Angkot Cinta

Faizal Ichall

 

Suatu ketika di dalam angkot…

“Aduh panas ikh…gerah, lama lagi jalannya nih angkot, ikhhh sebel…sebel…sebellll, abang cepetan dong jalannya, bete tau! Mas yang duduk di pojok dibuka lebar dong jendelanya, gak tau apa orang kegerahan, mana bau lagi nih angkot… Ikhhh!” Gerutu seorang wanita yang berpenampilan modis didalam sebuah angkot.

Lelaki yang di pojok itu lalu memandang jengkel terhadap wanita yang memanggilnya dengan sebutan Mas barusan, dalam hatinya ia berguman “lenje juga nih cewek, jangan-jangan nih cewe miss universe yang nyasar…, tapi masa iya miss universe naek angkot.”

“Mas!!! Malah bengong, itu jendelanya dibuka, cepetan, gak ngeliat apa saya keringetan gara-gara gerah gini” si cewe itu kembali berseru kepada lelaki yang duduk di pojok itu.

Dengan mimik jengkel lelaki itu mencoba membuka jendela kaca mobil angkot itu sambil berkata “si mba biasa naek mobil bak terbuka kali ya, jadi butuh banyak angin…hehehe”, mendengar pernyataan dari lelaki itu otomatis wajah putih yang mulus itu berubah jadi merah padam seketika, si cewe itupun langsung membuang muka serta merubah posisi duduknya sehingga membelakangi lelaki itu.

***
Ting Tong! suara bel pintu terdengar di dalam rumah itu, Cindy segera meminta Bi Ijah pembatu rumahnya untuk melihat siapa yang memencet bel. “Bu ada pengantar paket kilat mengantarkan paket untuk ibu, tetapi dia ingin bertemu langsung dengan ibu Cindy katanya.” Ucap bi Ijah kepada Cindy yang sedang asyik menonton televisi.

“Baik, sebentar saya temui, oh ya bi Ijah, sebelum pukul 7 malam nanti, masakan yang tadi kita buat diusahakan harus sudah siap ya, soalnya makan malam hari ini adalah makan malam spesial kami, saya dan bapak akan merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke-5 hari ini” kataku sambil mengingatkan, “baik bu, bagusnya anak-anak sedang liburan di rumah neneknya ya bu, jadi ibu bisa romantis-romatisan deh sama bapak…hihihi” , akupun tersenyum menyadari bahwa bi Ijah menggoda ku.

Aku segera menuju pintu utama rumah kami untuk menemui pengantar paket kilat tersebut, sempat terlintas dalam pikiranku bahwa itu adalah paket dari suami ku tercinta, sebuah gaun kah? Cincin Berliankah?, atau mungkin sebuah tiket perjalanan tour ke Eropa, ah Mas Arsy, kau memang selalu penuh kejutan, I love you, bisik ku dalam hati.

“Saya ibu Cindy, ada yang bisa saya bantu mas?”, tegas Cindy kepada petugas paket yang sedang sibuk dengan kertas-kertas pada tas kecilnya, ” oh…, selamat sore ibu Cindy, ini ada sebuah paket kilat untuk anda, tolong tanda tangan disini, juga disini ” jawab pengantar paket kilat sambil menyodorkan sehelai kertas.

Cindy pun meneliti surat itu sebelum menandatanganinya, dan ternyata benar dugaannya, memang suami tercintanya lah yang mengirimkan paket itu, pada kolom data pengirim dia menemukan nama suaminya, seulas senyum merekah dibibirnya Cindy.

“Maaf Pak ini maksudnya apa ya 150x150x30 cm”
“Ohh, itu besar paketnya bu, boleh saya bantu membawanya ke dalam bu? Karena paketnya lumayan berat loh bu Cindy” Jawab petugas paket sembari menawari bantuan kepada Cindy yang seperti sedang kebingungan oleh ukuran paket tersebut. “Oh ya terima kasih sekali pak”.

Pengantar paket itu pergi ke mobilnya yang terpakir di luar, lalu menurunkunnya kemudian kembali menghampiri Cindy yang telah menunggu di depan pintu.

Aku pun mengajak pengantar paket itu yang sedang membopong hadiah yang entah apa isinya. Kali ini muncul kembali pertanyaan-pertanyaan atas hadiah yang Mas Arsy berikan kepadaku saat ini, mungkinkah sebuah lukisan photo aku dan Mas Arsy, atau… Ah… Perkiraan ku buntu seketika itu, karena untuk ukuran barang sebesar itu, yang mungkin akan disukai wanita selain lukisan dan photo, biasanya kaca rias, tetapi mengapa kaca rias yang dipilihnya? Huft… Mas Arsy kali ini selain memberi kejutan kau pun memberikan ku rasa penasaran.

Setelah meminum air yang diberikan oleh bi Ijah, si pengantar paket pun pamit untuk pergi, Cindy mengucapkan terima kasih serta memberikan selembar uang Rp. 10.000,- sebagai tip karena telah membantu membawakan paketnya kedalam rumah. Pengantar paket pergi meninggalkan rumah itu dan bi Ijah pun kembali meneruskan pekerjaannya.

Sepeninggal petugas paket dan bi Ijah, Cindy memperhatikan paket yang diletakkan menyender pada salah satu sisi tembok di ruang makannya, ia coba meneliti setiap box kardus yang membukus paket itu, Cindy berharap dapat menemukan satu tulisan atau keterangan tentang produk yang ada didalamnya, sehingga bisa sedikit memberikan gambaran isi paket itu. Selama beberapa menit dia menulusuri sisi demi sisi box itu, akhirnya dia menemukan sesuatu yang membuatnya senang.

“Ouw ada suratnya… Yes!!!” Cindy pun mengambil surat beramplop pink yang menempel pada salah satu sisi box paket itu, dibagian depan luar amplop tertulis, ‘For My Lovely Cindy, from Arsy’, kembali seulas senyum menghias wajah penasaran Cindy.

Cindy segera membuka dan membaca isi surat tersebut;

Sayang, kado ini sengaja kupersembahkan kepada mu atas kebersamaan kita selama 5 tahun, aku bangga padamu, kau telah banyak berubah, kau yang sekarang tidak seperti kau yang 5 tahun ke belakang, dimana saat itu kau adalah sosok yang narsis, lebay, lenje, manja dan jutek tapi sekarang kau adalah wanita yang baik, ibu yang bijak dan kekasih yang cantik, aku semakin sayang dan cinta padamu.

Sayang, kau mungkin akan bertanya apa gerangan isi paket ini, tapi sebelum kau buka aku ingin memberikan sebuah kisah padamu; pernah suatu saat Abu Nawas selalu membawa pintu mobil kemanapun ia pergi, kamu tahu kenapa alasannya? Jawaban Abu Nawas adalah, ketika dia merasa panas dan gerah, maka dia bisa langsung membuka kaca pintu mobil tersebut untuk mendapatkan hawa segar…

Sayang, hadiah yang inipun adalah pintu mobil, sengaja kuberikan padamu hanya untuk mengingatkan kejadian pertama kita waktu bertemu di dalam angkot itu, kamu masih ingatkan sayang?

Sayang, hadiah ini kamu boleh simpan dimana saja sesuka mu, bahkan jika kau ingin membawanya kemana-mana seperti Abu Nawas, itupun tak mengapa.

Sayang, jika setelah ini hatimu merasa gerah dan panas, silahkan langsung dibuka paket ini, dan turunkan kaca jendelanya…hehehe…

I Love You
Arsy

Tiba-tiba suara teriakan memecahkan keheningan rumah itu, “Mas Arsyyyyyyy kamu keterlaluaaaannnnnn….”

*****
Salam

 

20 Comments to "Angkot Cinta"

  1. Mawar09  22 September, 2011 at 06:09

    Dulu di Jakarta sering juga naik angkot dari rumah ketempat taxi atau bis A/C mangkal. Waktu mudik lalu ngeri naik angkot, jadi deh naik taxi terus………. cuma itu kantong jadi cepat kosong.

    Setuju dengan Sasayu…… pelakunya harus dihukum seberat-beratnya dan “anunya” disayat dulu, lalu dikasih garam kemudian baru di setrum. Duh…. kok jadinya sadis sih !!! he..he…he….
    Paling juga entar cuma dihukum 3-5 tahun, dipenjara malah belajar ilmu kriminal yg lebih canggih, begitu keluar berbuat lagi.

  2. kembangnanas  21 September, 2011 at 08:58

    naik angkot di jkt bikin takut skr, palagi yg kejadian anak binus tuu, angkot langganan dulu waktu di jkt, gk ada angkot lain siii yg lewat rumah selain M24. naik taksi??? yo niat bangkrut…

  3. Sasayu  21 September, 2011 at 03:36

    Ya pokoknya sekarang musti ati2 naik angkot, karena setelah itu ada kasus pemerkosaan berikutnya di angkot2, yang ini sih ga dibunuh, tapi emang dasar manukkkkkkkkk…..

  4. Lani  21 September, 2011 at 03:32

    SA: ya jelaaaaaas sedih, maunya balas dendam aja…anak tunggal lagi, baru wisuda malah dibunuh……pelakunya hrs dihukum sedikit demi sedikit jd ditembak kok enak men? dooooooooor njur nggletak……..betul “anunya” hrs dikuncir, dll….dst……dsb………tau sendiri to kemana tujuannya hehehhe…….klu udah dioles lomboh habanero karo di strum…….

  5. Sasayu  21 September, 2011 at 03:29

    Kemungkinan sih sendiri, kita2 taunya dia ngilang dulu, ketemunya 4 hari kemudian, sudah meninggal dibuang di selokan. Emang udah edan [email protected]@. Waktu ngelayat jadi tragic reunion, karena kita2 memang lagi rencana reuni SD, jadinya malah ngumpul pas ngelayat. Itu pelakunya musti dihukum sadis (“anu”nya disetrum, terus dikebiri sekalian). Dia juga baru lulus, wisuda nanti november, anak satu2nya pula, sedih banget kalo ngeliat mamanya waktu itu.

  6. Lani  21 September, 2011 at 03:22

    SA : disiang hari bolong??????? welaaaaah…….tobattttttttttt………memedenikan tenan…….la emank tuh temanmu sendirian di angkot yg ditumpangin????? yg bener2 setan, mbok udah dirampok aja tp ndak usah diperkosa dan dibunuh…..wis ora warasssssssssss.

  7. Sasayu  21 September, 2011 at 03:16

    Temenku beneran lagi apes, jadi itu angkot sama penumpangnya udah sekongkolan, mereka nyewa angkot buat nyari target buat dirampok. La temenku itu baru pulang dari kampus siang2 bolong. Naik angkot, terus dirampok, di gangraped lalu dicekek. Kejadiannya pas Sasayu lagi di jakarta, ikutan ngelayat juga. Bagus deh itu semua udah ketangkep (5 orang).

  8. Lani  20 September, 2011 at 22:46

    SA : yo aku dengar dr embok-mu…….gimana mo memperkosa diatas angkot klu banyak penumpang lainnya??????? apakah koncomu diculik? kmd dibawa lari dan diperkosa sama kernet dan sopirnya?????? dinggo bancak-an ngono?????? wes bener2 rak waras………mmg temanmu itu keluar malam hari sendirian ato gimana? kok apesssss…..

  9. Sasayu  20 September, 2011 at 22:22

    Yang ramai sekarang malah pemerkosaan di atas angkot yang telah merenggut nyawa teman Sasayu.

  10. J C  20 September, 2011 at 09:28

    Walaaaahhhh….ngasi kado kok jendela angkot…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.