Sanrio dan Hello Kitty

Dewi Aichi – Brazil

 

Cat lovers di Baltyra, dan juga yang tidak suka dengan kucing, termasuk saya, salam hangat semuanya! Menyapa lagi, tapi kali ini saya akan menulis sedikit tentang Hello Kitty. Ide tulisan ini dikarenakan saya senang sekali mendapatkan kabar bahwa sahabat saya yang saat ini masih tinggal di Jepang, mendapatkan pekerjaan di Sanrio. Sebuah perusahaan yang cukup terkenal tidak hanya di Jepang, tapi perusahaan ini juga sudah berada di berbagai negara.

Hello Kitty juga kucing yang sangat terkenal dan banyak penggemarnya. Lady Gaga dan Paris Hilton juga termasuk yang menggemari Hello Kitty. Hello Kitty bukan seekor kucing beneran, atau seekor kucing hidup. Jika kebetulan ada kucing piaraan yang diberi nama Hello Kitty, sudah jelas itu mengambil Hello Kitty dari Sanrio he he…! Tenang saja, pasti tidak bayar kok..!

Hello Kitty diproduksi pertama kali di Jepang 37 tahun yang lalu. Gambar kucing Hello Kitty ini pada awalnya hanya sebuah garis-garis sederhana yang diciptakan oleh desainer Ikuko Shimizu yang akan diproduksi oleh perusahaan Sanrio. Meskipun hanya berbentuk gambar sederhana, Ikuko menyelesaikan dalam jangka waktu hampir satu tahun.

Belum sampai diproduksi, Ikuko Shimizu mengundurkan diri dari perusahaan. Kemudian dilanjutkan oleh Setsuko Yonekubo. Tetapi tidak lama, Setsuko hanya memimpin perusahaan selama 5 tahun(1980) dan dioper lagi ke Yuko Yamaguchi untuk memimpinnya.

Pertama kali dirancang, gambar kucing yang akhirnya terkenal ini hanyalah untuk hiasan produk dompet gaya remaja Jepang. Siapa sangka bahwa Hello Kitty bisa mendunia seperti sekarang ini. Bahkan sudah puluhan ribu model Hello Kitty sudah tercipta.

Kita tinggalkan Hello Kitty untuk sedikit melongok sejarah berdirinya perusahaan Sanrio. Sebelum menjadi perusahaan besar yang bernama “Sanrio Company Ltd.” (1960), perusahaan ini hanya merupakan sebuah toko buku bernama “Yamanasi Silk Center Co”, yang dimiliki oleh Shintaro Tsuji dengan modal 1 juta Yen atau sekitar 20.000 dolar AS.

Tsuji berambisi untuk membangun sebuah perusahaan yang akan memproduksi sebuah barang untuk “omiyage” atau cinderamata yang mana masyarakat Jepang memang kental dengan budaya saling memberikan omiyage. Ini rencana cerdas seorang Tsuji, yang mana bisa memanfaatkan budaya lokal ini sebagai pendorong untuk mendirikan sebuah usaha.

Akhirnya pada tahun 1962 Tsuji berhasil mewujudkan ambisinya yaitu membuat cinderamata yang mengambil karakter buah Strawberry. Gambar-gambar Strawberry mulai menghiasi berbagai produk ciptaannya. Tsuji berencana memasarkan produknya yang sebenarnya ini terinspirasi oleh The Beatles-Strawberry Fields Forever. Hal ini juga mendorong Tsuji untuk membuka cabang di San Francisco yang diberi nama Strawberry Store. Dan dikembangkan lagi, Tsuji menerbitkan sebuah tabloitd Strawberry.

Karena perkembangan usahanya semakin meyakinkan, Tsuji membangun lagi sebuah toko “souvenir gate”di Tokyo pada tahun 1971. Hanya dalam jangka waktu 2 tahun, toko ini diganti namanya menjadi “Sanrio Company, Ltd.

Nama Sanrio diambil dari kata “san”(suci atau sakral dalam bahasa Spanyo), dan “rio”(sungai). Ini merupakan hasil pemikiran seorang Tsuji bahwa peradaban banyak dilahirkan dari tepi sungai.

 

“Small Gift, Big Smile”!

 

Sumber info: http://www.japaoemfoco.com/historia-e-origem-da-hello-kitty/

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

31 Comments to "Sanrio dan Hello Kitty"

  1. Dewi Aichi  31 January, 2014 at 22:49

    Bambang…benar sekali, sekarang merembet ke makanan yang tadinya biasa saja, kini di desain memakai hello kitty, Jepang memang ngga ada matinya kalau soal kreativitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *