Siapa Pendiri Bangsa (Founding Fathers) Republik Indonesia?

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

Namanya sebuah negara tentu ada pendirinya. Siapa pendiri Indonesia? Kebanyakan akan menjawab dynamic duo, Soekarno dan Mohammad Hatta. Padahal bukan hanya mereka berdua. Ada banyak orang lainnya.

Waktu naskah proklamasi dirumuskan dan disetujui, seharusnya semua yang hadir (sekitar 30 orang) menandatangani. Namun mereka menolak.

Nah, yang dimaksudkan Pendiri Bangsa adalah tokoh secara teknis berperan aktif, nyata dan terbukti menyusun struktur negara RI menjelang datangnya hari kemerdekaan. Mereka itu adalah para anggota Bapan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (lalu dibubarkan dan diganti dengan PPKI). Juga anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan ditambah tokoh yang hadir merumuskan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda, 16 Agustus 1945.

Inilah mereka:

PENDIRI BANGSA YANG MERUMUSKAN NASKAH PROKLAMASI:

  1. Soekarno
  2. Mohammad Hatta
  3. Ahmad Soebardjo
  4. Radjiman Wediodiningrat
  5. Soetardjo Kartohadikoesoemo
  6. Iwa Kusumasumantri
  7. Abikoesno Tjokrosoejoso
  8. Buntaran Martoatmodjo
  9. Otto Iskandardinata
  10. Raden Soepomo
  11. Ki Hadjar Dewantara
  12. Soekardjo Wirjosandjojo
  13. Ki Bagus  Hadikoesoemo
  14. Johannes Latuharhary
  15. I Gusti Ktut Pudja
  16. Samsi Sastrawidagda
  17. Mohammad. Amir
  18. GSSJ Ratulangi
  19. Teuku Mohammad Hasan
  20. Abdul Abbas
  21. Anang.Abdul. Hamidhan
  22. A. Rivai
  23. Andi Pangeran Pettarani
  24. Soediro (mBah)
  25. Harsono Tjokroaminoto
  26. Soekarni
  27. Andi Sultan Daeng Radha
  28. Chaerul Saleh
  29. Burhanuddin Muhammad Diah
  30. Sajuti Melik
  31. Semaun Bakri.

 

PENDIRI BANGSA (ANGGOTA PPKI TAPI TAK MERUMUSKAN NASKAH PROKLAMASI):

  1. BPH Purubojo
  2. BKPA Surjohamidjojo
  3. Yap Tjwan Bin
  4. Wahid Hasjim
  5. Kasman Singodimedjo
  6. R. Abdul Kadir
  7. RAA Wiranatakusumah
  8. R. Panji Suroso

 

PENDIRI BANGSA (ANGGOTA BPUPKI TAPI BUKAN ANGGOTA PPKI DAN TAK MERUMUSKAN NASKAH PROKLAMASI):

  1. Abdul Kaffar
  2. Abdul Kahar Muzakkir
  3. Agus Muchsin Dasaad
  4. AR Baswedan
  5. BPH Bintoro
  6. R. Kusumaatmadja
  7. Sukiman Wirjosandjojo
  8. KRMH Sosrodiningrat
  9. A.A. Sanusi
  10. Agus Salim
  11. Pangeran Muhammad Nur
  12. Ashar Sutedjo Munandar
  13. RM Panji Surachman Tjokroadisoerjo
  14. R Rooseno Surjohadikusumo
  15. Abdul Halim
  16. KRMTA Wurjoningrat
  17. Abdul Fatah Hassan
  18. KH Mas Mansjur
  19. KH Masjkur
  20. Liem Koen Hian
  21. Mas Aris
  22. A.A Maramis
  23. KRMT Wongsonagoro
  24. Mas Besar Martokusumo
  25. Sutanto Tirtoprodjo
  26. Muhammad Yamin
  27. R Hindromartono
  28. R Mas Sartono
  29. R Panji Singgih
  30. R. Samsudin
  31. R Suwandi
  32. R Sastromuljono
  33. Maria Ulfah Santoso
  34. Siti Sunarjo Mangunpuspito
  35. Oey Tiang Tjoei
  36. Oey Tjong Hauw
  37. P.F. Dahler
  38. Parada Harahap
  39. Pangeran Husein Djajadiningrat
  40. R Jenal Asikin Widjaja Kusuma
  41. R Abdulrahim Pratalykrama
  42. RAA Sumitro Kolopaking Purbonegoro
  43. R Asikin Natanegara
  44. Margono Djojohadikusumo
  45. RMTA Soerjo
  46. R Ruslan Wongsokusumo
  47. Raden Sudirman
  48. Tan Eng Hoa

