Gay Pride 2011 – Amsterdam (2)

Nunuk Pulandari

 

Foto 24.  Para penderita HIV dari kelompoh Homoseksual menjerit untuk tidak dikucilkan.

Banyak pamflet yang menyuarakan slogan mereka. Agar masyarakat mau membantu penanggulangan penyakit HIV tetapi tidak mengucilkan penderitanya.

 

Foto 25. Kapal pencari sumbangan

Mencari dan mengumpulkan sumbangan dari para penonton yang berjubel, berdiri berbaris berlapis-lapis di pinggir kanaal dan di atas kapal-kapal pribadi yang tertambat di sepanjang kanaal.

Foto 26. Kapal polisi yang turut berpartisipasi.

Sudah mulai terbuka jalan bagi para anggota Homoseksual untuk tetap dapat menjalankan tugasnya dan menempati kedudukannya di kantor-kantor pemerintahan.

Foto 27. Lincahnya sang penari yang mewakili golongan yang sedang berpesta pora.

 

Foto 28. Kapal yang dipenuhi anggota selebriti Belanda. Golongan selebriti yang mengikuti parade banyak terwakili dari kelompok penyanyi dan entertainment di Belanda.

 

Foto 29 ???

 

Foto 30. Kaum homoseksual dari kelompok “ras” lain yang berada di Belanda, mulai berani menampakkan jati dirinya di hadapan umum.

 

Foto 31. Mereka mengharapkan bahwa siapapun dia harus bisa menunjukkan jati dirinya agar merasa bebas dan nyaman dalam menjalankan kehidupan ini.

 

Foto 32. Polisi berjaga-jaga dan berpatroli.

Dalam keramaian yang meliputi plus minus 380.000 pengunjungnya, menurut berita koran terjadi tindak “kejahatan”sebanyak 42 kali. Suatu prosentase yang kecil sekali, menurut saya. Tetapi untuk saya tidaklah aneh karena Belanda sudah sering dijuluki sebagai “Het paradijs” bagi kelompok para penjahat. Dapatlah dimengerti mengapa para “penjahat” sering bersembunyi di Belanda. Sedang korbannya masih kurang mendapat perhatian dan bantuan yang diperlukannya. Ingat tulisan tentang pencuri yang ditangkap di dalam rumah korban dan bukan pencuri yang mendapat hukuman tetapi justru pemilik rumah yang dihukum…

Foto 33. Mr B ( Billy, Billen, Bobs???)

 

Foto 33 dan 34 Mr B. (Bambi, Bozas)???

Kapal yang dipenuhi para Homoseksual yang mengenakan “pakaian” khas mereka. Warna serba hitam dengan bagian belakangnya yang disobek mengikuti bentuk jantung yang memperlihatkan de “billen” pantatnya.

Ada sebagian yang menyobek bagian mukanya, sehingga “tingelingnya” tampak menyolok. Meskipun masih dibungkus dengan lapisan kain berwarna lainnya…

Foto 35. Kapal yang dipenuhi oleh para pemain Rugby (????)

 

Foto 36. Kapal yang mengangkut berbagai ukuran ( tingeling) ???????

Penampilan “tingeling” dalam berbagai ukuran dan bentuknya sering digunakan dalam parada yang berlalu. Entah mungkin ada arti filsafah di dalamnya (dimas Alfred, bagaimana anda akan menjelaskan tentang hal ini??).

Foto 37. Pernikahan dalam kalangan kaum lesbienen dan homo’s.

 

Foto 38. The Musketiers dari Amsterdam dengan cerita legendanya yang terkenal dari abad ke 17.

 

Foto 39. Kapal yang dipenuhi dengan para musketiersnya sedang menyiramkan kanon airnya.

 

Foto 40. Para Lesbienen juga turut berpartisipasi.

Tidak kalah bersemangatnya para lesbienen juga turut berpartisipasi dan berpesta ria di kapal mereka. Saat ini juga terjadi pernikahan di antara para anggota lesbienen.

 

Foto 41. Dua dari sekian banyak anggota selebriti yang ikut berparade. Jangan tanya pada saya, siapa-siapa mereka itu. Entah siapa nama mereka, saya tidak terlalu mengikuti berita tentang dunia mereka.

