Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

MA_DPR

Saturday, 3 September 2011

Viewed 1693 times, 1 times today | 30 Comments |

Avianti Armand

 

Twitter mengungkap banyak hal. Termasuk ketidak pedulian wakil rakyat terhadap rakyat yang membiayai hidup mereka lewat pajak yang rakyat bayarkan pada negara. Bukan hal baru sebetulnya, tapi tetap saja ‘lucu’ untuk diceritakan.

Awalnya saya menulis twit seperti ini:

Satu SD di Jombang rubuh. 60 murid luka. Dan gedung DPR yg tak masuk akal harganya itu ttp akan dibangun.

Yang kemudian di RT oleh enricoha (Enrico Halim) dan di cc kan ke MA_DPR (akun twitter Marzuki Ali). Tanpa saya duga, ada jawaban dari MA_DPR seperti ini:

MA_DPR Marzuki Alie

@enricoha @aviantiarmand coba tanya bupati, kenapa ada ged yg roboh. Semua sdh dialokasikan sesuai keperluan perjalanan negara ini

Jawaban yang tidak simpatik dan seolah tidak mau tahu. Tak ada kata-kata “Turut prihatin…” atau “Kami akan coba bantu para korban…” atau apalah yang sekedar menunjukkan empati. Jawaban tersebut menyiratkan sikap ingin cari selamat. Tapi sebetulnya yang saya ingin tahu adalah kenapa DPR begitu ngotot ingin membangun gedung baru dengan biaya tinggi sekali. Maka saya bertanya lagi, yang juga saya cc kan ke Enrico Halim:

@MA_DPR @enricoha Jawaban anda tidak relevan. Pertanyaannya: Kenapa gedung DPR yang tak masuk akal harganya itu tetap akan dibangun?

Tanpa saya duga, MA_DPR menjawab lagi, begini:

@aviantiarmand soal gedung murah dan mahal bukan urusan dewan, itu urusan kementerian PU. Anggota dewan bukan berpendidikan sipil

Lagi-lagi jawaban dari pak MA ini bernada tidak mau tahu dan seolah tidak terlibat sama sekali dalam penentuan desain dan program dari gedung DPR yang baru. Dalam posisinya di DPR, apakah itu mungkin? Sebagai seorang arsitek, saya tahu bagaimana proses desain mulai dari awal hingga selesai.

Tidak mungkin ‘mahal’ atau ‘murah’ nya satu gedung ditentukan oleh kementrian PU sendiri, yang dalam hal ini berperan sebagai ‘penerima tugas’, sementara sebagai klien, DPR tidak tahu menahu. Tanpa harus ‘berpendidikan sipil’ pun (maksudnya ‘bukan militer’?) klien harusnya tahu bahwa hasil akhir desain lengkap dengan harganya adalah hasil keputusannya. Tapi saya mencoba menghindar dari berprasangka buruk. Maka saya bertanya lagi:

@MA_DPR Jadi kalau dibuatkan gedung murah asal berfungsi dgn baik, mau ya, pak?

Sayang, MA_DPR tidak mau menjawab. Mungkin kuatir terlihat asal atau terpaksa berbohong seperti kasus “komisi8@yahoo.com“. Ups! Saya sudah berprasangka buruk. Tapi saya tidak sendiri, kok.

 

Share This Post

Posted by Saturday, 3 September 2011 on 12:22.

Categories: Ekonomi & Politik. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

30 Responses to “MA_DPR”

Pages: « 3 [2] 1 »

  1. 20
    nu2k Says:

    Kangmas Sumonggo… Ha, ha, haaaa.. Saya setuju dengan anda….. Mungkin ada yang selalu berpendapat bahwa semuanya harus dimaafkan…. Untuk saya TIDAK. Kalau memang salah ya salah… Kalau memang betul ya betullll.. Kalau sikap anggota DPR nya salah ya seyogyanya ditegur dan dibetulkan…Salam en selamat berhari Minggu..Salam, salam, salam, Nu2k

  2. 19
    anoew Says:

    Lha itu kan anggota hewan..

  3. 18
    Osa Kurniawan Ilham Says:

    Bangun…..bangun!!!! Ada duit jatuh tuh!!

  4. 17
    Handoko Widagdo Says:

    Lebih baik membangun(kan) anggotanya yang tidur daripada membangun gedung ya?

  5. 16
    Alvina VB Says:

    Avianti: Jelas-jelas anggota DPR tsb cuma pakai HAK2nya dan tidak menjalankan KEWAJIBANNYA.

    Ayo kita lihat HAK dan KEWAJIBAN anggota DPR dan tarik kesimpulan sendiri2 mana HAK yg mereka selalu pakai serta KEWAJIBAN yg TIDAK dijalankan dalam hal ini:

    Anggota DPR mempunyai hak:

    - mengajukan usul rancangan undang-undang
    - mengajukan pertanyaan
    - menyampaikan usul dan pendapat
    - memilih dan dipilih
    - membela diri
    - imunitas
    - protokoler
    - keuangan dan administratif

    Anggota DPR mempunyai kewajiban:

    - memegang teguh dan mengamalkan Pancasila
    - melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara RI Thn1945 dan menaati peraturan perundangundangan
    - mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan Negara Kesatuan RI
    - mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan
    - memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat
    - menaati prinsip demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan negara
    - menaati tata tertib dan kode etik
    - menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga lain
    - menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala
    - menampung dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat
    - memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihannya

  6. 15
    EA.Inakawa Says:

    Lah piye toh ! …….. namanya juga D.P.R ya ngonoooooooooo tiada hari tanpa kasus,salam

  7. 14
    Sumonggo Says:

    Oalah … si juki kok dilawan? Tapi si juki itu orangnya pemaaf, buktinya minta para koruptor dimaafkan saja

  8. 13
    Linda Cheang Says:

    berebut jadi anggota DPR karena uang gajinya gede. kerjanya? cukup tidur di rapat, sampai buka folder isi konten prono.

    rakyat? anggota DPR pilihan rakyat, bilangnya gini, nih : emangnye gue pikirin?

  9. 12
    nu2k Says:

    OOOOOOOO……WAT EEN SCHANDAAL!!!!!!!!

    Nooooo, hanya demi kangmas DJ saja….. ha, ha, haaaaaaa, welterusten to all of you, Nu2k

  10. 11
    Lani Says:

    T. MOKEN : lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya……….heheheh apakah msh pas ya peribahasa itu????????

Pages: « 3 [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)