Botak atau Plonthos

Dian Nugraheni

 

Setelah tinggal di Amerika, aku suka mengamati orang-orang dengan model rambut kepala plonthos, alias dicukur habis, licin. Sampai-sampai, aku yakin banget, kalau aku sudah bisa membedakan, mana yang memang bergaya plonthos, dan mana yang terpaksa bergaya plonthos, he..he..he…

Kita bahas satu-satu ya.. Jaman dulu, kalau ada orang botak, kita akan bilang, “botak kayak professor..”. Dan selanjutnya kita akan menduga-duga bahwa orang yang botak itu memang sepintar pofessor. Apalagi kalau penampilannya itu keren, rapih, berkacamata, bener-bener keliatan intelek. Lahh, iya kalau professornya lelaki, kalau professornya perempuan, apa ya botak juga..?

Lalu apa hubungannya botak dan kayak professor..?

Lagi-lagi anggapan sederhana yang muncul, yaitu, kalau orang pinter, itu kan banyak mikir, maka “otak”nya panas, sehingga banyak rambutnya yang rontok. Lama-lama kerontokan itu akan membahana, dan menghasilkan kebotakan.

Menurut pengamatanku, botak, atau hilang sebagian rambut kepala, itu macam-macam. Model pertama, awalnya, botaknya dimulai dari ubun-ubun, terus lama-lama merambat ke bagian tengah kepala membentuk lingkaran tanpa rambut. Akhirnya daerah” ini benar-benar tak berambut dan kelihatan licin berkilau. Sementara setengah kepala, biasanya selingkar dari telinga kiri ke telinga kanan, lalu ke bawah, masih berambut.

Model kedua, adalah kebotakan yang dimulai dari “pusat” rambut, atau di mana terletak “uyeng-uyeng” alias pusaran rambut. Ini akan memberikan penampakan yang lebih parah. Karena lama-lama, kerontokan yang melebar dari daerah ini akan melebar, trus yang ada akan nampak, adalah begini, tengah-tengah kepala licin tanpa rambut, selingkar dari telinga kiri ke telinga kanan, ke bawah masih berambut, dan “kuncung”nya, alias “jambul”nya, alias rambut depan yang di ubun-ubun masih ada sedikit. Sedikitnya itu kadang-kadang ya cuma sesliwir-sliwir saja.

Mungkin, orang yang mempunyai problem kebotakan model kedua ini akan merasa bingung sendiri, sebenarnya, cara menyisir rambutnya tuh mau digimanakan..? Yang selingkar setengah kepala ke bawah sih jelas, disisir ke bawah, lha jambulnya yang tinggal sejemprit ini mau bagaimana ..? Lempar kiri, kanan, atau ke belakang..? Sama-sama nggak nambah modis…

Nahh, sekarang permasalahannya, kenapa sih orang menjadi botak..?

Aku sudah googling ke sana-sini, tapi nemunya cuma sedikit keterangan yang ada di iklan obat penumbuh rambut, atau obat pencegah kebotakan. Itu juga pakai bahasa Inggris. Katanya begini, para ilmuwan percaya bahwa kebotakan itu disebabkan oleh sejarah dalam keluarga (maksudnya, ada unsur keturunan), dan adanya pembentukan hormon yang disebut dihydrotestoterone.

Ini keterangan tentang DHt yang aku dapatkan di sebuah iklan penumbuh rambut di Amerika, kurang lebih begini terjemahannya, DHT, atau Dihydrotestoterone, adalah hormon yang dibuat ketika enzim 5-alpha reduktase berinteraksi dengan hormon pria testosterone di dalam tubuh pria. Reaksi kimia ini menghasilkan kelebihan kadar DHT, penyebab utama hilangnya rambut laki-laki dan masalah prostat. DHT seacara perlahan membunuh folikel rambut dengan cara menempel ke reseptor androgen di folikel rambut, menghambat pertumbuhan dan warna rambut, dan pada akhirnya menyebabkan kerontokan.*

Uraian di atas adalah salah satu teori tentang kebotakan. Tapi aku penasaran denga fakta lain, karena di Amerika, kebotakan itu sudah sangat umum, alias banyak banget orang botak, tapi malah yang beneran professor tuh pada enggak botak lho. Aku bisa bilang begini karena aku kerja, yang sehari-hari aku selalu bertemu dengan para professor ini (di lingkungan George Washington University).

Apa mungkin, suhu udara yang terlau ekstreem juga mendukung percepatan proses kebotakan. Yaa, di negeri 4 musim ini, masing-masing musim membawa karakternya sendiri-sendiri yang sangat jelas perbedaan antara musim satu dengan lainnya. Summer yang panas menyengat, Fall yang berangin sangat kencang, Winter yang dingin menggigit, hanya Spring yang rasanya cukup light alias syedang-syedang syaja…

Ketika pertama kali aku tiba di Amerika, waktu itu adalah hampir akhir musim Gugur, yang berarti sebentar lagi musim Salju. Karena takut kedinginan, maka waktu itu aku memang sengaja mempersiapkan rambut panjang, dengan maksud untuk agar lebih bisa menahan dingin.

Ternyata, dalam jangka waktu satu tahun tinggal di Amerika, setiap keramas, rambutku rontok dalam jumlah yang sangat mengkhawatirkan, sekali keramas bisa lebih dari 100 helai rambut yang rontok. Karena ketakutan, aku sampai inbox salah satu teman, laki-laki, yang juga sudah mulai mengalami kebotakan di usianya yang belum kepala 4, “Kalau kamu ini, botaknya kenapa to, wong pas kuliah dulu rambutmu bagus..?”

Jawabnya, “Ohh, mungkin ini juga pengaruh ketika jaman mahasiswa dulu, kan panas-panas aku sering latihan ndayung.., yaa, mungkin salah satunya pengaruh dari kepanasan yang amat sangat itu…”

Mungkin juga begitu adanya, bahwa benar suhu udara yang berganti-ganti terlalu ekstreem akan mempengaruhi kebotakan. Teori “lucunya” mungkin begini, si kulit kepala tempat nempelnya akar rambut tuh, suka kaget-kaget aja menghadapi suhu udara yang ada, kadang beneran berkerut, merapat, ketika udara dingin menggigit, kadang beneran memuai kepanasan, bila udara sedang sangat panas. Akhirnya, karena proses berkerut dan memuainya kulit kepala itu, maka rambut pada lepas alias rontok. Mungkin lho.., he he he…

Nahh, yang namanya botak tuh memang dari sisi mana pun, depan, belakang, samping, atas…wes, pasti setuju, nggak terlalu sedap dipandang mata. Maka, banyak orang yang botak akhirnya memilih style rambut plonthos, alias gundul habis.

Memang setelah itu, maka penampakan akan sama, antara yang botak kemudian diplonthosin, dengan yang enggak botak tapi lebih suka model rambut plonthos…, sama-sama tak berambut. Tapi kalau yang sudah hapal, mengamati secara jeli, maka sesama plonthos ini ada bedanya.

Kalau yang enggak botak, diplonthosin, maka ketika rambutnya dicukur habis, di kulit kepalanya akan masih nampak agak “gelap”, karena akar rambut masih ada.

Sedangkan yang memang botak kemudian diplonthosin, maka akan kelihatan, bagian yang sebenarnya masih berambut akan nampak lebih gelap, karena masih ada akar rambut, dan bagian yang sudah botak akan tampak terang, bahkan licin berkilau.

Tapi hasil akhirnya, antara yang nggak botak dengan yang botak ini, kalau sudah diplonthosin akan tampak jauh lebih keren,tampak lebih macho, tambah gantheng, he..he..he…

Liat aja Andrew Agassi, pemain tenis terkenal tingkat dunia, di salah satu wawancara, dia pernah bilang, “tau nggak, apa doa saya ketika pertandingan tenis..? Saya bukannya berdoa biar saya menang, tapi saya selalu berdoa agar rambut singa saya enggak lepas…” Karena sebenarnya Andrew Agashi sudah lama botak, terus dia pakai wig rambut coklat keemasan yang bergerai-gerai indah tuh, dan dikasih bandana yang berfungsi sebagai dekorasi, sekaligus pengaman rambut palsunya biar enggak lepas ketika dia loncat-loncat di pertandingan tenis.

Atau, Oom Bruce Willis, semakin tua dia juga semakin botak, maka sekarang lebih sering tampil plonthos…tampak lebih keren kan..?

Ayo…siapa yang mulai botak, jangan khawatir, buat cowok, pilihan gaya kepala plonthos sangat mugkin untuk anda pilih, tapi kalau buat cewek, kayaknya terpaksa harus pakai wig kalau beneran mengalami kebotakan yang parah..kecuali anda juga berani tampil beda, ikutan plonthos…Kalau di Amrik, mah perempuan plothos juga banyak, oke-oke saja..

 

Virginia,

Dian Nugraheni

Minggu, 11 September 2011, jam 7.36 sore

(aseek-aseek aja liat para pria bergaya plonthos..keyeeen…he..he..he…)

 

 

23 Comments to "Botak atau Plonthos"

  1. Shella  9 February, 2017 at 07:48

    Sy lbh suka cowok plontos,berambut cm d cukur smp gundul/botak licin “bkn botak ky profesor.

  2. T.Moken (perempuan)  20 September, 2011 at 09:41

    JC, hahahaha. Ngakak habis deh saya sebab saya sampai perhatikan kepala suami saya sambil meraba-raba kepalanya. Lalu suami saya bertanya “What are you doing to my head”? Soalnya kepala suami saya seperti yang gambar nomor 1, hahahaha.

    Saya kira cara Ibu-Ibu bule yang menidurkan bayi mereka berbeda dengan Ibu-Ibu di Indonesia. Mereka menidurkan bayi mereka dengan menelungkupkan bayi di box. Benar nggak?

  3. J C  20 September, 2011 at 09:22

    Atite, Lani…hahaha…

    T.Moken, yang aku maksud adalah puncak kepala lho, bukan peyang tidaknya… lihat saja yang botak di artikel ini, puncak kepalanya berbentuk kerucut. Rata-rata 99% lebih yang botak aku perhatikan memang puncak kepalanya memiliki kekerucutan tertentu dengan derajat berbeda…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *