Malam Penuh Kolor Bau Terasi

Cechgentong

 

” Kolor!? Maksud kamu warnakah!? “

” Ya, bisa juga dikatakan demikian. Karena ada yang putih, coklat, merah, biru… Pokoknya pelangi dech. Tapi ini biasa disebut pelindung yang bisa memberikan kenyaman dan bisa memberikan sensasi yang luar biasa. Atau dikenal dengan “segitiga pengaman”.”

” Sempak maksud kamu!? CD!? “

” Yup, betul 100 atas jawabannya. Hmm, menarik juga dan emang benar sih warnanya seperti pelangi. Tetapi hati-hati jangan sembarangan bicara apalagi menyebut kolor ijo maka bisa membuat gaduh satu negara dan lakulah para pemilik bambu kuning hehehe.”

” Lantas? “

” Kolor punya makna yang mendalam bagi pria. Kalau tidak ada benda ini, bisa adem dan anyep milik pribadi kalian walaupun ada keuntungan juga yaitu tidak repot-repot buka kalau milik pribadi itu sedang meler seperti orang terkena pilek.”

” Tapi omong-omong dalam perjalanan ini kamu bawa berapa? “

” Sebagai orang yang menganut paham praktismisme dan pragmatisme maka cukup satu yang dibawa. “

” Satu? Maksudmu satu cadangannya? “

” Hehehe tidak, satu-satunya yang kupakai. “

” Hah, apakah tidak risih, tidak sehat sekali hidupmu. Iritasi akan datang menghampirimu. Dan ruam-ruam merah akan menyertaimu sepanjang perjalananmu. “

” Weits nanti dulu, ada arus ac dan arus dc jadi bisa dipakai bergantian. Dalam kotor maka yang luar dibalik jadi dalam. “

” Sampai kapan kawan? “

” Sampai bosan! “

” Gila ! Bosan bagaimana? “

” Bosan mencium bau wangi-wangian yang dikeluarkan akibat bertemunya temanku bakteri, keringat, unsur kimia dan lain-lain. Hasilnya? Bau kebanggaan hahaha… “

” Jorok ih? “

” Biarkan saja toh aku masih nyaman.”

” Iya bagi kamu tapi bagi orang-orang di sekelilingmu seperti bau terasi. “

” Hahaha biarkan saja khan hitung-hitung bisa menghilangkan rasa lapar apalagi kalau ada ikan asin dan cabe maka makin nikmat saja. “

” Dasar sundel! “

” Nah benar khan! Gara-gara kolorku inilah maka tidak akan ada sundel-sundel yang datang mendekat terutama para kunti yang mengatakan dirinya masih perawan. “

” Tobat, kawan tobat. Jauh dariku, pantesan saja sudah seminggu perjalanan di hutan ini, aku merasa seperti ada orang yang makan nasi liwet lengkap dengan menu ikan asin, lalapan, sambal terasi. Ternyata segitiga pengamanmulah sumbernya. “

” Hahaha tapi terbuktikan kalau perjalanan sampai malam ini aman-aman saja? “

” Ya, tapi kami sudah tidak tahan dan ingin muntah. “

” Muntahkanlah! Anggaplah sebagai buang sial dalam perjalanan ini hahaha… “

” Benar-benar malam penuh kolor bau terasi !!!”

blog.oneplusinfinity.com

 

28 Comments to "Malam Penuh Kolor Bau Terasi"

  1. cechgentong  8 September, 2011 at 14:47

    nah itu kelebihanku sering lupa wkwkwkwkwk

  2. Lani  8 September, 2011 at 14:16

    KANG CECH : ok, aku tunggu tgl mainnya…….tp jgn kelamaan ya……nanti sampai kelupaan……

  3. cechgentong  8 September, 2011 at 13:48

    Lani, tunggu tanggal mainnya hehehe

  4. cechgentong  8 September, 2011 at 13:47

    CD dan pisang goreng identik dengan pak DJ hahaha

  5. Lani  8 September, 2011 at 06:21

    KANG CECH : lo, jelas seneng to…..ayem, mo dibikin crita ama temanku disini…….mosok aku hrs sedih? apa ndak kliru tuh? ditunggu ya kang critanya…….sambil tersenyum

  6. Lani  8 September, 2011 at 06:20

    KANG CECH : aku se77777 dgn 21

  7. Dj.  8 September, 2011 at 03:41

    Chech Genting…..
    Jadi ingat saat di Kuala Lumpur, beli CD banyak sekali, karena murah sekali, kalau di Mainz dapat 1, maka di Kuala Lumpur bisa dapat 5. Dan anehnya, walau aspal, tapi tidak ada bedanya dengan yang asli.
    Hanya pisang goreng di K.L. tidak seenak di Semarang….

  8. cechgentong  8 September, 2011 at 02:05

    Mbak Linda, apa saja bisa jadi cerita, yang penting bisa membuat bahagia yang membacanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.