Aku Tahu Kamu Baik-baik Saja

Ibnu Khamais – Wageningen, Belanda

 

Untuk kau gadis di bulan Februari, spesial sekali. Dulu, bukan lagi sekarang.

Apa kabarmu? Pasti baik-baik saja, aku tau itu. Cantik, tau tidak, akhir-akhir
ini aku memikirkanmu. Teringat lagi aku dengan hal-hal manis dan bodoh yang
sering kita lakukan dulu. Walau kini terpisah jauh, bersahabat dengan jarak dan
waktu. Cantik, mengingatmu membuat aku semakin merindu. Terkadang menyiksa,
hingga aku tak dapat melupakanmu.

Indah sekali aku mengenang masa-masa kita dulu, bagaimana kau memanggilku dengan
panggilan sayang ‘ala’ mu, senyummu, caramu mengingatkanku ibadah, indah..
Terlalu manis bahkan.. Benar-benar tak ada habisnya.

Maka dari itu, beberapa minggu yang lalu, sudah kuputuskan tak akan melupakanmu.
Karena melupakanmu adalah mustahil.

Biar kamu menjadi jangkar pendewasaan..

Cantik, kau masih suka winnie the pooh kan? Juga boneka monyet? Masih suka
crepes tentu, isi ice cream campur buah-buahan. Hahaha…tau benar aku
favoritmu. Setiap ke tempat itu, aku pasti memesan satu, khusus untukmu.
Mas-masnya sampai tau. Lucu yah?

Lantas tadi, mengarah pulang, aku teringat kata-katamu dulu, tahunan silam.
Kalimat yang kau ucap dalam, penuh makna, sambil menatapku percaya.

“Aku mencintaimu sepenuh hati. Sampai kapanpun, sampai aku mati”

Itu katamu beberapa tahun silam. Mendengar kau berkata seperti itu, aku sempat
merah padam karenanya. Kau hanya tersenyum misterius dan aku salah tingkah
sendiri. Saat itu aku yakin, kau segalanya. Tapi sayang, beberapa bulan kemudian
kau hilang ditelan malam. Hahaha…janji cepat sekali berganti yah, cantik?

Entah sudah berapa banyak lelaki yang kau gombali, juga sudah berapa kali kau
berganti hati. Sementara aku masih sendiri pasca kau pergi.

Tapi cantik, aku ingin kau selalu bahagia di sana. Bagaimanapun itu. Oiya, aku
punya sedikit pesan. Untuk yang kini jadi pendampingmu, Jaga baik-baik gadis
bulan Februariku yah. Jika listrik di rumahnya padam, segeralah kau genggam
tangannya. Dia sangat takut gelap. Dan apabila lampu terlalu lama padam tak
kunjung menyala, kau ajaklah dia keluar rumah untuk melihat bintang-bintang. Dan
saat menemaninya melihat bintang, kau boleh memeluknya dari belakang sambil
sesekali kau cium rambutnya, sebab itu salah satu hal kesukaannya.

Pada akhir minggu, kau ajaklah dia ke kedai es krim. Jangan pesan es krim
vanila, tapi pesanlah es krim cokelat dengan toping strawberry. Dan setelah itu
ajaklah dia menonton film kartun, jangan film action ataupun horror.

Pada saat natal datang, walaupun kau dan dia tak merayakannya, ajaklah dia
berjalan-jalan ke plaza. Dia sangat suka santa claus dan salju, sebab saat
natal, selalu ada santa claus dan salju buatan di setiap plaza.

Kau juga harus sering menghadiahi dia buku-buku puisi. Dia sangat menyukai
puisi-puisi sederhana sepertiku. Dan sesekali cobalah untuk membuatkan satu
untuknya, tak perlu puisi yang luar biasa, cukup puisi dengan kalimat sederhana
yang bisa kaubisikkan di telinganya saat malam dan dia masih terjaga.

Anyway cantik, sudah dulu yah. Terlalu panjang rasanya tulisanku. Maaf juga
kalau kau menganggap tulisanku terlalu sentimentil. Awalnya tak ada niat untuk
ber-panjang-panjang ria. Maksudnya cuma ingin mengucap tiga kata..

“Selamat Ulang Tahun…”

 

15 Comments to "Aku Tahu Kamu Baik-baik Saja"

  1. Handoko Widagdo  10 September, 2011 at 07:55

    Lha wong buaya kok dikadali. (Eh…kadal kok dicicaki)

  2. Sumonggo  10 September, 2011 at 06:35

    Bang Ibnu, kalau tahu si dia baik-baik saja, kan hati tenang

    “Entah sudah berapa banyak lelaki yang kau gombali, juga sudah berapa kali kau berganti hati. Sementara aku masih sendiri pasca kau pergi.”
    Tapi apakah Bang Ibnu juga suka meng-gombali si dia dengan puisi … he he ……

  3. Dewi Aichi  10 September, 2011 at 04:29

    Ibnu….semoga ya…..walah…..untuk menuju tiga kata…harus melalui seribu kata he he he….top habis..!

  4. Dj.  10 September, 2011 at 02:14

    Bung Ibnu….
    Laki-laki harus kuat dan jangan larut ditelan cinta palsu.
    Kecantikan wajah adalah relativ.
    Banyak wanita yang “mungkin” lebih cantik, hanya mungkin belum waktunya untuk anda.
    Semoga akan mendapatkan gantinya yang jauh lebih baik.
    Salam kenal dari Mainz.

  5. non sibi  10 September, 2011 at 00:19

    Hi, Ibnu, saranku lupakan si Cantik, gak ada yg mustahil. Life must go on and time will heal. Di Belanda banyak nonik2, semoga ada 1 yg nyangkut and good luck!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.