Kepadamu

Dwi Klik Santosa

 

Ingin kusampaikan perasaan gusarku. Tentang sesuatu yang mudah saja sebetulnya dimengerti, namun begitu rumit senampaknya dipahami.

Manusia itu mahkluk yang unik. Ya, memang, begitu. Begitu kata seorang humanis Dr. Alexis Carrel dalam bukunya Misteri Manusia. Bahwa barangkali tidak ada satu pun dari bermilyar manusia di dunia ini memiliki kesamaan antara satu dengan lainnya. Meski terlahir kembar sekalipun. Namun, jika saja kita masyuk memasuki ranah-ranah … bukankah ilmu kedokteran, ilmu biologi, ilmu psikologi .. semua dan apa saja, berkecenderungan memberikan diksi dan penilaian yang baku tentang hal dan apa saja berbau manusia.

Adakah hidung yang fungsinya tidak untuk penciuman. Adakah mata yang tidak untuk melihat? Adakah kelamin yang fungsinya tidak untuk meregenerasikan? Adakah rahim yang fungsinya tidak untuk menjagai tumbuhnya bakal? Begitupun, pula masalah kebiasaan. Apakah ada marah, tawa dan tangis yang tak bersebab?

Jelas. Engkau sebagaimana aku. Kami atau yang lain. Apa yang tidak bisa dibaca atau dipahami dari apapun gerak dan lakumu. Tapi kenapa engkau rumit dimengerti, seakan-akan mercusuar dan menara … Dan seolah-olah beda?

Kuberitahukan kepadamu, wahai … sekali lagi, engkau sebagaimana layaknya. Selagi masih bernama manusia, sangat-sangat bisa dipahami!

 

Pondokaren
21 Agustus 2011

 

5 Comments to "Kepadamu"

  1. Linda Cheang  2 September, 2011 at 18:19

    kalo bukan makhluk njelimet, kayaklnya enggak abakal jadi manusia. tugas manusia untuk membuat yang njelimet menjadi sederhana.

  2. Anwari Doel Arnowo  2 September, 2011 at 16:29

    Baru saja saya ketik tiga kalimat dan pesannya hilang begitu saja.
    Saya tulis ulang: Semua makhluk (ini ejaan yang benar) adalah apapun yang hidup diduia, bukan hanya melulu manusia dan binatang, tetapi juga tumbuh-tumbuhan. Sudah saya lihat di Australia Barat di sebelah Selatan dari kota Perth, ada sebuah pantai sebuah danau yang dipenuhi batu-batuan segala ukuran yang setiap tahunnya diteliti dan diukur. Batu-batu ini menjadi lebih besar ukurannya setiap tahun dan diambil ukurannya, menjadi object turis.
    Saya berpikir batupun bisa saya anggap sebagai makhluk, termasuk jin dan setan.
    Salam,
    Anwari Doel Arnowo – 2011/09/02

  3. Lani  2 September, 2011 at 13:16

    AKI BUTO, MAS DJ : jelas dunnnnnnk manusia mahkhluk yg paling sempurna, plg unik, dibumi ini SAPA DULU DUONK PENCIPTA NYA????

  4. Dj.  2 September, 2011 at 13:12

    Hallo mmas Dwi…..

    Manusia adalah mahluk yang rumit….???
    Apalagi penciptanya…..
    Kalau manusia saja sudah sulit untuk dimengerti….
    Siapakah gerangan yang akan mengerti akan sang pencipta….???
    Siapakah yang akan memberinyna nasehat, agar begini atau begitu…???
    Sungguh, satu hal yang tak mungkin di mengerti dengan otak manusia yang begitu kecilnya….
    Puji TUHAN…!!!
    Kalau tidak demikian, maka banyak manusia yang ingin menjadi sama dengan penciptanya.

    Salam Damai sejahtera dari Mainz.

  5. J C  2 September, 2011 at 11:20

    Manusia dibilang mahluk paling sempurna, namun sekaligus mahluk paling rumit dan njelimet dibanding mahluk hidup lain di bumi ini…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.