Membuat Kerajinan Tangan

Dewi Aichi – Brazil

 

Ada kegiatan yang sangat menyenangkan bersama anak. Beberapa hari belakangan ini, aku dan anak sering menghabiskan waktu dengan membuat berbagai macam boneka. Lihat saja nih hasilnya..ngga karuan bentuknya kan? He he..biarin saja yang penting asik. Tempatnya juga di dapur atau di beranda, berhubung beberapa saat ada gangguan domestik.

Aku dan anak membuat bermacam-macam bentuk boneka, dari bahan yang namanya di Brasil di sebut “massa de biscuit”, bahan ini seperti adonan tanah liat, tapi berwarna warni. Aku beli yang sebungkusnya 100 gr. Beli warna-warni agar jika butuh, sudah siap. Satu bungkusnya, seharga kira-kira Rp.10.000.

Selain bahan di atas, dibutuhkan beberapa alat untuk membentuk atau juga bisa spidol. Pernak pernik seperti mata boneka, pasir warna, lem, gliter, dan menurut selera masing-masing, dari kebutuhan akan kerajinan yang akan dibuat.

Karena tak punya ide, aku dan anak membuat aneka mainan atau boneka dengan melihat di youtube. Jadi tinggal meniru saja. Wah, jangankan sama bentuknya, melenceng jauh dari yang ada di video ha ha….biarin..yang penting asik!

Dari meniru di video tersebut, inilah hasilnya he he he…(sambil ngumpet..malu)..

Cantik kan? Mirip siapa ya kira-kira? Lani? Ohh..iya kalau begitu ini boneka dinamakan Lani Waikiki he he…

Jadi untuk ibu-ibu yang ingin meluangkan waktu bersama anak-anak, ini bisa dijadikan pilihan. Agar tidak bosan dengan kegiatan yang sama. Yang penting kan waktu kebersamaan , sudah pasti anak-anak akan suka sekali dan lebih semangat.

Ini ada bentuk burung hantu dan anjing bulat bikinan anak saya, tapi anak saya bikin pola dulu dengan digambar pakai krayon.

Yang kecil-kecil ini asli bikinanku…aku bikin semut hitam, dan kepik yang sedang hinggap di bunga. Ini made in ai..

Kemudian hasil karya kami ditaruh dijejer dan difoto, fotonya juga cuma pakai hp jadi ngga jernih. Karena tadinya tidak niat untuk diceritakan di sini.

Sebagai orang tua, kita tidak cuma mengharapkan kreatifitas anak-anak saja, tetapi akan lebih baik bila kita memfasilitasi dan ikut terlibat di dalamnya.

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

73 Comments to "Membuat Kerajinan Tangan"

  1. hasan  16 December, 2013 at 08:38

    dimana beli massa de biscuitnya?

  2. Sokadindya Pratiwi Wening  21 September, 2011 at 19:01

    @Dewi: Engkau benar, Dik. Menjadi orang tua yang bijaksana perlu pembelajaran yang tidak sebentar. Anak mempunyai kehidupannya sendiri, dunianya sendiri. Kita hanyalah busur yang mesti melesatkan anak panahnya di tempat yang benar.

    Mba sering mengibaratkan, pohon pisang baru akan tumbuh subur dan berbuah bagus, jika pada waktunya, mesti dipisahkan dengan induknya.

  3. Dewi Aichi  21 September, 2011 at 18:04

    mba Soka terkasih…..saat melihat foto dan kalimat mba di fb, aku sampai terharu, dan membayangkan diriku sendiri kelak….ahh..memang kebersamaan selalu membahagiakan…disaat berjauhan akan terasa sekali nilai kebersamaan. Tetapi anak bukan untuk dikelonin aja….anak mempunyai dunianya sendiri, mempunyai kehidupannya dan pilihannya….semoga kita menjadi orang tua yang bijak ya mba…..mari saling belajar dan berbagi..!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.