Komidi Putar

Vera Ernawati – Jakarta

 

Ia datang juga.

Aha! Siapa dia?

Ia seorang lelaki biasa dengan hati yang luar biasa.

Ia datang dengan sekotak penuh kebahagiaan, penuh dengan bunga-bunga harum kerinduan. Ia datang bersama rinai hujan, sambil membawa sebuah harapan: ingin berjumpa dengan perempuannya. Perempuan yang terbuat dari angin kehidupan.

Mereka bertemu. Berjabat tangan di atas lantai yang dingin. Dan seketika, sama-sama menjadi ingin. Ingin menatap. Ingin tertawa. Ingin berbagi kerinduan. Ingin segera memecahkan semuanya dengan kata-kata.

Perjumpaan pertama buat hati si perempuan berdegup tak karuan. Ia hanya bisa menunduk, tak tahu harus bagaimana. Sesekali tersipu. Tersenyum malu-malu. Diam-diam hati si lelaki pun bertalu-talu.

“Aku senang dapat melihatmu dalam terang,” ucap si lelaki dengan mata berbinar.

“Aku juga. Kini dapat melihatmu jelas sekali,” balas si perempuan malu-malu.

Tidak hanya mendengar suara atau bermain kata di kotak maya. Tapi kali ini benar-benar nyata. Mereka bertemu. Duduk berhadap, dengan mata saling menatap. Saling berebut bicara. Saling melontarkan kata-kata di udara. Tanpa harus berpindah tempat.

“Rasanya seperti naik komidi putar,” ucap si perempuan malu-malu.

“Asyik, ya?”

“Ha-ha, iya. Memabukan sekali rasanya.” Tawa si perempuan pun pecah.

Si lelaki diam memerhatikan. Ada senyum terlihat, sekaligus kegusaran yang mulai tampak.

“Ada apa?” tanya si perempuan.

Tak ada jawaban.

“Maaf ya, kalau aku terlalu banyak bicara.”

“Tidak apa. Aku senang melihatmu tertawa.”

“Kamu menyembunyikan sesuatu.”

Si lelaki bergeming. Menatap lama mata perempuan yang selama ini ia rindui diam-diam. Merekam dan menyimpan di pikiran yang paling dalam.

“Kenapa tidak dari dulu kita bertemu?” tanya si lelaki pada perempuannya.

Suara musik karnaval berkumandang. Kuda-kuda berputar. Melayang. Lampu-lampu terang memenuhi keramaian malam. Begitu memesona. Ada komidi putar berputar pelan, dalam tidur perempuan yang terbuat dari angin kehidupan.*

 

 

About Vera Ernawati

tiga satu perempuan senang mengikat kenangan dengan cara menuliskannya

Arsip Artikel

19 Comments to "Komidi Putar"

  1. atite  27 August, 2011 at 00:29

    Vee imut…, fotonya keren…! momennya keren…! ceritanya keren (kayanya kisah nyata, dudududu…! jd rindu berhunting ria bareng, hi3x…

    salam

  2. HennieTriana Oberst  26 August, 2011 at 16:19

    Vera, ceritanya singkat tapi padat dan berkesan.
    Fotonya bagus sekali…seperti biasa hasil karyamu indah.

  3. J C  25 August, 2011 at 21:30

    Vera, ngiNceng, pakai N lho, takutnya kalau tanpa N bisa-bisa meleset nulisnya terus artinya bisa ke mana-mana nanti. Terutama kalau lagi ngomong sama Lani, waduh, bisa nggladrah (melebar) ke mana-mana…

  4. Dj.  25 August, 2011 at 14:13

    Mbak Vera…
    Terimkasih untuk cerita pendeknya…
    Dj. jadi rindu ingin ketemu SU , Bu GuCan , juga yang lain yang belum pernah ketemu….
    Pasti sangat menyenangkan….
    Sama mas Iwan…???
    Dj. tidak rindu, karena sudah pernah ketemu dan bosan, karena maunya diskusi agama mulu….
    Hahahahahahahaha…..!!!
    Mas Iwan, salam manis untuk keluarga dirumah ya….
    Rindu sama Melati dan Mawar saja deh….!!!

  5. Lani  25 August, 2011 at 14:09

    EL NANO-NANO: hahaha…..lama ndak baca biyuh2 boso jawa timuran……tak tambahi ya, asoy geboy……..moga2 turun hujan ya jd bs hijau kembali ndak gersang……..seger merangsang…….kkkk

  6. Linda Cheang  25 August, 2011 at 12:19

    menggantung, ah.

  7. elnino  25 August, 2011 at 12:11

    Lani : kabar baik yu…dirimu juga to? Apalagi habis hanimun, byuh..byuh…asoy…
    Iya nih, Jakarta n sekitarnya mulai puanas, gersang, berdebu. Rumput2 di taman depan rumahku udah pada garing kabeh

  8. Vee  25 August, 2011 at 12:01

    [elnino] : Wow !!!
    Terima ksh sudah digigit dengan pengalaman jetcoasternya

  9. Lani  25 August, 2011 at 11:44

    EL-NANO-NANO : hah? tulisan menggigit???? hadoh, spt apa ya kira2 digigit tulisan? hehee………pertanyaan wong sudrun…….pie kabarmu nano-nano? kepanasen?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.