Yang Unik di Saat Musim Panas

Dewi Aichi – Brazil

 

Ada dua jenis serangga yang menjadi sangat digemari di saat musim panas di Jepang.

Mungkin agak telat saya mengirimkan tulisan tentang hal ini. Karena musim panas di Jepang sudah akan berakhir. Tapi tidak masalah, daripada tidak sama sekali.

Salah satu makhluk yang kuat, dilihat dari segi fisiknya yaitu kumbang badak, ini dikarenakan bentuk dari tanduknya dan juga bagian depan yang mirip dengan badak. Disebut juga kumbang kelapa, karena makhluk ini merupakan hama bagi pohon kelapa di Indonesia.

Sedang di masyarakat Jawa biasa menyebut dengan kwangwung atau wawung. Special thanks untuk mas JC yang telah memberi jawaban atas pertanyaan saya mengenai nama makhluk ini.

Nah…di Jepang lain lagi. Makhluk ini menjadi yang paling dicari di saat musim panas. Apalagi pas pada liburan musim panas. Anak-anak di Jepang akan berburu kumbang kelapa untuk diadu atau dikoleksi.

Kumbang kelapa ini dijual di supermarket ataupun mall, biasanya ditempatkan di deretan mainan anak-anak, atau berdekatan.

Kumbang kelapa dijual dengan memakai kotak berukuran kurang lebih seukuran kardus sepatu, tetapi berbentuk jaring, atau anyaman kawat kecil. Dalam satu kotak biasanya terdapat 2 ekor kumbang kelapa jantan, dan disediakan juga makanannya seperti serbuk kayu lapuk (maaf ngga tau namanya). Harga kumbang kelapa biasanya sekitar 600 yen. Kalau yang ukuran besar bisa mencapai 800 yen. Mahal sih.

Tersedianya kumbang kelapa hanya pada saat musim panas inilah yang menarik.  Di Jepang dinamakan “kabuto mushi”. Bahkan kabuto mushi ini sangat populer sehingga Jepang menciptakan film animasi yaitu “Mushiking” atau raja kumbang dan Kamen Rider Kabuto yang dulu ditayangkan oleh tv Asahi.

Jenis kumbang kelapa yang paling terkenal di Jepang adalah Kabuto Mushi dan Kuwagata. Kabuto Mushi biasanya berukuran 3.8cm. sampai 7.8cm. Untuk jantan, sedangkan betina biasanya berukuran 3.5cm. sampai 5.0cm.

Perkiraan hidup sampai 1 tahun. Jenis Kuwagata berukuran 2.7cm. sampai 8.3cm untuk jantan, sedang betina berukuran 2.5cm. sampai 4.5cm. Perkiraan hidup mencapai 2-3 tahun.

Anak-anak biasanya memainkan kabuto mushi sebagai layaknya pertandingan tinju. Bagi yang menang bisa mendapat gelar si raja kumbang. Bahkan ada turnament antar anak-anak di Jepang yaitu turnament yang menggabungkan kumpulan kartu yang di scan dalam sebuah mesin elektronik, biasanya di game center.

Keunikan kedua di musim panas di Jepang yaitu suara tonggeret yang biasanya muncul serempak di pagi hari. Begitu sinar matahari muncul, maka terdengarlah suara tonggeret yang sangat kompak. Saya benar-benar menikmati suara tonggeret di musim panas.

Tidak merasa terganggu oleh suara tonggeret yang memang keras.Bisa mencapai 120 desibel. Berisik sekali bagi yang merasa terganggu suara tonggeret ini.

Tonggeret ini mempunyai kemiripan dengan lalat, hanya ukuran badannya yang lebih besar. Bentuk kepala, mata dan sayapnya yang tembus pandang. Sudah lama sekali tidak mendengar suara tonggeret. Dulu ketika saya masih kecil, sering mendengar suara tonggeret dari kebun dekat rumah nenek.

Kebun yang banyak ditanami pohon sonokeling waktu itu. Tetapi seingat saya, suara tonggeret saat itu muncul, ketika habis turun hujan, dan biasanya di sore hari.

Maka saya heran ketika pertama kali mendengar suara tonggeret di musim panas di Jepang, dan terdengar serempak di pagi hari. Suara tonggeret ini akan berhenti menjelang siang hari. Dan biasanya, anak-anak Jepang akan mencari tonggeret yang bertengger di dahan maupun cabang pohon saat menjelang senja.

Dengan membawa kaleng atau kantong plastik, dan juga galah yang ujungnya dikasih jaring. Anak-anak Jepang mulai memburu tonggeret di taman-taman dekat apartement maupun rumah tinggal mereka. Ini merupakan keasikan tersendiri bagi anak-anak Jepang. Apalagi jika sedang liburan musim panas. Dengan kumbang kelapa dan tonggeret, anak-anak di Jepang sudah cukup untuk menemukan keasikannya di musim panas.

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona.

Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

77 Comments to "Yang Unik di Saat Musim Panas"

  1. Handoko Widagdo  21 September, 2011 at 18:12

    Bu Moken, Hukum Darwin II mengatakan: “lelaki perempuan sama saja yang penting setia”

  2. Dewi Aichi  21 September, 2011 at 18:06

    bu T Moken…biarin aja kalau moderatornya yang bingung ha ha…kapan lagi bikin moderator bingung kalau ngga sekarang?

  3. T.Moken (perempuan)  18 September, 2011 at 06:33

    Moderator menjadi pusing karena komputer saya men-delete cookies sehingga lupa menambahkan kata perempuan setelah nama saya.

    Soalnya banyak yang bingung apakah saya perempuan atau lelaki dan oleh karena itu saya menambahkan kata perempuan..

  4. T.Moken  18 September, 2011 at 06:30

    Lani, banyak koq di freezer saya. Sudah kebiasaan makan frozen pizza. Selesai makan siang , langsung kami jalan kaki sebagai olah raga karena kekenyangan. Apa kabar? Sekarang akan musim semi disana.
    Mudah-mudahan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

  5. Lani  18 September, 2011 at 06:06

    T. MOKEN : frozen pizza???? welaah dalaaaaaah……yg fresh aja banyak kok beli frozen alamak……..kkkkkkkk

  6. T.Moken (perempuan)  18 September, 2011 at 02:45

    Lani, saya baru balik dari belanja untuk isi kulkas. Sekarang sedang memanggang frozen pizza dari grocery store untuk makan siang. wakakakak. Saya orang pemalas untuk memasak.

  7. Dj.  18 September, 2011 at 02:13

    elnino Says:
    September 16th, 2011 at 20:29

    Om Dj, bukan om, empal itu yang suka dipake di kaki… Eh, itu sendal ding
    ——————————————

    Mbak Elnino….
    Kalau enpal dipakai disendal, itu namanya sempal….
    Hahahahahahahahaha….!!!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *