Idul Fitri Bersama Vatikan

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

Selama ribuan tahun jejak hubungan agama Islam dan Gereja Roma Katholik meninggalkan bekas permusuhan dan pertikaian panjang, penuh darah dan amarah. Kelelahan berseteru karena tidak saling memahami mulai ditinggalkan. Kedua pihak mencari sebuah tempat untuk saling menyapa. Setidaknya menjalin komunikasi untuk memberi sesuatu yang terbaik untuk kemuliaan manusia.

 

41 Comments to "Idul Fitri Bersama Vatikan"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 September, 2011 at 19:11

    Terima kasih Mawar…”anakku”… Hahahha… Minal aidzin dan mohon maaf lahir dan batin. Kamsiah sudah datang di tempat ini. Salam hangat.

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 September, 2011 at 19:00

    Terima kasih Tammy…selamat berlibur juga…

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 September, 2011 at 19:00

    Aduuuh Mas Han bisa aja menjawab tulisan ini dengan analogi ranjang. Mentang-mentang istri saya sama dengan Anda keyakinanya.

    Nyuwun pangapunten.

  4. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 September, 2011 at 18:58

    Mas OKI, pengalaman Anda tidak jauh dengan pengalaman hidup saya. Meski saya tak pernah hidup di luar negeri, pengalaman pluralitas saya jauh lebih banyak soal kemajemukan beragama. Saya akan pertahankan cara bersosialisasi semacam ini, karena ini saya anggap benar. Sama seperti mereka yang tak suka.

    Terima kasih dan salam hangat.

  5. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 September, 2011 at 18:56

    Terima kasih Mas selogiri atas apresiasinya. Saya tidak berpengaruh dengan fatwa apapun tentang ucapan memberi salam Natal kepada kaum Nasrani. Bagi saya ini masalah sosial dan bukan akidah. Memberikan selamat Natal tidak membuat saya mengakui kepercayaan pihak yang saya beri salam. Tidak semudah itu cara berpikir saya. Kalau ada yang beranggapan seperti itu, lalu mengapa mereka memakai penanggalan yang dihitung berdasarkan kelahiran Jesus? Seharusnya mereka juga mengeluarkan fatwa haram memakai perhitungan alamanak Gregorian… Jadi pusing ‘kan? Hahahaha… Hidup kok dibikin susah hanya karena ucapan Natal.

    Banyak orang melarang memberikan ucapan Natal, tetapi kelakuannya seperti binatang. Saya menghormat mereka, dan mereka harus menghormati saya juga. Reciprocal.

    Salam hangat.

  6. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 September, 2011 at 18:48

    Terima kasih Bung Jhony….

    Saya hanya ingin mengatakan bahwa kekerasan yang telah terjadi dengan mengatasnamakan agama bukanlah sebuah cermin sempurna dari gambaran agama itu sendiri. Ada visual lain yang masuk ke dalam cermin itu dan itu sama sekali bukan agama dan menyeramkan wujudnya.

    Terima kasih dan salam hangat.

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 September, 2011 at 18:45

    Terima kasih RM sudah memberikan apresiasi. Saya juga mohon maaf lahir dan batin serta terlambat menjawab komentar disini. Salam

  8. RM  6 September, 2011 at 14:24

    meskipun telat…

    mengucapkan Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin..baik yang disadari maupun tidak disadari tindakan yang menyakiti hati teman2 semua….

  9. Jhony Lubis  6 September, 2011 at 07:23

    Kedamaian masih ada, kepedulian masih kuat… buktinya kita bisa hidup berdampingan dgn nyaman di sekolah, kantor termasuk tempat tinggal hingga hari ini.

    Masalahnya hanya segelentir kecil yang bersifat provokator dan berada disemua pemeluk agama… yang suka melakukan kekerasan, memelihara kebencian termasuk bahagia bila melihat permusuhan… dan ekspose media massa atas kejadian pertentangan agama sehingga menimbulkan kesan permusuhan dan konflik sepanjang masa…. sedangkan prilaku pendukung perdamaian antar agama jarang diekspose krn bukan berita menarik…

    Artikel mas ISK ini yg harus lebih sering tampil dimedia massa…. bukan yg bersifat konflik saja yang diekspose.

  10. selogiri  5 September, 2011 at 12:17

    pertama : saya sampaikan selamat raya idul fitri 1432 h kepada pak iwan dan seluruh pembaca baltyra kiranya damai sukacita idul fitri selalu meliputi kalian..

    kedua : saya tertarik membaca kolom tanya tanya jawab di link berikut :
    http://ramadan.detik.com/read/2011/08/19/131653/1706769/1254/hukum-ucapkan-selamat-hari-raya-kepada-nonmuslim…klo saya tidak salah tangkap sebenarnya tidak menjadi masalah hal tersebut dilakukan..hanya saja menurut saya hal tersebut dijadikan komoditas di kalangan grassroots..

    ketiga : seperti biasa..tulisan pak iwan..toujours manifique…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.