semua, kita nggak tau saat dia beli itu harga sedang tinggi atau mau lbh tinggi, atau jatuh.

  10. Edy  16 August, 2011 at 13:07

    #Hennie : Pedagang sapi itu di daerah jawa timur sana, naruh uang cash semabrangan aja, masak di dalam rumah, sudah gitu bermilyar milyar lagi. Nasibnya ya bablas uang nya, bagaimana mu mendeteksinya, belum tentu dia mengingat nomer seri uang nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.