Suzhou Museum

Gandalf The Grey – Middle Earth

 

Suzhou Museum atau 苏州博物馆 (baca : Sūzhōu bówùguǎn) dibuka pertama kali pada tahun 1960 di lokasi Zhong Wang Fu atau istana / mansion pangeran Zhong dari Taiping Heavenly Kingdom dan berada tepat di sebelah taman terluas dan paling terkenal di Suzhou, the Humble Administrator’s Garden. Pada bulan Oktober 2006 museum ini selesai direnovasi menjadi bangunan modern dengan desain kontemporer ‘state of the art’ karya arsitek I.M. Pei, yang terkenal dengan desain spektakulernya (dan kontroversial) The Pyramid of Louvre Museum, Paris.


Papan nama Suzhou Museum


Antriiii masuk, maklum gratis, sejak beberapa tahun yang lalu pemerintah China meng-gratis-kan tiket masuk ke museum untuk meningkatkan pengetahuan dan kecintaan budaya leluhur bagi generasi muda (termasuk gratis juga turis dan orang asing, horeee…)


Bangunan utama, didominasi dinding putih dan garis abu-abu tua yang tegas


Kolam dengan paviliun, jembatan, bambu dan bebatuan khas taman di China


Desain interior bangunan juga sangat unik dan simetris melambangkan harmoni antara modernisasi dan tradisional China


Square-shaped “Simuxin Ding” bronze vessel, dinasti Shang tahun 1600 SM – 1046 SM


Bronze wine vessel, dinasti Shang tahun 1600 SM – 1046 SM, mengapa tempat menyimpan / minum anggur bentuknya rumit amat ya…


Cooking vessel, dinasti Shang tahun 1600 SM – 1046 SM, penuh ukiran detil, pasti pemiliknya benar-benar orang kaya / pejabat tinggi…


Ornamen batu jade dan patung Little Man, dinasti Shang tahun 1600 SM – 1046 SM, selain sebagai perhiasan ada juga batu jade yang digunakan untuk senjata


Ornamen patung manusia berkepala binatang, dinasti Han tahun 206 SM – 220


Bronze mirror, dinasti Han tahun 206 SM – 220, agak susah membayangkan benda ini digunakan sebagai cermin dengan ukiran memenuhi seluruh permukaannya


Tricolor flask with mandarin duck pattern, dinasti Tang tahun 618 – 907


Sepasang naga dari perak (atas) dan sepasang naga dari emas (bawah), dinasti Tang tahun 618 – 907, sayang bentuk naga emas lebih kerempeng dan kurang menarik  dibanding dengan naga perak


Pearl Pillar of the Buddhist Shrine, dinasti Song Utara tahun 960 – 1127


Uang koin emas, dinasti Yuan tahun 1271 – 1368, hand made, entah berapa nilainya sekarang…


Ukiran batu 3 dimensi, dinasti Ming tahun 1368 – 1644


Ornamen patung dari perak, dinasti Ming tahun 1368 – 1644


Baju kuno ukuran buto, sayang lupa dicatat dinasti dan tahunnya, mungkin tanya buto tahu…

 

59 Comments to "Suzhou Museum"

  1. Gandalf the Grey  12 September, 2011 at 17:07

    Pampam : harap pilih salah satu:
    terawat? bisa tapi gak gratizzz…
    atau
    gratis? bisa tapi gak terawat…

    terawat dan gratis? hmmm, ada gak ya…
    yg lebih mungkin gak terawat dan gak gratis…

  2. [email protected]  12 September, 2011 at 11:44

    mantap bener nih lifutannya…
    coba museum di indonesia terawat dan gratiz….

  3. Handoko Widagdo  9 September, 2011 at 20:01

    Lha dua tukang poto ini menjadi makin kreatif

  4. Gandalf the Grey  9 September, 2011 at 16:16

    lha sekalian nunggu ditangkep polisi aja
    nanti kan difoto berikut barang buktinya
    tinggal minta pak polisi kirim fotonya by email, beres tho….

  5. J C  9 September, 2011 at 16:08

    Gak perlu sangu batu lah, cameranya khan bisa multi-fungsi buat nuthuk juga…

    Lha bener khan, daripada refot bawa sarung (kata pak Hand), bkin selongsong karton, ngukur lagi, khan tinggal ngrogoh, difoto, pasti gak pake mantul-mantul segala…mau pake flash lah, no flash, pasti apik jadinya…(kalo gak ditangkep pulisi).

  6. Gandalf the Grey  9 September, 2011 at 15:58

    pak Hand : kalo pake cara JC tidak perlu bawa kamera, tapi perlu sangu batu, siapa tahu susah dirogoh ya kacanya dituthuk batu sampe pecah terus barangnya diambil kasih JC suruh foto, habis itu sekalian suruh dia yg ngembaliin… *plus nanggung resikonya…

  7. Handoko Widagdo  9 September, 2011 at 15:53

    Terima kasih untuk tips-nya. Nanti aku bawa sarung saat mau motret di musium

  8. Handoko Widagdo  9 September, 2011 at 15:52

    Sebenarnya orang Indonesia itu paling suka ke musium tetapi memang dibatasi oleh pemerintah. Soalnya suka ngrogoh dari dalam kaca itu lho

  9. J C  9 September, 2011 at 15:43

    Pak Hand, kalau cara Gandalf terlalu rumit, sebenarnya ada cara yang paling gampang. Barang yang mau difoto, dirogoh, diambil keluar, ditaruh di meja yang tidak ada kotak kacanya, difoto, terus dikembalikan…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *