Idul Fitri Bersama Vatikan

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

Selama ribuan tahun jejak hubungan agama Islam dan Gereja Roma Katholik meninggalkan bekas permusuhan dan pertikaian panjang, penuh darah dan amarah. Kelelahan berseteru karena tidak saling memahami mulai ditinggalkan. Kedua pihak mencari sebuah tempat untuk saling menyapa. Setidaknya menjalin komunikasi untuk memberi sesuatu yang terbaik untuk kemuliaan manusia.

 

41 Comments to "Idul Fitri Bersama Vatikan"

  1. Lani  22 September, 2011 at 01:38

    ISK : Puasa udah lewat……….Lebaran udah berlalu…….tp dirimu kok ndak mencungul, kemana aja? apa msh kewaregen sampai deleg2 krn semua makanan, jajanan, dan kecapaian tumplek bleggggggg ktk ber dan selama Lebaran????? yg penting sehat to my unique one??????

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  22 September, 2011 at 01:06

    Terima kasih Dette dan Peony… Terima kasih untuk salamnya.

  3. Peony  16 September, 2011 at 15:02

    Pak Iwan… terima kasih buat tulisannya.. seandainya semua umat beragama membaca tulisan Pak Iwan ini dengan pandangan terbuka pasti damai di bumi deh..

  4. bernadette  13 September, 2011 at 20:09

    agak telat..tapi selamat idul fitri buat semua yg merayakan.. bernadette baru muncul lagi.. huhui ~

    Pak Iwan selalu TOP deh artikelnya.. ^^b

  5. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 September, 2011 at 21:22

    Waduh Tji Linda, pertanyaanmu sulit dijawab. Agama memang menjadi legitimasi bagi siapa saja untuk berbuat sesukanya terhadap orang lain. “Atas nama Tuhan”. Linda mungkin sja bisa membunuh saya krn alsan agama atau sebaiknya saja bisa melakukannya. Bahi sebagian orang agama memang racun bagi masyarakat. Untuk beberapa hal sayansetuju dengan pendapat ini.

  6. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 September, 2011 at 21:18

    Terima kasih atas apresiasi Vie dan Hennie. Saya hanya nenukis sesuatu yang hanya saya alami dan lihat sendiri. Mungkin bagus bagi sebgaian orang. Tetapi tidak untuk yang lainnya.

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 September, 2011 at 21:15

    Terima kasih Mpek Dul. Nanti saya rekoreksi tentang per hitungan penanggakan Gregorius. Setahu saya berdasarkan kelahiran.

    Terima kasih ya atas apresiasinya dalam artikel ini. Mohon maaf terlambat menjawabnya.

    Salam hangat dan saya sangat menyukai komentar Anda.

  8. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 September, 2011 at 19:38

    Terima kasih Mama Moken. Mungkin pindah ke Cina yang susah krisis… hahahaha… Amerika kebanyakan biayai perang yang gak penting buat rakyatnya.. kasiman,…eh kasian..

  9. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 September, 2011 at 19:16

    Terima kasih Aichi…kamu memang cantik dikalimat dan di… (hahahaaha..)

  10. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 September, 2011 at 19:13

    Halo Om Djoko.. komentar Om sama dengan khotbah waktu saya sembahyang Idul Fitri kemarin. Si pengkhotbah heran mengapa lebaran tetap berperang bahkan saat berpuasa pun mereka perang. Ya…yang perang kan NATO bukan orang Libya… Hahahaha…

    Salam hangat untuk keluarga.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *