Lebaran dan Kumpul Bersama di Brussels (1)

Nunuk Pulandari

 

Teman-teman di Baltyra, Lebaran baru seminggu berlalu. Sudah banyak cerita ditayangkan tentang Hari Raya ini. Berbagai cara merayakan Lebaran dilakukan, juga di Brussels. Kali ini setelah saling silang telefoon, saya memutuskan untuk  berlebaran ria di Brussels bersama dengan teman-teman dan anak gadis saya Lei. Jejaka saya kali ini sedang bervakansi dengan partnernya ke Dordogne. Berikut ini cerita yang bisa saya tuliskan untuk poro Baltyra’s semua. Dalam dua seri. Satu Lebaran a la KBRI dan satunya a la “masyarakat” di Brussels.

Selasa pagi, seminggu sebelum lebaran  nada panggil mobile (HP) saya berbunyi. Suara lembut dan halus yang tak asing lagi segera terdengar di ujung lain. Diajeng Tanty dari Brussels. Setelah bersalam ria,  perbincangan telefoon berlanjut dengan pencocokan waktu kapan saya akan  datang untuk pergi  bersama ke tempat merayakan Lebaran dan untuk Sholat Ied bersama. Dan tak lama kemudian pembicaraan berakhir dengan janji untuk bertemu hari Selasa seminggu kemudian jam 08.30. Dari rumah jeng Tanty kita akan berjalan kaki ke Tervuren (aula KBRI yang biasa digunakan untuk kegiatan masyarakat) untuk Sholat Ied.

Foto 1. Ketika sampai di Tervuren ruang untuk melaksanakan sholat sudah mulai dipenuhi oleh para jemaahnya…

Seperti yang teman-teman  mungkin sudah ketahui  kegiatan Sholat Ied ini diadakan di KBRI Brussels di Avenue de Tervuren 294 berkat kerjasama antara  Keluarga Pengajian Masyarakat Indonesia (KPMI) dan bekerja sama dengan KBRI Brussels. Ketika kami datang suasana di aula sudah hampir dipenuhi oleh anggota masyarakat. Saya memang datang agak terlambat karena di depan masjid (Marrokko) tidak jauh dari kantor Lei , jalanan yang harus saya lewati agak macet dipenuhi oleh para jamaahnya. Mereka juga akan merayakan sholat Ied di hari Lebaran ini,  pada waktu yang sama.

Foto 2. Jamaah muda sedang menunggu dengan tenang dan sabarnya.

Ketika saya dan kangmas Ferry (konco ngajeng jeng Tanty)  sampai di Aula, yang hadir sudah tidak bisa lagi dihitung dengan jari. Dan selaras dengan berjalannya waktu, pada akhirnya aula semakin dipenuhi oleh  anggota masyarakat Indonesia yang akan berpartisipasi dalam Sholat Ied itu.

Secara iseng kalau saya melihat barisan yang ada dikalikan jumlah anggota masyarakat yang duduk dalam barisan itu, jumlah totalnya plus minus ada 250 kepala . Itu jumlah yang hadir di lantai  atas. Sedang di lantai bawah hadir kurang lebih 100 anggota masyarakat. Sedang di terras depan pintu masuk aula juga hadir plus minus 15 anggota masyarakat. Cukup banyaknya peserta yang hadir untuk mengikuti Sholat Ied pada hari itu.

Hal ini saya kira juga didukung oleh cerahnya cuaca dan  hangatnya sang surya yang menyinari bumi Brussels.  Seolah Sang Khalik memang merestui hari yang sudah sangat dinanti-nantikan oleh para umatnya. Tidak hanya oleh yang berdiam di sekitar Brussels tetapi juga dinantikan oleh  yang berdiam di seluruh belahan dunia lainnya. Matahari pagi itu memang tampak menebarkan senyumnya melalui sinarnya yang cerah dan cukup menghangatkan pagi . Dan kalau saya perhatikan kicauan suara yang ada di sekitar saya, terdengar jelas bahwa  kegiatan ini sangat diharapkan karena paling tidak dapat mengobati rasa kangen akan suasana kebersamaan dalam melaksanakan Sholat Ied di Indonesia.

Ketika saya memasuki aula, baik para  ibu maupun para bapak dan anak-anak  sudah sejak awal terlihat duduk rapih menunggu dimulainya Sholat Ied, yang akan dilaksanakan tepat pada jam 10.00. Terlihat betapa anak-anak telah terdidik sejak kecil untuk mengikuti Sholat Ied. Betapa anak-anak (antara umur 10 – 13 tahun) ini lihat foto 2, begitu antengnya duduk sambil menunggu dimulainya Sholat Ied.

Foto3. Sebelum acara dimulai, bisa berha ha hi hi sebentar dengan mbak Fatma.

Kegiatan sholat Ied pagi ini diimami oleh bapak Ishak dari Masjid di Den Haag yang juga bertindak sekaligus sebagai penceramah.

Foto 4. Suasana saat ceramah setelah Sholat Ied dilaksanakan.

Sebetulnya suasana sholat bersama ini bisa dan akan  lebih khusuk lagi kalau celotehan dan suasana berlariannya beberapa anak kecil ada yang bisa meredakannya.. Neemt u me niet kwalijk, maafkanlah saya, bukannya saya senang berkeluh kesah. Saya hanya ingin urun rembug saja untuk mencoba mengurangi kegaduhan yang ada.

Foto 5. Para bapak sedang mendengarkan dan menyimak ceramah yang ada.

Mungkin dengan memfasilitaskan adanya suatu ruangan  tempat bermain atau semacam ruang penitipan bayi di salah satu ruangan KBRI yang tidak jauh dari tempat kehadiran para bundanya, bisa dijadikan solusinya untuk mengatasinya dalam kesempatan di waktu-waktu mendatang.

Setelah Sholat Ied selesai acara dilanjutkan dengan mendengarkan khotbah dari bapak Imam. Mungkin karena suara bapak Imam yang sedang tidak dalam kondisi top marko top atau mungkin karena masalah tekhnis sehingga suaranya tidak sampai ke barisan di belakang aula. Atau mungkin karena materinya  yang menurut saya, maaf sekali lagi, “kurang menggigit”.  Terutama dalam pembahasannya.  Hal ini juga terlihat secara tidak langsung dari  reaksi  masyarakat yang hadir pagi itu. Mereka banyak yang kemudian mengobrol dan berbisik ria dengan sesamanya…

Pagi itu memang agak sukar untuk berkonsentrasi  mencoba mengerti isi ceramah yang ada…. Sayang sekali.

Foto 6. Masyarakat yang hadir sedang bersilahturahmi sambil mencicipi sajian yang disediakan.

Setelah acara Sholat Ied selesai dan ceramah berlalu, kami semua saling bermaafan dan perlahan anggota masyarakat yang hadir dari  berbagai kota di sekitar Brussels,  lambat laun dipersilahkan meninggalkan ruang sholat (aula). Mereka dipersilahkan keluar untuk sekaligus  mencicipi hidangan kecil seperti lemper dan kue-kue khas Indonesia lainnya.

Foto 7. Menunggu saat berangkat ke Wisma Duta… Pak Made sedang bergay di depan camera. Hebaaattt

Sambil menunggu saatnya untuk berangkat ke  Wisma Duta, kediaman resmi Duta besar,  Tramlaan 345 di Schaerbeek, untuk  para hadirin yang ingin meneguk minuman panas seperti teh dan kopi juga telah disediakan.

Acara berikutnya setelah Sholat Ied selesai adalah Halal Bi Halal di Wisma Duta . Untuk itu pada anggota masyarakat yang ada diharapkan kedatangannya  mulai dari jam 11.00 sampai plus minus jam 15.30.

Ketika kami sampai di Wisma Duta,  tempat parkir yang ada di seberang Wisma sudah dipenuhi mobil. Juga di tepi jalanan di sepanjang jalan di depan Wisma Duta sudah terparkir rapih deretan sejumlah mobil milik Masyarakat Indonesia yang berasal dari berbagai kota di Belgia seperti Antwerpen, Gent, dan dari sekitar Brussels. Tentunya mereka juga tidak ingin ketinggalan moment istimewa dan ingin saling bersilaturahmi dengan sesama kenalan dan masyarakat Indonesia lainnya.

Dan pasti mereka juga ingin merasakan suasana hari raya, yang setidaknya mirip-mirip seperti kegiatan di tanah air dengan keluarga besarnya. Memasuki ruang Wisma Duta, ternyata bapak dan ibu Dubes masih tetap berada di ruang tunggu untuk menyambut para tamunya…Yang salah limanya (bukan hanya saya sendiri tapi ada lima dari mobil saya) , kali ini datangnya memang agak terlambat….Maaf, mumpung masih lebaran boleh minta maaf sekali lagi..…Ha, ha, haaa…

Foto 8. Ibu dan bapak Dubes sedang menyalami dan menyambut tamunya.

Satu hal yang agak baru untuk saya adalah, bahwa kali ini entah mengapa saya tidak melihat seorangpun yang bercipika cipiki dengan bapak Dubes… Ha, ha, haaaa.. Bahkan saya sendiri yang biasanya begitu mudah melakukannya menjadi seperti terkesima memperhatikan apa yang terjadi dan menjadi lupa untuk saling bercipika cipiki dengan memberikan kus, kus, kusnya… ha, ha, haaaa…

Untuk menampung para tamunya sebuah tenda besar yang bisa menampung 300-an tamu dan beberapa tenda sedang (dengan 2 ratusan tamunya) di halaman samping telah tertata rapih lengkap dengan kursi dan mejanya. Tentu karena cuaca cerah, banyak di antara  para tamunya yang berdiri di luar tenda sambil berbincang ria.

Foto 9. Meja-meja dengan berbagai makanan sedang menunggu para penggemarnya.

Bermacam hidangan khas Indonesia tersaji di atas meja-meja yang ada.  Mulai dari berbagai minuman, baik dingin maupun panas dan minuman segar tidak beralkohol,  juga berbagai jenis makanan berat dan panas tersedia (mulai dari Mie kuah, lontong sayur, soep, nasi kebuli dll, dll) dan juga makanan/ minuman  penutup seperti pudding, buah-buahan,  telah siap menunggu untuk disantap para pencintanya…

Foto 10. Para hadirin bisa memilih makanan kesayangannya, seperti Nasi kebuli, Sop, Bakmi, dll, dll

 

Foto 11. Berbincang sambil mencicipi masakan dan kue yang ada  memang  mengasyikan.

Makanan kecil seperti kue-kue kue lapis legitnya dan kue kering nastar, dan lainnya yang membuat lidah tidak puas hanya dengan mencicipi satu saja..Hmmmm, heerlijk…

Foto 12. Suasana di tenda samping yang sedang menunggu acara “hiburan”.

Rasanya kalau hanya menuruti keinginan hati tanpa memikirkan akibatnya, sang perut  pasti tidak akan mampu untuk dapat menampung semua yang tertangkap oleh mata dan ingin disantap oleh mulut…Begitu beraneka ragam dan banyaknya pilihan yang bisa kita nikmati……

Di samping acara halal bihalal, silahturahmi dan makan bersama…Ketika jarum jam menunjukkan ke  angka plus minus 13.00 an, mas Restu (?) satu-satunya pemain organ pengganti dimas Sigit (yang sudah kembali ke Jakarta)  mulai mempersiapkan alat musiknya…

Foto 13. Wakil dari Antwerpen (kiri) dan wakil dari Brussels (kanan) sedang menyumbangkan lagu.

Woooowwww, bagaimanapun juga,  acara hiburan kecil untuk masyarakatnyapun walaupun sifatnya dadakan, yaaaa turut diperhatikan…..Jaaaaa, pada kesempatan yang satu ini masyarakat tentunya diminta untuk perpartisipasi menyumbangkan suaranya… Beberapa wakil anggota ODW Antwerpen dan ODW Brussels,  telah menyumbangkan beberapa lagu gembira. …Dan ibunda ibu Titi Oegroseno, ibu Barli dan saya sendiri, beserta adinda ibu Barli juga berkenan untuk menyanyikan lagu Als de orchiedeeën bloeien.

Foto 14. Beberapa anggota masyarakat, tidak hanya yang muda sedang menunjukkan kebolehannya dalam bertarik suara dan berjoged bersama.

Mbak Nina sempat mendendangkan beberapa lagu dangdut yang tentunya telah mengundang beberapa yang hadir untuk berjoged bersama. Sayang sekali selama berlangsungnya acara berjoged ria ini  bapak Dubes tidak bisa dideteksi keberadaannya…

Foto 15. Bapak Dubes sedang dikerumuni oleh anggota masyarakat di Brussels.

Beliau ternyata sedang berada di salah satu pojok taman, di samping kiri rumah,  sedang berbincang ria dengan beberapa anggota masyarakat yang hadir.

Foto 16. Ibu Barli, bunda ibu Titi Oegroseno (biru muda)  sedang berkunjung dan berkenan untuk berfoto ria dengan beberapa ibu

Tentu dalam kesempatan seperti ini selalu dipergunakan untuk berfoto ria dengan kenalan dan teman… Seperti yang terlihat dalam beberapa foto yang ada.  Dalam pertemuan itu saya bertemu dengan jeng Anita, dari satu almamater yang sama, hanya beda jurusannya saja. Diajeng Anita saat ini sedang menunaikan tugasnya untuk menangani masalah keimigrasian di KBRI Brussels.

Foto 17. Berfoto bersama. Juga berfoto bersama dengan adik kelas dari  almamater yang sama.

Menjelang jam 15.00 an kami berlima sudah bersiap-siap untuk berpamitan.…Sambil melangkah menuju arah pintu rumah,  nampak  wajah-wajah  dengan   guratan-guratan keriangan dan kebahagian yang mewakili luapan hati mereka yang riang gembira karena dapat merayakan Lebaran bersama dengan sesama anggota masyarakat Indonesia di KBRI Brussels.

Semua terlihat berlangsung dengan lancar dan rapih. Suatu hasil nyata buah kerja dan jerih payah serta ‘kebersamaan yang erat dan kuat dari seluruh staf KBRI di Brussels… Tentu dengan bimbingan dari : “ Een heer van de tijd” (bapak Dubes yang selalu tepat dan menghargai waktu)  , bapak Dubes Brussels, Havas Oegroseno. . Tot volgend jaar….   Nu2K

 

**Untuk ibu Palupi, bapak Made danbapak/ibu di  bagian Social Budaya, terima kasih atas undangannya **

 

 

77 Comments to "Lebaran dan Kumpul Bersama di Brussels (1)"

  1. nu2k  1 October, 2011 at 22:28

    Beste, mbak Nada… Hallo, akhirnya bisa bertemu di Baltyra… Ha, ha, haaa. Fijn weekend en de groeten aan de hele familie, Nu2k

  2. Nada Danielsson  30 September, 2011 at 22:49

    Keren dan terima kaish utk tulisannya mbak Nunuk, akhirnya sampai juga ke Baltyra…bagus-bagus yah liputannya..Bravo Baltyra!!

  3. nu2k  11 September, 2011 at 20:22

    Beste mbak Dinar , terima kasih untuk beritanya. Bagaimana pesta rakyatnya? Sampai jam berapa berdangdut ria di Wassenaar? Kemarin kami melanjutkan acara bersepedahannya lewat daerah di sekitar Leiden. Jomlah jamleh kita bersepeda sejauh hampir 45 km. Siang ini kita masih naik sepeda ke Delf dan ngopi disana. Pulang pergi hanya 22.20km..
    Mbak Dinar pastilah anda bisa main kerumah. Mungkin weekend tgl 1oktober mendatang? Mau nginep juga boleh. Nanti bisa sepedahan..Tolong dibicarakan dengan teman-teman lainnya. Bisa kok kalau hanya mau menginap bertiga saja… Ha, ha, haaa…Tot andere keer… Salam untuk mas Hilman dan mas Yasrul dari kami berdua.. Gr en doe doei, nu2k

  4. Dinar  11 September, 2011 at 15:15

    Bu, Ini saya Dinar yg kemarin ketemu di depan panenkoekenhuis (benar gak ya nulisnya)…menarik sekali artikel2 Ibu …bisa menambah pengetahuan saya … Salam kenal ya bu…nanti kalau Ibu ada waktu dan kebetulan saya dan teman2 juga sedang longgar waktunya…boleh yaa kita berkunjung kekediaman Ibu…senang sekali bisa melihat sisi lain dari Leiden…tidak hanya lab melulu. Maaf…posting nya agak gak nyambung dg artikelnya…tadi coba email Ibu kok failed…jadi terpaksa posting di sini deh…Sukses untuk Ibu..!!

  5. nu2k  10 September, 2011 at 14:54

    Dear all, Fijn weekend.. Saya belum sempat baca-baca.. Mudah-mudahan nanti malam ada waktu kosong lagi.. Kus, kus,kus, Nu2k

  6. Dj.  10 September, 2011 at 02:22

    nu2k Says:
    September 8th, 2011 at 15:02

    Kangmas DJ, mijn beste, jok ngono to yooooo. Ming arep crito piyé lebaran ning negeri entah berantah… Nggoleki kebersamaan dan kehangatan di antara teman-teman dari Indonesia..Lhawong konco ngajeng aé gak iso mrei… Yo wis nang nggoné Brussel aé…
    Suwun lho sudah kerso maos cerita lebarannya… Doe doei, nu2k.

    Lho mbakyu NU2K ki piye tho….
    Lha wong Dj. turut senang dengan suasana yang berbau Indonesia…..
    Jujur, hanya satu yang Dj. suka mikir, yaitu soal asap rokok saja….
    hahahahahahahahaha….!!!
    kalau suasana ngobrolnya, Dj. jelas sangat senang , apa lagi kalau bisa ketemu dengan orang yang “mungkin” dari kota yang sama…..
    Salam manis dari Mainz dan selamat beristirahat, semoga mimpi yang indah ya…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *