Mudik

Dwi Klik Santosa

 

Menuju udik. Dari tahun ke tahun, kiranya kata ini sangat akrab dalam kenanganku. Maklum, petualang atau tepatnya perantau. Yang bergerak sepenuh semangat mencari peruntungan di tanah basah. Demi sebuah tekad yang sederhana. Mencari kelayakan hidup atau lebih dramatis dengan idiom “demi mencari sesuap nasi” …

Mudik. Betapa, kata ini memiliki daya yang kuat. Sebulan sebelumnya atau bahkan lebih, menjelang hari lebaran telah menyeruak muncul memenuhi pikiran. Naik apa ya, nanti? Beli apa, ya nanti? .. ya, begitulah. Kiranya manusia-manusia senasib dengan saya di ibukota ini bejibun jumlahnya. Harus berpikir cermat dari awal, biar tidak ketinggalan sepur alias kehabisan tiket. Dan juga, sebagai orang kota. Hehehe … Pulang kampung, harus ada yang baru dan matching ….. orang kota, gitchu loh ….

Mudik. Meski menguras kantong, dan kadang emosi. Namun, rasanya, senang saja setiapkali saya melakukannya. Entahlah .. eh, tapi saya rasa, bagi saya pribadi, seperti suatu keharusan. Nilai-nilai, manfaat dan gunanya pasti sudah genap saya resapi … betapa lebaran tiba … lebar dari rasa bersalah atas proses, menyambut syukur sebagai insan yang besar dan dewasa, dan pernah tertapak jejak-jejak masa bocah itu di udik.

Mudik …

menjejak tanah lahir
mencium tapak ibu
mencium jemari ayah
menjabat tangan handai taulan
berpelukan dalam suka

wooww .. saya ini anak nusantara, bro!

Zentha
25 Agustus 2011
: 09.oo

 

15 Comments to "Mudik"

  1. Dj.  11 September, 2011 at 01:50

    Dewi Aichi Says:
    September 11th, 2011 at 01:35

    wkwkwkkww…..ngakak saya baca komen pak DJ…….saya salah ya pak? Maksud saya tuh jika harganya 100 ribu, menjadi dimurahin 20 ribu gitu he he

    Mbak DA….
    Ketahuan bukan dari jurusan mathematik….
    Kalau dari 100 ribu , jadi 20 ribu, itu bukan dua kali lipat, tapi hanya 1/5 nya saja atau hanya 20% saja.
    Jadi lebih murah…..
    Tidak apa-apa mbak, lha orang Jogja memang taxi juga ditunggangi, dianggap kebo, po jaran…
    Hahahahahaha…..!!!
    Salam manis dari Mainz…

  2. Dewi Aichi  11 September, 2011 at 01:35

    Mbak DA….
    Ada benarnya memang, mudik sangat berkesan…
    Tapi kalimat terakhir….

    >>>>> biaya tiket lebih murah 2 kali lipat he he he… <<<<<<

    Jujur Dj. tidak mudeng
    Lha lebih murah, kok 2 kali lipat, itu bagaimana….
    Kalau dua kali lipat, ya jadi mahal dong…
    Kalau lebih murah, itu bisa separoh nya ( 1/2 nya = 50% ), atau harganya hanya 25% dari harga aslinya.
    nah itu baru lebih murah, tapi tidak malah 2X lipat…
    hahahahahahahahahahaha….!!! Mbak Dewi kecilnya 2X lipat dari dimas Josh Chen…???

    Salam Damai dari Mainz….

    wkwkwkkww…..ngakak saya baca komen pak DJ…….saya salah ya pak? Maksud saya tuh jika harganya 100 ribu, menjadi dimurahin 20 ribu gitu he he

  3. Imeii  10 September, 2011 at 23:10

    mudik yoooooook kalo aku mudik, ngga macet aja lama perjalanan musti lebih dari 24 jam, apalagi macet ya hehe (oopss. .. moga2 tidak..knock on woods)

  4. Linda Cheang  9 September, 2011 at 03:48

    Mudik itu bisa jadi aktivitas menyenangkan kalau infrastruktur OK, dan perilaku penggunanya juga OK. Sayangnya tiap tahun, selalu saja ada cerita sedih tentang mudik besar-besaran.

    Tapi kalo saya sendiri, mah, mudak ke kamungnya orang, hahaha…

  5. Dj.  9 September, 2011 at 01:58

    Dewi Aichi Says:
    September 9th, 2011 at 01:13

    Komen no 2, ra sembodo gede duwur, gitu aja sambatttt…..

    Kalau aku sangat menikmati perjalanan mudik, biar semrawut kayak apaan oke ajaaa….justru itu sensasi mudik. Kalau sepi nyenyet, apa yang mau diceritain?

    Mudik itu sekarang sudah merupakan budaya….perlu dilestarikan wkwkw….ngga boleh protes..! Hanya saja pemerintah harus memberikan fasilitas yang layak, pengamanan, dan kalau bisa…biaya tiket lebih murah 2 kali lipat he he he…

    Mbak DA….
    Ada benarnya memang, mudik sangat berkesan…
    Tapi kalimat terakhir….

    >>>>> biaya tiket lebih murah 2 kali lipat he he he… <<<<<<

    Jujur Dj. tidak mudeng
    Lha lebih murah, kok 2 kali lipat, itu bagaimana….
    Kalau dua kali lipat, ya jadi mahal dong…
    Kalau lebih murah, itu bisa separoh nya ( 1/2 nya = 50% ), atau harganya hanya 25% dari harga aslinya.
    nah itu baru lebih murah, tapi tidak malah 2X lipat…
    hahahahahahahahahahaha….!!! Mbak Dewi kecilnya 2X lipat dari dimas Josh Chen…???

    Salam Damai dari Mainz….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.