Satu Istri Tiga Suami

Ida Cholisa

 

Sinopsis:

Ricky Maulana, lelaki asal Subang itu bertemu gadis hitam manis di sebuah cafe tempat Nila bekerja. Cafe D’Soft di bilangan Jakarta Pusat, cafe langganan tempat Ricky menghabiskan akhir pekan setelah kepenatan bekerja melilitnya. Sebagai lelaki bujangan yang bekerja di perusahaan kontraktor, ia memiliki gaji yang cukup tinggi hingga investasi rumah berikut kendaraan mampu ia miliki. Bahkan tiap akhir pekan ia bisa berfoya-foya mengencani banyak wanita. Termasuk Nila Sumanti yang kebetulan bekerja di cafe tersebut.

Pernikahan mereka membuahkan tiga orang anak; Anton Wibawa, Tiara Mena dan Yessiana. Bertahun-tahun mereka menetap dan membangun karier di kota Jakarta. Waktu terus berjalan. Karier Ricky semakin cemerlang. Ia telah menjadi lelaki mapan. Sebuah perusahaan pribadi yang bergerak di bidang agrobisnis kini tergenggam di tangannya. Nila sendiri memiliki empat buah cafe yang dikelola saudara-saudaranya. Anak-anak mereka telah tumbuh dewasa. Anton berhasil meraih gelar insinyur di sebuah universitas negeri terkemuka di kota Jakarta. Tiara melanjutkan kuliah di fakultas hukum universitas swasta di kota Bandung. Si bungsu, Yessiana, bersiap melanjutkan kuliah di universitas negeri di kota Semarang.

Masalah mulai muncul ketika Anton bekerja di perusahaan ayahnya. Ricky, sang bapak, merasa anak lelakinya terlalu jauh mencampuri urusan perusahaan yang menjadi wewenang penuhnya. Sebagai anak kemarin sore yang belum cukup memiliki pengalaman kerja, Ricky menempatkan Anton pada staff bagian keuangan sesuai dengan ijazah pendidikan yang dimilikinya. Tapi belakangan sepak terjang Anton membuat pusing kepala Ricky. Ia tipe pekerja yang tak memiliki tanggung jawab.

Anak kedua, Tiara, terlibat cinta dengan anak seorang pejabat daerah di kotanya tempat kuliah. Cinta dua anak manusia tanpa pengawasan orang tua yang akhirnya menghasilkan anak di luar nikah. Tiara melahirkan bayi saat kuliahnya menginjak semester V. Tak ingin kuliah anaknya berantakan, Nila dan Ricky mengambil bayi yang dilahirkan anaknya dan mengasuhnya di rumah. Sementara anak bungsunya, Yessi, tekun berkutat dengan kuliahnya. Ia gadis yang pandai, luwes dan memiliki pergaulan yang cukup luas.

Tanpa sepengetahuan ayah ibunya, Yessi melamar bekerja di sebuah kantor pelayaran di kota Semarang. Kerja sambilan yang ia lakukan di sela jadwal kuliah yang telah longgar. Pekerjaan yang ia lakukan semata-mata untuk mengisi waktu luang dan mencari pengalaman, bukan untuk tujuan uang. Gadis pintar ini berhasil menyusun skripsi saat dirinya menginjak semester enam. Hingga kemudian ia lulus cum laude. Lulus dengan membawa kegemilangan.

Yessi tak mau kembali ke Jakarta. Ia tetap bekerja di Semarang. Bukan karena apa ia betah tinggal di ibukota Jawa Tengah itu, melainkan karena Dany, lelaki yang dikenalnya di perusahaan pelayaran yang telah menjatuhkan hati kepadanya. Hubungan percintaan mereka berjalan mulus hingga tiga tahun lamanya. Hingga kemudian pernikahan pun menjemput mereka. Yessiana cukup beruntung dipersunting oleh Dany Sumanta, anak Asep Sumanta yang kebetulan berasal dari Purwakarta, tanah sunda di mana berdekatan dengan kota Subang asal ayahnya.

Perhelatan besar pun dilangsungkan. Gadis cantik dengan gelar sarjana, anak pengusaha kaya bersanding dengan lelaki tampan anak dokter umum yang tersohor di kota Tangerang. Dokter Asep Sumanta, dokter bertangan dingin yang tersohor hingga ribuan pasien memburunya, hingga pundi-pundi kekayaan terkumpul di tangannya. Dengan dua anak lelaki kembar yang melengkapi kehidupannya, Dany dan Dano, Asep merasa kehidupannya sangat bahagia. Istrinya, Nunung, berprofesi sebagai bidan yang tak kalah tersohor pula.

Asep tak bisa memaksa salah satu anaknya untuk mengikuti jejaknya. Anak pertamanya, Dany, lebih menyukai pekerjaan di bidang pelayaran. Itulah sebabnya ia mengambil kuliah di akademi pelayaran yang ada di kota Semarang. Tiga tahun menimba ilmu, akhirnya ia berhasil meraih cita-cita, bekerja di kapal pelayaran. Seiring waktu yang terus bergulir, ia berhasil menjadi seorang nakhoda yang dipercaya membawa kapal cargo ke sejumlah negara. Pertemuannya dengan Yessi terjadi saat ia kembali dari pelayaran. Di kantor pelayaran itulah mata tajamnya bersirobok dengan mata bening Yessi. Cuti berlayar selama empat bulan ia manfaatkan untuk pulang menemui orang tuanya di Purwakarta, sekaligus bolak-balik ke kota Semarang untuk melakukan penjajagan dengan Yesi hingga akhirnya kemantapan pun ia dapatkan. Yesi perempuan ideal yang bisa dipercaya menjadi pasangan hidupnya.

Anak kedua Asep, Dano, saudara kembar Dany, pun sama seperti kakaknya. Ia tak mau menekuni profesi seperti ayahnya. Ia lebih tertarik mendalami jurnalistik. Cita-citanya untuk memiliki sebuah usaha penerbitan majalah dewasa tercapai sudah. Dengan kemampuan menulis serta modal kucuran orang tua ia berhasil membangun sebuah kantor penerbitan majalah dewasa di ibukota.

Sebagai orang tua Asep sepatutnya berlega. Dua anak lelakinya telah menemukan jalan hidup meski tak satu pun yang mengikuti jejaknya. Setelah pernikahan anak sulungnya, Dany, hatinya tergerak untuk segera meminta Dano mencari pendamping hidup. Keinginannya terkabul. Dua tahun setelah sang kakak menikah, Dano pun melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis asal Gunung Kidul. Retnowati, perempuan dari kalangan biasa. Menantu yang satu ini sebenarnya di luar kriteria Asep. Ia kurang “sreg” memiliki besan dari kalangan yang tak sejajar dengan dirinya. Itulah sebabnya hatinya lebih condong pada Yessi. Perbedaan sikap itu disadari benar oleh Dano dan istrinya, Retnowati.

Menginjak tiga tahun pernikahannya, Yessi tak kunjung dikaruniai putra. Suaminya, Dany, yang lebih banyak menghabiskan waktu di tengah laut berulangkali mengeluhkan soal ketidakhadiran bayi dalam rumah tangga mereka. Rasa gusar mulai merambati hati mereka. Asep sering memberi saran anak dan menantunya untuk melakukan pemeriksaan pada dokter kandungan. Tapi yang mengherankan, Dany tak pernah menyanggupinya. Dengan dalih bermacam-macam.

Orang tua Yessi pun mulai gusar. Keinginan mereka untuk menimang cucu kedua serasa jauh dari jangkauan. Cucu pertama mereka dari hubungan terlarang putri kedua mereka kini telah menginjak besar. Mereka ingin menimang cucu kembali untuk meramaikan rumah besar mereka yang senyap setelah ditinggal anak-anaknya. Harapannya tertuju pada Yessi. Tapi yang diharapkan belum nampak juga tanda-tanda kehamilan.

Dany kembali pergi berlayar. Ditinggalkannya Yesi dalam kesendirian. Hidup dalam gelimang kemewahan tapi berselimut sepi membuat hidup Yessi bagai dalam sangkar emas. Ia rindu menimang anak. Ia iri melihat Dano, adik iparnya, beserta istrinya, Retnowati, hidup bahagia bersama anak semata wayang mereka. Usia pernikahan mereka baru satu setengah tahun. Tapi mereka lebih dulu menimang anak.

Yessi mulai sering curhat kepada adik iparnya, Retno. Kebetulan tempat tinggal mereka berada di lokasi yang sama, Tangerang, kota di mana tinggal mertua mereka, Asep Sumanta dan istrinya. Kedekatannya dengan sang ponakan, Ega, membuatnya betah berlama-lama berada di rumah adik iparnya. Apalagi Retno bekerja sebagai guru TK di mana ia bisa leluasa menitipkan bayinya kepada Yessi yang setiap waktu bertandang ke rumahnya. Meski ada seorang pengasuh yang siap mengurusi keperluan si bayi, Retno lebih nyaman melihat anaknya berada dalam dekapan kakak iparnya. Dano, suami Retno, yang pekerjaannya tak terikat waktu kerap menjumpai Yessi dalam rumahnya. Kepada kakak iparnya ia sering memberikan semangat agar sabar menunggu datangnya momongan. Hingga syetan pun bersembunyi di balik nasehat itu. Pertemuan yang sering terjadi itu menyisakan perasaan suka di antara mereka.

Tanpa ada yang mengetahuinya, mereka terlibat affair setelah sekian lama bertemu muka. Hubungan tak semestinya itu meninggalkan jejak. Yessi hamil. Berita merebak. Bagaimana ia bisa hamil sementara Dany, suaminya, tengah berlayar sejak satu tahun lalu? Benih siapa yang ada di rahim Yessi?

Hingga melahirkan anak yang dikandungnya, Yessi tak pernah memberitahukan pada siapapun tentang siapa ayah bayi tersebut. Rahasia yang ia simpan rapat ternyata terkuak juga. Retno meminta cerai pada Dano, tetapi lelaki itu tak memenuhi permintaannya.

Setahun kemudian Dany pulang. Keterkejutan besar tak mampu ia sembunyikan demi mendapati istrinya telah melahirkan seorang anak yang jelas-jelas bukan dari benihnya. Tetapi rasa marahnya gugur demi mendapati bayi yang dilahirkan istrinya sangat memikat mata. Rumah besarnya tak lagi senyap. Ia bahkan merasa lebih betah berada dalam rumah setelah bayi kecil menghuni rumah mereka.

Untuk sesaat Dany tak mempersoalkan status bayi tersebut. Senyapnya rumah telah terisi dengan tawa riang dan celoteh bayi. Kendati hatinya terus bertanya-tanya tentang siapa ayah bayi tersebut, untuk sementara ia mengabaikannya. Ia sadar betul, istrinya telah berselingkuh di belakangnya. Tapi ia juga sadar diri kalau ia bukan lelaki sejati. Pekerjaannya yang menuntutnya untuk berbulan-bulan berada di atas kapal di tengah laut lepas telah membawanya pada kehidupan penuh nista. Ia memiliki seorang pacar yang setiap waktu bisa melayaninya kapan pun ia mau. Rinto, anak buahnya, kini menjadi teman gay-nya. Dany melakukannya tanpa sepengetahuan istrinya.

Merasakan hangatnya pelukan seorang Dano membuat Yessi terus ketagihan. Kehidupannya yang bergelimang harta tapi miskin belai cinta membuat hatinya gersang tiada tara. Melalui teman arisannya, diperkenalkannya ia dengan seorang pria macho yang berprofesi sebagai gigolo. Lagi dan lagi, Yessi pun hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan.

Kehidupan penuh sandiwara dan cinta durjana terus dijalani Yessi. Retno yang telah lama mencium sepak terjang suaminya kembali menuntut cerai. Kali ini Dano menyerah. Dibiarkannya istrinya pergi dengan membawa anak semata wayang mereka ke kampung halaman. Dano semakin leluasa mendatangi Yessi, apalagi Dany sang kakak berada jauh di tengah laut. Rinto, gigolo yang hampir setahun menjadi teman kencan Yessi pun tak kalah “garang” memberikan kepuasan maksimal pada Yessi, hingga perempuan itu tak bisa berpaling hati.

Ricky dan Nila, orang tua Yessi, merasa malu dengan sepak terjang Yessi. Sudah anak keduanya, Tiara, mencoreng aib di mukanya, kini sang adik tak kalah parahnya. Sementara anak sulungnya, Anton, terlibat dalam penggelapan uang perusahaan miliknya. Anak-anak yang dulu dibanggakannya kini bagai kotoran yang mencemari namanya.

Tak beda dengan Asep dan Nunung, mertua Yessi, mereka pun malu dengan kehidupan berantakan anak-anaknya. Setelah anak kedua mereka, Dano, menceraikan istrinya karena affair-nya dengan Yessi, kini mereka mendengar kabar tak sedap tentang kehidupan ala gay yang dijalani Dany di atas kapal. Menantu yang dulu mereka banggakan, Yessi, pun telah manjadi wanita jalang. Hidup dalam dekapan tiga lelaki yang dijalani Yessi telah terdengar telinga mereka.

Harta yang mereka kejar, dunia yang mereka genggam ternyata bukan jaminan ketenangan dan kebahagiaan. Melimpahnya harta tanpa tuntunan agama membuat mereka menjadi gelap mata. Seolah dunia adalah segalanya. Ricky dan Nila, orang tua Yessi, serta Asep dan Nunung, orang tua Dany, baru menyadari kesalahan mereka selama ini. Dunia, dunia dan dunia telah mereka berikan pada anak-anak mereka. Tapi nilai-nilai agama sama sekali tak mereka perkenalkan pada anak-anak mereka. Hingga akhirnya dunia yang mereka puja menjadi malapetaka bagi mereka dan anak-anak mereka.

Yessi semakin terperangkap dalam belitan tiga lelaki. Dua anak beda bapak berada dalam pengasuhannya. Anak-anak yang berasal dari bibit dan benih tak baik itu pun tumbuh menjadi anak-anak tak berkarakter, tak memiliki nilai-nilai kebaikan apapun. Yessi tak pernah mempedulikannya. Dunia dan kenikmatan lelaki benar-benar telah membutakan mata dan hatinya.

Bagaimana akhir kehidupan Yessi? Apakah ia semakin jauh terperosok atau bangkit dari kesalahan besarnya?

Baca lengkap dalam Novel “Satu Istri Tiga Suami.” Anda akan mendapatkan hikmah dan pelajaran besar yang menyentuh hati…***

 

Bogor, 2011-

 

 

25 Comments to "Satu Istri Tiga Suami"

  1. nu2k  24 August, 2011 at 15:23

    Mbak Rosda, bisa juga tetap menggilir dan menggilir… Tergantung siapa yang melakukannya…. Ha, ha, haaa. Permainan kata yang kadang sangat mengasukkan dan seringkali bisa mempunyai makna yang berbeda… Werkt ze, Nu2k.

  2. nu2k  24 August, 2011 at 14:51

    Beste ibu Ida, ha, ha, haaaa… Rupanya sedang balas dendam Tokoh Wanita dalam ceritanya…. Salam, Nu2k

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.