 

Foto 42. Mereka menamakan dirinya Mutiara Hitam

Sesungguhnya di atas kapal ini tidak terlihat “Mutiara Hitam”nya. Yang ada ya “Mutiara Putih”. Mungkin ada sebagian “mutiara yang berwarna agak coklat”???.. Entahlah, saya sudah tidak terlalu mengamatinya dengan seksama…

Foto 43. Dengan slogannya, mereka berharap bahwa para homo’s seyogyanya dapat menunjukkan siapa jati diri mereka sehingga dapat melakukan kegiatan sehari-harinya tanpa rasa sungkan dan ketakutan.

 

Foto 44. Dua anggota homo yang menceburkan diri di antara para pegunjungnya.

 

Foto 45. Suatu penampilan dari kehidupan dalam dunia “western” (?)

 

Foto 46. Frederick, anak laki-laki Gert dengan beberapa temannya, sedang menonton parade.

 

Foto 47. Erick, (partner- istri/suami (??) Gert ) bersama Leoni dan mbakyu Bubi serta jeng Rani.

Teman-teman di Baltyra, sedikit cerita tentang dunia per-homo-an yang saya kenal secra garis besar.

Sebetulnya sejak SMP saya sedikit banyak sudah mengenal apa yang disebut homoseksualitas. Hal ini tidak dijelaskan dalam kata-kata oleh ibu atau ayah saya tetapi secara tidak langsung saya melihatnya dalam (peliknya) hubungan salah satu pernikahan “saudara” jauh. Yang ternyata , prianya normal tetapi wanitanya memang seorang lesbian. Hal ini baru tampak jelas masalahnya setelah pernikahan berlangsung dan “pasangan gelap “ istrinya yang ternyata lesbian tidak bisa menerima pernikahan yang ada.

Yang lainnya saya melihat dari hubungan kerja antara para pria yang ternyata homoseksual. Kadang mereka secara sembunyi-sembunyi melakukan kemesraan entah melalui elusan tangan atau kerlingan mata yang biasanya hanya dilakukan oleh sepasang manusia yang saling jatuh cinta. Atau saya melihat juga dari kehidupan seorang teman yang di dalam rumah tangganya “tersimpan” beberapa “pria” homo’s (Indonesia) . Jadi ada yang berfungsi sebagai sekretarisnya, ada yang berfungsi sebagai teman dansanya dll, dll. Menduduki bangku kuliah saya bisa melihat secara lebih langsung bagaimana dunia homoseksualitas dalam kehidupan sehari-harinya karena di antara para teman asing saya ada “beberapa” yang homoseksual.

Teman-teman, waktu saya masih tinggal di Jakarta, sesungguhnya dunia perhomoan dan perlesbian masih sangat tabu. Paling tidak, mereka melakukannya masih sembunyi-sembunyi karena saat itu “ tidak banyak” yang melakukannya. Jadi masih betul-betul TABU. Terutama kalau hal itu dilakukan oleh orang Indonesia. Akan lain halnya bila hal itu dilakukan dengan orang asing. Orang Indonesianya akan bermain dengan dua wajah. Di depan keluarganya berlaku seperti seorang laki-laki biasa tetapi di depan “pasangan asingnya” dia dapat menampakkan jati dirinya yang asli. Entah menjadi pria atau wanitanya. Dalam hal ini kadang sangat sukar bagi saya untuk menyebutkannya mana si “istri”dan mana si “suami”.

Tentunya teman-teman tahu bahwa Negara-negara Asia, terutama Indonesia (+ Thailand?) kelompok homonya sangat diminati oleh orang-asing. Banyak orang asing yang memiliki simpanan pasangan homonya dari Indonesia. Di Indonesia sendiri mereka melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Tetapi begitu mereka menjejakkan kakinya di LN, mereka akan terlihat seperti terbebaskan dari segala cengeraman yang ada. Juga dalam prakteknya, di antara teman-teman asing di Belanda tetap ada yang terlihat nyata dari cara berbicara / berpakaian/ bertindak nampak sebagai Homo’s , tetapi karena latar belakang keluarga dan agamanya (agamanya yang kuat, mempertahankan nama keluarga dll) mereka tetap tidak mau membuka dirinya sebagai kaum homoseksual.

Melihat semakin semaraknya hubungan per-homo-an ( Indo. – Asing) yang terjadi di lingkungan teman-teman saya, yang kebanyakan orang asing, membuat saya kadang berpikir dan bertanya-tanya tentang misalnya: “Apakah mereka memang dilahirkan sebagai seorang homo”; “Apakah motivasi hubungan yang ada tidak lebih dilatar- belakangi oleh kebutuhan pemenuhan factor social-ekonomi nya (untuk yang Indo.-nya , maaf)?”; atau “Apakah hal ini dengan sadar dilakukannya?”. Hal ini terjadi karena saya melihat banyaknya perbedaan antara relasi perhomoan yang terjadi di Belanda dan yang terjadi di Indonesia….

Tetapi apapun yang menjadi alasannya, mereka memang berhak untuk menentukan dan menikmati kehidupannya sesuai dengan yang diinginkannya. Lagi pula para homo ini biasanya sangat penolong dan manis terhadap para wanita. Juga mereka biasanya lebih memilih cara hidup yang harmonis dan menjauhi hal yang berbau kekasaran…Terima kasih Gert, dan Eric.

Untuk teman-teman semua, salam dan selamat menikmati foto-foto yang masih tersisakan. Werkt ze en dag dag…. bedankt en tot volgend jaar…… Gr. Nu2k

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

17 Comments to "Gay Pride 2011 – Amsterdam (2)"

  1. Lani  20 August, 2011 at 11:21

    MBAK NUK : kapan hari aku dikasih joke ala hawaii…….

    A: knock……knock????

    B: who is that?

    A : me, MAHU……..

    aku tdnya ndak mudenk……setelah dijelaskan ngakak2……mmg joke klu beda bahasa jd ndak lucu blassssss…….

  2. Lani  20 August, 2011 at 11:19

    11 kok bs tau ankle kebawah cewe????? emank….kamu udah mbukak liat jeroane?????? jg spt punya kita??????? wakakakak………woalaaaah miss ngaing-ngaing ngakak meh nganti meh kepleset aku……….

  3. Lani  20 August, 2011 at 11:16

    MAWAR 14 welah dalaaaaah……ini malah ingin foto2 CLOSE-UP biar cetho welo2 ya…….wakakak……..

  4. Mawar09  20 August, 2011 at 03:28

    Mbak Nunuk: terima kasih ya lanjutan tulisannya. Foto2 nya aduhai banget, sayang ngga close-up. Salam!

  5. SU  19 August, 2011 at 15:28

    [email protected] : Nah itu lah……amazing Asia Nyokap dulu2 suka ribut, “Enak banget jadi cowo jaman sekarang. Cewe2 pakai bajunya setengah bugil.” Nti dilain waktu beliau ribut2,”Enak banget jadi cowo jaman sekarang. Cewe2nya yg sibuk gerayangin cowo di muka umum.” Saya sama adik jawab,” Ya kan sudah beda jaman. Jaman mama muda dulu itu sudah berapa puluh tahun yg lalu toh.”

    Sekarang2 sih sudah jarang ribut2 demikian. Paling kalau jalan bareng ada yg “aneh” menurut beliau, mama suka nengok terus nyengir ke saya.

    Tapi bener deh cowo yang suka sesama jenis kebanyakan wangi, rapi dan badannya OK banget (kan senengnya pakai singlet tuh. Jadi kelihatan bicepnya yang OK banget). Makanya buat cewe2 yg masih single, menjaga kerapihan dan dandan yg rapi itu perlu. Kecantikan batiniah perlu waktu lama utk diketahui Jangan naif, mata manusia itu lebih suka lihat yg rapi daripada yg berantakan

  6. EA.Inakawa  19 August, 2011 at 15:09

    semuanya menarik……..Homo & Lesbian mereka sudah ada sejak dahulu kala mau tak mau kita harus menerimanya karena sudah menjadi bahagian masyarakat. Menjauhinya ….. untuk apa,berteman dengan mereka juga banyak asyiknya kok,solidaritas mereka tinggi ehehehe salam sejuk

  7. nia  19 August, 2011 at 14:22

    bu Nunuk kmana ya… parade dah dimulai kok blm kliatan

    sy pernah liat di mall di Spore… cowok pake sepatu hak tinggi…
    bagian atas cowok… ankle ke bawah cewek hahaha…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *