Kembali ke Baitullah (3)

Adhe Mirza Hakim

 

All temans…tak terasa bulan Ramadhan tinggal 10 hari lagi, semoga kita semua bisa memanfaatkan sisa waktu di bulan yang penuh berkah ini dengan baik, aamiin. Lanjutan serial notes “Kembali ke Baitullah” hadir kembali, kalau posting nya baru sempat hari ini, sekali lagi mohon maklum penulis notes ini suka sok sibuk sama urusan yang lain, so…kegiatan tulis menulis dilakukan di saat ada waktu luang hehe…tidak perlu berpanjang kata silahkan membaca artikel ini:

 

Hari 5, Senin 7 Juni 2011, Mekkah

Kami kembali ke masjidil Harom untuk melaksanakan sholat sunnah Dhuha, berkat cukup istirahat dan tidur, anak-anak kembali happy, di pelataran masjidil Harom saat pagi hari banyak ditemui burung-burung merpati, sama hal nya dengan masjid Nabawi. Anak-anak berlari-larian menggoda burung merpati yang segera terbang saat didekati, yang seperti ini tidak ada di tempat kami, jadi harap maklum kalau mereka sangat excited. Sesi foto-foto kembali berlanjut, teteup…

Merpati di pelataran masjidil Harom

 

Mengejar Merpati

 

Yanti ‘n Me @Harom

 

Selepas Dhuha, aku mengajak Yanti untuk bertawwaf sunnah, sedang anak-anak ikut bapake, kami berpencar saat dalam masjid.  Udara yang cukup terik tidak menghalangi ibadah kami, Alhamdulillah Yanti berkesempatan sholat sunnah 2 rakaat di Hijir Ismail, walaupun dalam suasana berdesak-desakan, aku sendiri hanya menjaga Yanti, bukannya tidak ingin sholat sunnah juga, tetapi aku sudah pernah melakukannya sebelum ini, kini aku ingin temanku merasakan hal yang pernah aku alami. Yanti sangat bersyukur sekali bisa merasakan sholat sunnah di Hijir Ismail, yang perlu perjuangan untuk sholat di sana.

Saat ku tanya apa Yanti mau mencium Hajar Aswat, dia menggeleng, itu bukan suatu keharusan, jadi tidak perlu memaksakan diri untuk menciumnya, apalagi pakai acara sikut-sikutan. Kami lanjut ke sholat Dzuhur, cuaca siang hari sangat terik dan berdebu, maklumlah saat ini sedang digiatkan pembangunan perluasan masjid, selain itu banyak dibangun hotel-hotel baru, tujuannya untuk menampung jumlah jama’ah haji yang setiap tahun semakin bertambah dan memberi kenyamanan buat para jama’ah dalam beribadah.

Kalau mau jujur, dalam kondisi musim haji dimana berkumpul juta’an jama’ah haji dari seluruh penjuru dunia di Tanah Suci, tingkat kenyamanan dalam beribadah akan kembali ke urusan hati dan iman, jika berbicara soal kenyamanan fisik….hmmm kembali ke masing-masing individu deh, karena persepsi kenyamanan tidak akan sama. Kita hargai usaha pihak Kerajaan Saudi Arabia yang selalu berupaya meningkatkan fasilitas-fasilitas yang berhubungan dengan kenyamanan dan kemudahan bagi semua jama’ah dalam beribadah.

Banyak tenaga-tenaga ahli dan pekerja-pekerja bangunan yang dikerahkan, mereka datang dari berbagai negara dan bisa dipastikan mereka Muslim semua, karena di Tanah Suci, tidak boleh masuk kaum non Muslim, ini ketentuan yang sudah diatur dalam Al-Qur’an (maaf ya..lupa surah dan ayatnya). Para pekerja ini turut sholat berjama’ah jika waktu sholat tiba tetap dengan seragam kerja mereka lengkap dengan topi helm kerjanya.

Selesai sholat Dzuhur kami memutuskan pulang ke hotel, karena jarak hotel dan masjid relative dekat, rasanya lebih enak kalau istirahat di kamar hotel, mau tiduran atau nyuci baju bisa dilakukan saat jeda waktu ini, buat yang hobby belanja jangan kuatir ada Hilton, Bil Dawood dan Zam-zam Mall di sekitar Harom, kalau Pasar Seng sudah gak ada lagi, gantinya masih bisa ditemui beberapa lokasi perbelanjaan murah meriah di kios dan toko perorangan yang terletak di tepi jalan di antara himpitan bangunan hotel.

Hari ini aku akan berjumpa dengan ayuk Thia, beliau akan menemuiku di hotel, selepas sholat Dzuhur ayuk Thia tiba, kami berpelukan senang sekali, ayuk memakai abaya hitam plus cadar, aku memperkenalkan keluargaku ke ayuk, kami saling bertukar oleh-oleh, ayuk memberi coklat buat anak-anak. Kami hanya bertemu sebentar dan berjanji keesokan hari mau jjs bersama. Rencana untuk jjs sama ayuk agak tertunda karena ada sms dari ayuk Thia beberapa saat kemudian, mengabarkan ada keluarganya yang sedang tertimpa musibah sehingga ayuk harus ke Thaif, kami faham dan turut prihatin atas musibah itu, dan berharap semua bisa baik-baik saja.  Sebenarnya kami berniat ke Museum Ka’bah, rupanya ijin untuk berkunjung ke sana tidak bisa secara dadakan. Mutawif yang ingin membawa kami kesana tidak dapat ijin masuk, apa boleh buat tidak jadi ke museum deh…

Saat makan siang aku ngobrol dengan Ovie, yang sangat bahagia telah melaksanakan ibadah umroh bersama bunda tercinta, awal keberangkatan Ovie berumroh dimulai secara tak sengaja dari percakapan di Group BBM, Ovie ingin menitipkan Bundanya ke kami, rupanya Bunda ingin ditemani Ovie, benar-benar super mepet rencana keberangkatan ini, cuti dari kantor Ovie turun di saat 2 hari sebelum keberangkatan ke Jeddah. Alhamdulillah semua urusan dimudahkan-NYA, ibarat kata “Selama ada niat baik maka Tuhan akan memberi jalan.”

Ovie berpikir kenapa tidak dari dulu dia ber-umroh, dia melihat banyak nenek-nenek dan kakek-kakek yang sudah sepuh-sepuh bersemangat ke Tanah Suci sedang dia yang masih muda malah baru terpikir saat ini, hehe…semua ada waktunya dear, nggak apa-apa koq, yang penting niat ibadahnya terlaksana dengan baik. Kami juga salut dengan beberapa orang nenek dan kakek yang satu rombongan dengan kami, mereka hanya orang-orang biasa, yang mengumpulkan uang untuk ke Tanah Suci dengan cara menabung selama bertahun-tahun bahkan ada yang hanya pedagang makanan kecil. Soal rizki ke Tanah Suci memang menjadi rahasia Allah. Banyak orang yang hidupnya sederhana bisa sampai ke Tanah Suci dan mendapat berkah dari sana, sedang orang berpunya kadang tidak terpikir untuk segera ke Baitullah dengan alasan sangat klise “Belum Siap”, hmmm blum siap apa ya???

Saat mau sholat Ashar, aku menghampiri kamar Ovie, kalau mau ke masjid biasanya kami suka ramai-ramai, ternyata Ovie sakit maag nya kumat, perutnya sampai melilit, kami agak heran aja dengan kejadian ini, karena setahu kami kondisi tubuh Ovie baik-baik saja, bahkan dia sangat semangat menjalankan ibadah di Tanah Suci ini.  Belakangan kami baru tau jawaban kenapa Ovie mendadak sakit, ternyata…. Ovie sempat berucap tidak mau makan karena gak ada selera, tidak berapa lama kemudian tiba-tiba perutnya terasa melilit-lilit, sampai lemas badannya, rupanya bunda Ovie tanggap dengan keadaan Ovie, langsung Ovie diminta istighfar mohon ampun pada Allah, atas ucapannya yang seolah-olah tidak mensyukuri nikmat makan yang telah diterimanya. Setelah melakukan apa yang disarankan bunda, kondisi tubuh Ovie mulai membaik sampai hilang sakit maag nya, Subhanallah…. Kita harus selalu berpikir positif dan menjaga lisan selama di Tanah Suci.

Antara waktu sholat Ashar ke Maghrib, kami menghabiskan waktu untuk menikmati makanan yang ada di food court yang terletak di lantai 3 Zam-zam Mall. Banyak aneka pilihan makanan di sana, anak-anak kami minta Pizza, ada Pizza Hut ada juga Pizza Sbarro, rasanya sama enak, kalau Fried Chicken bisa dijumpai Kentucky, Burger King dan Al – Baik. Untuk Ice Cream bisa ditemui Baskin ‘n Robbins dan Hagen Dast. Intinya menyenangkan hati anak-anak, mereka suka melihat-lihat suasananya, yang pasti di Mall ini banyak ditemui toko-toko penjual Parfume, kebayangkan Mall nya wangi…hehe.

Selanjutnya kami sholat Maghrib di Harom dan memutuskan untuk tetap di masjid sampai waktu Isya tiba.

 

Hari 6, Selasa 28 Juni 2011, Mekkah

Hari ini ada jadwal City Tour di kota Mekkah, pukul 8 pagi kami semua sudah berkumpul di lobby hotel, ada anjuran untuk ikut ibadah umroh yang kedua, dengan mengambil Miqot di Za’ronah. anak-anakku tidak mau ikut umroh yang kedua, maklum membayangkan umroh yang pertama begitu melelahkan. Kami ikut dengan jama’ah yang lain untuk melaksanakan umroh yang ke 2 kalinya.

Sebelum ke Za’ronah, kami mengunjungi Jabal Nur dan Jabal Tzur kami tidak punya kesempatan untuk mendakinya, cukup melihat dari bawah saja, keterbatasan waktu yang tidak memungkinkan untuk menaikinya. Saranku kalau mau mendaki Jabal Nur atau Jabal Tsur sebaiknya pagi hari disaat suhu udara tidak terlalu panas.

Rombongan dibawa ke kawasan Ar-Mina, Arafah, Muzdalifah dan Jabal Rahmah, semuanya dalam satu wilayah, jika musim haji tiba, ke empat tempat ini dipenuhi jutaan manusia yang berkumpul untuk melaksanakan prosesi ibadah haji.  Kami turun hanya di Jabal Rahmah, sedang yang lain cukup kami lihat dari mobil, jabal Rahmah tidak terlalu tinggi, jadi kami bisa mendakinya agak santai. Hakim semangat sekali menapaki anak tangga untuk sampai ke atas. Ada tugu besar yang berdiri diatas jabal Rahmah sebagai tanda dimana pertama kalinya Nabi Adam dan Siti Hawa bertemu kembali di muka bumi ini. Makanya banyak orang berdo’a minta dapat jodoh di tempat ini, wallahu’alam bissawab. Sepanjang menapaki anak tangga di jabal Rahmah, banyak ditemui para pengemis dari anak-anak sampai orang dewasa, jika ingin berbagi rizki siapkan uang pecahan 1 Real,  tapi ingat-ingat wajah para pengemis itu, kadang mereka suka minta dua kali, hehe… misal, kita memberi mereka saat naik, ketika kita turun mereka suka minta lagi. Bisa jadi mereka lupa dengan wajah jama’ah yang telah memberi sedekah, tetap berbaik sangka ya.

Foto bersama di pelataran jabal Rahmah

 

Eh…ada yang lagi badmood tuh meluk bu de Ummi

 

Pengemis di tangga jabal Rahmah

 

Es krim 2 real nya enak lho… kalo onta hias nya cukup 5 real buat numpang foto doang

Di tempat ini banyak ditemui onta hias, jadilah foto-foto dengan Onta, cukup 5 Real saja harganya. Kalau aku suka nyari mobil Ice Cream 2 Real, ternyata ketemu… jadilah menikmati Ice Cream sambil foto-foto hehe. Selanjutnya rombongan meneruskan perjalanan ke masjid Za’ronah untuk mengambil miqot umroh. Masjid Za’ronah tidaklah besar, beda dengan Bir Ali yang lebih luas dan ada tamannya, di sini dulunya ada mata air yang namanya Za’ronah, dipercayai mendatangkan mukjizat, karena dianggap syirik akhirnya mata air ini ditutup untuk umum, kabarnya tidak ada lagi mata airnya, yang tinggal hanya masjid nya saja. Setelah sholat sunnah niat berihram, rombongan jama’ah pulang kembali ke Hotel, bersiap untuk sholat Dzuhur.

