Energi Mimpi

Diday Tea

 

Ketika sedang bermain bola di arena Pekan Olahraga Antar Kelas, walaupun kita sedang letih bukan main, tapi ketika si kecengan yang tercinta datang, tiba-tiba seperti ada energi baru yang disuntikkan ke dalam kedua kaki kita.

Kaki- kaki letih itu tiba-tiba meronta- ronta penuh energi untuk bisa mengajak pemiliknya untuk berlari secepat kilat dan sekencang angin puyuh yang sedang menerpa luasnya pesawahan.

Di bulan Ramadan, ketika lapar sudah menjadi-jadi, tiba- tiba berubah menjadi kesegaran yang entah datang dari mana, ketika melihat jam yang menunjukkan waktu buka yang tinggal lima menit lagi.

Ketika di tempat kerja kita sudah kehilangan gairah, kita bisa tiba-tiba giat luar biasa ketika melihat kalender yang menunjukkan tanggal gajian yang tinggal 2 hari lagi.

Semangat.

Ya itu adalah semangat yang entah sumbernya dari mana.
Sesuatu yang bisa membuat keletihan menjadi energi..
Sesuatu yang bisa membuat kemalasan menjadi gairah luar biasa
Sesuatu yang bisa membuat kelemahan menjadi kekuatan super..
Semangat kadang, ehm, sering sih, datang dari cinta..
Semangat juga kadang dari materi..
Tapi hampir selalu, semangat kita datang dari mimpi..

Ya, mimpi!

Tapi mimpi yang bukan sembarang mimpi.
Mimpi yang bukan hanya sekedar mimpi.
Apalagi hanya sebatas mimpi basah.
Bermimpilah untuk masa depan kita.
Bermimpilah untuk diwujudkan, bukan mimpi yang hanya berupa khayalan.

Imajinasi yang membuat kita membayangkan diri kita sedang bersanding di kursi pernikahan dengan Sang Kecengan…

Imajinasi yang membayangkan bagaimana lembutnya susu murni yang melebur bersama mensnya sirup kurma dan renyahnya buah- buahan di dalam mahligai bernama Es Campur, meluncur perlahan meredakan keroncongannya perut kita…

Imajinasi ketika membayangkan indahnya suara mesin ATM yang sedang meluncurkan lembar- demi lembar gaji kita…

Itu semua yang memberi kita energi tambahan.

Mari kita berimajinasi dalam mimpi!

Diday Tea
130920111230
Doha, Qatar

 

 

5 Comments to "Energi Mimpi"

  1. J C  26 September, 2011 at 20:39

    Diday Tea, mimpi memang diperlukan untuk menggantungkan harapan, cita-cita, tujuan yang ingin kita capai…

  2. diday  24 September, 2011 at 16:07

    @Handoko: kalau mimpi aja ngga berani, gimana mau mendapatkan sesuatu…

  3. Dj.  24 September, 2011 at 15:40

    Yes….!!! We Can…!!!

  4. Handoko Widagdo  24 September, 2011 at 15:25

    Janganlah bermimpi untuk hal yang tak bisa kau dapatkan

  5. Sumonggo  24 September, 2011 at 10:43

    Setiap kali mendengar kata mimpi, saya selalu teringat dengan Laskar Pelangi

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.