Avianti Armand
Twitter mengungkap banyak hal. Termasuk ketidak pedulian wakil rakyat terhadap rakyat yang membiayai hidup mereka lewat pajak yang rakyat bayarkan pada negara. Bukan hal baru sebetulnya, tapi tetap saja ‘lucu’ untuk diceritakan.

Awalnya saya menulis twit seperti ini:
Satu SD di Jombang rubuh. 60 murid luka. Dan gedung DPR yg tak masuk akal harganya itu ttp akan dibangun.
Yang kemudian di RT oleh enricoha (Enrico Halim) dan di cc kan ke MA_DPR (akun twitter Marzuki Ali). Tanpa saya duga, ada jawaban dari MA_DPR seperti ini:
MA_DPR Marzuki Alie
@enricoha @aviantiarmand coba tanya bupati, kenapa ada ged yg roboh. Semua sdh dialokasikan sesuai keperluan perjalanan negara ini
Jawaban yang tidak simpatik dan seolah tidak mau tahu. Tak ada kata-kata “Turut prihatin…” atau “Kami akan coba bantu para korban…” atau apalah yang sekedar menunjukkan empati. Jawaban tersebut menyiratkan sikap ingin cari selamat. Tapi sebetulnya yang saya ingin tahu adalah kenapa DPR begitu ngotot ingin membangun gedung baru dengan biaya tinggi sekali. Maka saya bertanya lagi, yang juga saya cc kan ke Enrico Halim:
@MA_DPR @enricoha Jawaban anda tidak relevan. Pertanyaannya: Kenapa gedung DPR yang tak masuk akal harganya itu tetap akan dibangun?
Tanpa saya duga, MA_DPR menjawab lagi, begini:
@aviantiarmand soal gedung murah dan mahal bukan urusan dewan, itu urusan kementerian PU. Anggota dewan bukan berpendidikan sipil
Lagi-lagi jawaban dari pak MA ini bernada tidak mau tahu dan seolah tidak terlibat sama sekali dalam penentuan desain dan program dari gedung DPR yang baru. Dalam posisinya di DPR, apakah itu mungkin? Sebagai seorang arsitek, saya tahu bagaimana proses desain mulai dari awal hingga selesai.

Tidak mungkin ‘mahal’ atau ‘murah’ nya satu gedung ditentukan oleh kementrian PU sendiri, yang dalam hal ini berperan sebagai ‘penerima tugas’, sementara sebagai klien, DPR tidak tahu menahu. Tanpa harus ‘berpendidikan sipil’ pun (maksudnya ‘bukan militer’?) klien harusnya tahu bahwa hasil akhir desain lengkap dengan harganya adalah hasil keputusannya. Tapi saya mencoba menghindar dari berprasangka buruk. Maka saya bertanya lagi:
@MA_DPR Jadi kalau dibuatkan gedung murah asal berfungsi dgn baik, mau ya, pak?
Sayang, MA_DPR tidak mau menjawab. Mungkin kuatir terlihat asal atau terpaksa berbohong seperti kasus “komisi8@yahoo.com“. Ups! Saya sudah berprasangka buruk. Tapi saya tidak sendiri, kok.

September 4th, 2011 at 20:06
Kangmas Sumonggo… Ha, ha, haaaa.. Saya setuju dengan anda….. Mungkin ada yang selalu berpendapat bahwa semuanya harus dimaafkan…. Untuk saya TIDAK. Kalau memang salah ya salah… Kalau memang betul ya betullll.. Kalau sikap anggota DPR nya salah ya seyogyanya ditegur dan dibetulkan…Salam en selamat berhari Minggu..Salam, salam, salam, Nu2k
September 4th, 2011 at 19:17
Lha itu kan anggota hewan..
September 4th, 2011 at 11:40
Bangun…..bangun!!!! Ada duit jatuh tuh!!
September 4th, 2011 at 09:06
Lebih baik membangun(kan) anggotanya yang tidur daripada membangun gedung ya?
September 4th, 2011 at 08:42
Avianti: Jelas-jelas anggota DPR tsb cuma pakai HAK2nya dan tidak menjalankan KEWAJIBANNYA.
Ayo kita lihat HAK dan KEWAJIBAN anggota DPR dan tarik kesimpulan sendiri2 mana HAK yg mereka selalu pakai serta KEWAJIBAN yg TIDAK dijalankan dalam hal ini:
Anggota DPR mempunyai hak:
- mengajukan usul rancangan undang-undang
- mengajukan pertanyaan
- menyampaikan usul dan pendapat
- memilih dan dipilih
- membela diri
- imunitas
- protokoler
- keuangan dan administratif
Anggota DPR mempunyai kewajiban:
- memegang teguh dan mengamalkan Pancasila
- melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara RI Thn1945 dan menaati peraturan perundangundangan
- mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan Negara Kesatuan RI
- mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan
- memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat
- menaati prinsip demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan negara
- menaati tata tertib dan kode etik
- menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga lain
- menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala
- menampung dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat
- memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihannya
September 4th, 2011 at 07:06
Lah piye toh ! …….. namanya juga D.P.R ya ngonoooooooooo tiada hari tanpa kasus,salam
September 4th, 2011 at 06:37
Oalah … si juki kok dilawan? Tapi si juki itu orangnya pemaaf, buktinya minta para koruptor dimaafkan saja
September 4th, 2011 at 05:50
berebut jadi anggota DPR karena uang gajinya gede. kerjanya? cukup tidur di rapat, sampai buka folder isi konten prono.
rakyat? anggota DPR pilihan rakyat, bilangnya gini, nih : emangnye gue pikirin?
September 4th, 2011 at 05:30
OOOOOOOO……WAT EEN SCHANDAAL!!!!!!!!
Nooooo, hanya demi kangmas DJ saja….. ha, ha, haaaaaaa, welterusten to all of you, Nu2k
September 3rd, 2011 at 22:58
T. MOKEN : lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya……….heheheh apakah msh pas ya peribahasa itu????????