Kebetulan makan siang sudah tersedia kami sempat makan dulu sebelum ke Harom untuk sholat Dzuhur dan berumroh. Anak-anak tetap kami ajak ke Harom, Hakim dan Mirza memilih duduk di dalam masjid, Hakim sendiri yang memilih tempat dimana dia dan Mirza akan duduk manis sambil menanti kami selesai berumroh. Kata Hakim, “Kita harus memilih tempat yang strategis untuk memandang Ka’bah”, aku dan bapake tertawa mendengarnya, rupanya Hakim memilih syaf terdepan di dalam masjid yang langsung menghadap Ka’bah, hmmm…boleh juga pilihan tempatnya.  Tempat yang dipilih oleh Hakim khusus buat jama’ah laki-laki. Selanjutnya Hakim menghabiskan waktu dengan mengaji sedang Mirza memilih tidur-tiduran maklum bocah yah sak karepe dewe lah, yang penting mereka sabar menanti kami berumroh.

Ada yang makan burger ada juga yg makan pizza, suka-suka para bocah

 

Akhirnya kami selesai juga melaksanakan prosesi umroh ke 2, selanjutnya kami sholat Ashar, pulang dari masjid, anak-anak meminta makan di food court Zam-zam Mall, hmm ketagihan nie judule, hehe… bapake harus pulang ke hotel dulu untuk melepas kain ihrom dan berganti baju koko, sedang aku dan anak-anak langsung menuju food court, kali ini kami memilih makan fried chicken Burger King. Sampai waktu Maghrib menjelang, kami langsung bergegas ke Harom unttuk sholat Maghrib. Setelah itu baru kami pulang ke hotel dan kembali ke Harom menjelang waktu sholat Isya.

 

Hari 7, Rabu 29 Juni 2011, Mekkah

Tidak ada jadwal kemana-mana, para jama’ah hanya dianjurkan memperbanyak ibadah, kalau ada yang mau ambil ibadah umroh 3 – 5 kali pun bisa, syaratnya ambil miqot di masjid Tan’im yang jaraknya tidak  jauh dari Harom, kalau naik angkutan umum cukup bayar 10 Real, Hotel – Tan’im – Harom. Berhubung kami membawa anak-anak, jadi cukup 2x saja berumrohnya, kami juga nggak mau merepotkan jama’ah lain dengan menitipkan anak-anak kami.

Pagi hari sebelum sholat Dzuhur, kami menyempatkan diri pergi ke gerai coklat yang cukup nge-Top di kota Mekkah, “Al-Nukaly” bener-bener bikin heboh belanja coklat disini. Walau harganya nggak murah tapi sebanding dengan rasanya, ada rupa ada harga kan? Kami naik mobil taxi ke daerah Jarwal, dimana toko ini berada, cukup bayar taxi 25 Real, itupun pak sopir bersedia menunggu kami. Hehe… setelah cukup memborong coklat, kami pulang kembali ke hotel.

Toko Coklat “Al-Nukaly” @Jarwal, Mekkah

 

Display Coklat yang bener-bener bikin “gelap mata” buat borong aneka coklat, hehe…dijamin semua halal!

 

Dua hari terakhir ini aku dibuat repot, aku telah kehilangan kunci gembok tas koper pakaianku. Aku sudah berusaha mencari sampai nungging-nungging memeriksa bawah kolong tempat tidur dan mengangkat semua kasur, siapa tahu itu anak kunci terjatuh dan terselip diantaranya. Namun usahaku mencari keseantero kamar tetap tidak ketemu, aku sampai lelah mencarinya, terpikir olehku mungkin ini peringatan Allah buatku, karena terlalu kuatir barang-barangku akan hilang. Kini malah aku tidak bisa membuka koper pakaianku, mau cari tank buat merusak gembok tas nggak ada. Setelah lelah mencari cara untuk ngebuka gembok koper, mba Ummi menyarankanku untuk sholat sunnah 2 raka’at dan beristighfar.  Aku ikutin saran yang baik ini, sambil memohon ampunan pada Allah, karena aku sudah menyimpan prasangka terhadap orang lain yang seolah-olah ingin membuka tas koperku.

Setelah sholat sunnah, pikiranku lebih tenang dan ikhlas, apapun yang terjadi semua atas kehendakNYA. Tiba-tiba terlintas ide untuk membuka koperku dengan memakai anak kunci dari gembok koper-koper yang lain. Alhamdulillah….tas koperku bisa terbuka. Ternyata semua memang harus dengan prasangka yang baik.

Santai di Mall bareng ayuk Thia, nggak jauh beda seperti mall di sini

 

Hari ini aku dapat sms dari ayuk Thia yang mengabarkan bahwa ayuk bisa menemani kami jjs, senangnya…kemana lagi kalau nggak ke mall yang ada di sekitar kota Mekkah. Sore hari, ayuk Thia menjemput kami bersama anak-anaknya. Kami duduk dalam mobil sedan yang tidak begitu besar, agak berdesakan dikit tapi yang penting sampai tujuan. Aku membeli pudding agar-agar yang menjadi pesanan adikku serta asinan buah Zaitun pesanan mamaku, sedang anak-anak ku membeli patato chips “Pringles” rasanya lebih enak tidak terlalu asin msg.

Ayuk Thia membelikanku sekotak alat masak berupa sendok penggorengan, pesannya biar aku rajin masak, hihihi…. soalnya selama ini rajin makan aja, makasih ayuk semoga do’amu terkabul biar aku back to pantry. Setelah acara belanja selesai, kami segera menuju ke rumah ayuk Thia, untuk bersilaturahim sekalian sholat maghrib disana, ayuk mengenalkan cucu-cucunya yang lucu, dulu saat pertama ke rumah ayuk, aku blum sempat bertemu dengan mereka, wah kecil-kecil aja sudah cakep gimana gede nya nanti ya hehe. Karena waktu sudah bergerak malam, kami mohon diri tentu diantar kembali oleh anak laki-laki ayuk sampai ke hotel. InsyaAllah tali silaturahim di antara kita tetap terjaga ya ayuk, do’a kan kami agar bisa kembali ke Baitullah, aamiin.

 

AMH, BDL 20082011.

……..bersambung……….

 

About Adhe Mirza Hakim

Berkarir sebagai notaris dan PPAT yang tinggal dan berkeluarga di Bandar Lampung. Berbagai belahan dunia sudah ditapakinya bersama suami dan anak-anak tercintanya. Alumnus Universitas Sriwijaya dan melanjutkan spesialisasi kenotariatan di Universitas Padjadjaran. Salah satu hobinya adalah menuliskan dengan detail (hampir) seluruh perjalanannya baik dalam maupun luar negeri lengkap dengan foto-foto indah, yang memerkaya khasanah BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

9 Comments to "Kembali ke Baitullah (3)"

  1. kukuh  14 August, 2019 at 23:50

    bisa posting foto daerah jarwal 2012 sy dan ibuku menginap disana dari embarkasi juanda kloter 86 yg sy ingat depan hotel ada semacam putar balik kendaraan klokeluar dari penginapan ke kanan ada jln jabaal alkabah klo ke kiri ada perempatan ada toko jual eskrim diseberangnya ada masjid
    bs foto foto …kangen ….trims ya

  2. Adhe  7 September, 2011 at 16:28

    @JC…always thanks…walau akunya suka sok sibuk hehe….teteup Baltyra di hati, oya Onta nya emang genit2 disana xixixixi….

    @T.Moken, makasih ya bu sudah sempatin baca kisahku.

    @pak Han, makasih lho….selalu setia membaca tulisan2 sederhanaku, semoga akan ada tulisan2 berikutnya.

    @cik Lany, hahahahaha….si Onta adus kemringet ra mudeng aku xixixi…..lha sudah biasa…disana.

    @om Pampam…..hihihi….si Onta agak mengas dikiiit kali.

    @pak de Sumonggo aka de mas kemplu, hahahaha……bisaaa aja si Onta mau es krim secara mana panas lagi udaranya.

    @om Bagong, waah…boleh banget pak de….ntar Hakim pinjamin hehe

  3. bagong julianto  27 August, 2011 at 17:47

    Boleh pinjam payung’e Mas Hakim?

    Suwunnn,

  4. Sumonggo  26 August, 2011 at 09:54

    Senang dengar ceritanya Adhe
    Kasihan ontanya, mungkin ingin makan eskrim juga

  5. [email protected]  25 August, 2011 at 10:45

    gimana tu onta napas ya…. hidungnya ditutup gituh

  6. Lani  25 August, 2011 at 09:49

    ADHE : luwi onta apa ndak adus kringet ya? dikrukupi hiasan spt itu?????

  7. Handoko Widagdo  25 August, 2011 at 07:33

    Alkhamdullilah sudah sampai babak 3. Saya menikmati paparan kisahnya di negeri padang pasir Cik Dhe

  8. T.Moken  25 August, 2011 at 07:26

    Ada sea gulls juga disana.Ontanya boleh ikut parade karena cantik hiasannya. Thanks Bu Adhe sudah sharing pengalaman imannya.

  9. J C  25 August, 2011 at 07:05

    Walah, itu unta kok dihias kayak gitu…hihihi…gedambyah-gedambyah…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.