Mawar
Hallo teman-teman semua, apakabar? Sudah agak lama saya ngga mengirim artikel, alasannya antara malas nulis dan sibuk. Kali ini saya ini berbagi cerita soal meneruskan kebiasaan Mamaku untuk ikutan merayakan Lebaran dengan membuat hidangan lengkap berupa ketupat beserta lauk-pauknya.
Dulu waktu kami semua masih tinggal bersama orang tua, ya enak banget kalau Lebaran soalnya banyak makanan dan kue-kue. Selain banyak tetangga yang mengirimkan rantang, Mama juga membuatnya. Setelah mama berpulang, kebiasaan itu kami teruskan…… walau tidak selengkap biasanya. Setelah aku pindah ke rumah sendiri di Jakartapun, kebiasaan itu aku dan adikku beserta ipar-ipar meneruskan kebiasaan itu.
Waktu tahun pertama tinggal di luar negeri, saya ngga bikin karena masih susah untuk mencari bahan-bahannya, di samping itu malas juga karena kurang seru. Tahun ketiga aku mulai bikin masakan untuk ketupat dan disantap dengan nasi saja karena ngga ada sarung ketupat di sini dan belajar bikin lontong ngga berhasil dengan bagus, tapi tetap aku bikin setiap tahun.
Kira-kira 2 tahun yang lalu aku mengenal yang namanya ketupat Instant buatan negeri Jiran (terima kasih ya Imeii telah mengenalkannya padaku). Berhubung belum ada yang menjualnya di toko Asia dikota tempatku tinggal, setiap keluar kota yang ada Supermarket Asia yang besar pasti aku beli buat stock. Beruntung banget tahun ini Toko Asia di kotaku sudah mulai jual ketupat instant tersebut.
Selesai belanja langsung laporan ke suami gimana senangnya waktu yang empunya toko menunjukkan padaku bungkusan ketupat tersebut sewaktu aku tanya ke dia, bukan saja itu….. dia juga menunjukkan rak tempat makanan kering dari Indonesia.
Berikut di bawah ini adalah hidangan yang saya bikin tahun ini:
1. Ketupat instant yang sudah matang (direbus selama 1 jam)
2. Ayam Asam Pedas ala Mawar
Bahan-bahannya:
3 butir Bawang merah/shallot (kalau besar banget cukup 1)
Seruas Kunyit (bisa diganti dengan 1 sendok teh kunyit bubuk)
Seruas Lengkuas
5 butir Kemiri
Cabe merah (saya pakai bubuk cabe merah)
Seruas jari asam jawa (tambahkan air secukupnya dan remas)
Garam dan lada secukupnya
7 paha ayam (bagian bawah/drumstick) tanpa kulit, potong sesuai selera
Caranya:
a. Haluskan semua bahan bumbu, kecuali garam dan lada lalu tumis dengan minyak sampai agak kuning dan harum, lalu masukkan ayam, aduk sampai ayam berubah warna, tambahkan garam dan lada.
b. Tambahkan air sampai menutupi permukaan ayam, masak sampai ayam empuk dan kuah tinggal sedikit. Tambahkan air asam dan cicip apa sudah cukup rasanya. Angkat dan sajikan di mangkuk.
3. Rendang Tahu dengan Telur
Untuk rendang ini saya pakai bumbu yang sudah jadi, sehingga rincian resepnya tidak diperlukan di sini. Untuk santannya, saya pakai Santan Encer kalengan, dan satu kaleng santan encer ini bisa buat 4 kali masak (bukan pelit ya, tapi demi kesehatan saja).
4. Sayuran dengan Kuah Santan ala Mawar
Untuk bumbunya sama seperti bumbu untuk ayam tapi tanpa asam jawa, cuma ditambah ketumbar bubuk 1 sendok teh, 2 siung bawang putih , santan encer, 1 sendok makan ebi yang sudah direndang dan ditumbuk kasar. Untuk sayurannya saya pakai kacang panjang dan wortel (potong/iris sesuai selera).
Cara masaknya sangat gampang;
Tumis bumbu halus dengan minyak sampai harum dan kuning kecoklatan, masukkan ebi tumis sampai harum, lalu masukkan santan encer plus air secukupnya. Tunggu sampai mendidih (harus sering diaduk supaya santan ngga pecah), masukkan sayuran dan masak sampai sayuran agak empuk kemudian tambahkan garam dan lada secukupnya, cicip lalu angkat dan hidangkan di mangkuk besar.
Gampang kan membuat hidangan Lebaran ini. Maaf ya bila takaran resep ini seadanya, karena saya juga cuma mengira-ngira saja waktu masaknya.
Terima kasih ya sudah meluangkan waktu membaca tulisanku ini.
Salam
September 8th, 2011 at 22:46
Imeei, lebih bagus, berasnya (Jasmine Taiwan + Ketan) 3:1 diaron dengan santan, bubuhkan sedikit garam dan bawang putih dikeprak, setelah itu baru masukan dalam kantong lalu direbus dengan santan encer atau dipresto. Salam Ketupat.
September 8th, 2011 at 22:31
menarik juga nih bikin ketupat pakai kain belacu seperti kata Kornelya, atau mungkin boleh coba pakai cheese cloth/kain buat bungkus tahu, asal ngga luntur aja
aku sebenarnya ngga gitu mau ketupat rebus pakai plastik ataupun loyang, soalnya saat mateng, plastiknya jadi menipis dan garing, dan loyang juga rada berubah warna..
lain kali aku mau coba cara temenku dgn nasi 1/2 matang, trus bungkus dgn daun pisang, baru direbus.. jadinya bagus juga
Mawar, aku juga suka bikin telur rendang, biasanya dgn sisa bumbu rendang, tinggal rebus telur, atau telur ceplok, suka bikin nasgor dgn sisa bumbu rendang juga… kentang wortel, cuman tahu yg belon, ntar mau cobain juga…jadi kalo masak rendang biasanya kupastikan bumbunya buanyak.. ngga mau rugi.. haha
September 8th, 2011 at 22:08
Kornelya : thank info nya, kalau ada waktu aku mau bikin kantung ketupat katun tersebut, Salam!
September 8th, 2011 at 21:50
Mawar, dijahit berbentuk bantal kecil, setelah diisi beras atasnya dijahit dgn benang kasur katun , itu loh benang yg dipakai buat jarik buntut kalkun biar sopan nongkrong dalam oven di hari Thanks Giving. Salam.
September 8th, 2011 at 21:39
Kornelya: hallo…… apakabar? terima kasih ya sudah mampir dan komentarnya. Rendang masih tersisa deh kalau buat kamu sih. ha…ha…..ha….
Iya…. kangen suasana Lebaran di Indonesia, walaupun kami sekeluarga tidak merayakan, tapi selalu ikutan setiap tahun. Kangen dengan hingar bingar para tetangga yg sibuk mempersiapkan segalanya, dan saling kirim rantang. Kulit ketupat dari kain belacu? good idea tuh, apa bentuknya harus seperti ketupat atau cuma segi empat saja? lalu gimana cara menutupi lubang tempat isi beras, supaya kalau di rebus berasnya ngga keluar? kirimin dong fotonya, jadi penasaran. Thanks ya Kornelya!
September 8th, 2011 at 21:33
JC: terima kasih sudah mampir dan komentarnya. Abis liburan Lebaran ya?? atau super sibuk dengan aktivitas routine? Mana rantangnya, sini aku isi…… tapi cuma tinggal 1 porsi saja, lumayan kan dari pada ngga ada. ha…ha…..ha….
Nanti ya aku bikinkan resep masakan rendang tahu dan telurnya. Rupanya menarik ya masakan yg satu ini, Pak Dj juga tunjukkan ke Susi. Soalnya memang ngga biasa lihat tahu di rendang, tapi aku pengen sedikit variasi supaya suami bisa menikmati masakan Indonesia. Minggu depan ya resepnya. Salam!
September 8th, 2011 at 21:28
Lani: japri sudah aku baca dan lihat………. nanti aku balas ya. Aku nyuci dulu dibasement.
September 8th, 2011 at 20:32
Mawar, masihkan rendangnya tersisa?. Hahaha. Lebaran memang membuat ingat kampung, aku juga masak opor, tetapi suasana halal bi halal antar keluarga dan tetangganya tidak bisa tergantikan. Btw, untuk kulit ketupat, buatkan bantal kecil dari kain katun/belacu, bisa dipakai berkali-kali, punyaku sudah lima tahun lebih masih ok. Salam.
September 8th, 2011 at 13:01
Hiks, terlambat aku…masih kebagian gak, Mawar? (sambil bawa rantang kosong)…
Boleh request? Resep rendang tahu dan telur ya?

September 8th, 2011 at 11:34
MAWAR : good night…….sleep tight…..aku sisakan 2 potong pohongnya dan kutunggu laporan foto2ku………..wakakakak