Total: 87 orang

 

 

40 Comments to "Siapa Pendiri Bangsa (Founding Fathers) Republik Indonesia?"

  1. abdul rohman  13 April, 2014 at 19:34

    Semoga akan tumbuh pahlawan-pahlawan sekaliber pendiri negeri ini..InsyaAllah masih ada

  2. bangun  2 November, 2013 at 21:25

    sungguh sangat luar biasa perjuangan para pahlawan RI, tetapi sangat di sayangkan saat ini RI lagi terjadi kegoncangan oknum-oknum yang ingin mencuri harta RI, yang ingin memperkaya dirinya,,,

  3. Radityo  20 February, 2013 at 23:39

    Kalau tidak salah dari apa yang pernah saya baca, naskah proklamasi itu dibuat oleh Soekarno dan Hatta, dimana sebenarnya Hatta-lah yang disuruh untuk membuat naskah tersebut, karena menurut pendapat orang-orang yang hadir pada dini hari di rumah Laksamana Maeda, Hatta-lah yang memiliki “tingkat bahasa” yang paling baik diantara yang hadir pada saat itu. Namun Hatta kemudian merasa kesulitan apabila menulis sekaligus memikirkan bagaimana bentuk naskah tersebut. Sehingga kemudian, Soekarno yang menulis naskahnya dengan didektekan oleh Hatta, dan akhirnya jadi-lah naskah proklamasi bersejarah yang kita kenal sekarang ini.

  4. Wolly Baktiono  7 October, 2012 at 18:47

    Good job! Terimakasih. Yang perlu diangkat lagi adalah yang benar-benar Founding Fathers yang selama hidupnya diabdikan pada cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia, dibuang, masuk penjara ke penjara, pemikirannya menginspirasi tokoh2 besar lainnya. Kita baca buku2 Dr. Harry Poeze dan Richard Kahin dll. Betapa besar jasa tokoh-tokoh Indonesia sekaliber Ibrahim Datuk Tan Malaka, Sutan Sjahrir, Semaun dan lain-lain.

  5. aris ardiyansyah  28 June, 2012 at 15:13

    setahu saya pendiri nama indonesia cuma satu nama …………………….menurut kalangan kyai 2 atas dan yg udah sepuh2 cuma satu nama …..SYEH MUHAMMAD ABDULRAHMAN …….

  6. iqbal maulana  18 June, 2012 at 21:29

    terimakasih atas pemberian ilmu yang sudah engkaw kasih kepada saya.
    saya hanya bisa berterimakasih kepada para pahlawan yang sudah merelakan nyawanya kepada indonesia.

  7. J C  8 November, 2011 at 14:01

    Entah satu kebetulan atau apa ya. Boleh bangga, boleh GR dan boleh senang…yang ditulis mas Iwan Satyanegara Kamah dengan serial ORANG-ORANG TERLUPAKAN, kok KEBETULAN dapat GELAR PAHLAWAN semua SERENTAK 2011 ini. Diawali dengan peringatan 100 tahun Sjafruddin Prawiranegara, panitianya mengontak mas Iwan, dan artikelnya masuk ke dalam buku peringatan yang dibaca SEMUA KALANGAN, dari RI-1 sampai ke semua kalangan…

    Ikut senang, bangga, terharu…

  8. IWAN SATYANEGARA KAMAH  8 November, 2011 at 13:15

    Akhirnya…justru I Gusti Ketut Pudja, seorang bapak pendiri bangsa ini (no. 15), diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan 2011.

  9. febry zulqoidah  5 September, 2011 at 20:49

    astegong….banyak amet..yg mna yg ane pilih untuk tugas ini…wedewww…pusinkkkk deh

  10. hamdani  30 August, 2011 at 22:49

    Kenapa sekarang masih saja terjadi perbedaan dan pemalsuan data pejuang dan entah apa sebutan mereka/ founding fathers or others, tetapi sekarang yang lebih memuakkan adalah para penghianat negera, pencuri harta dan jabatan, bukan mengingat dan mengisi hasil kerja pejuang. Kapan kasil kerja para pejuang dihargai dengan tujuan adil makmur dan berkeadilan. Mereka , para pejuang tak dikenal mati sia-sia diberbagai tempat di bumi ini tanpa meminta gaji atau pangkat dan jabatan. Sadarlah para pencundang dan penghianat bangsa, masih banyak saudara kita yg masih perlu harta dari kekayaan negeri ini agar mereka juga makmur. salam merdeka.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Image (JPEG, max 50KB, please)