Hari H

Itsmi

 

hahaha…………..

dulu memang kamu pinter sekali, sampai lompat-lompat kelas waktu sekolah, tapi sekarang kalau dalam bahasa Belandanya kamu ERG DOM…. hehehe………. kenapa? Karena org yg selalu merasa pinter dan benar, sebenarnya itulah orang yg paling bodoh…… sorry broer, soalnya kamu kepala batu, sebenarnya aku berani taruhan bahwa ONE DAY AT THE TIME kamu akan bertobat…….. tau kenapa? Karena terlalu banyak org yang cinta sama kamu dan mendoakan kamu supaya BERTOBAT..

with love……….

 

Email- email yang bernada seperti di atas ini, saya sering mendapatkan dari famili dan teman teman diskusi Indonesia yang berinti KETAKUTAN.

Kalau kita bicara mengenai agama dan kematian, ada yang berpikir bahwa agama diciptakan karena ketakutan manusia pada kematian tetapi untuk saya sebaliknya, orang jadi takut dengan kematian itu karena diciptakan oleh agama. Agama membuat orang ketakutan, seperti 10 perintah. Contohnya, Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu. Apakah dari 10 perintah ini artinya cinta? Bukannya cinta itu berdasarkan sambungan? Jadi tidak mengherankan kalau 10 perintah yang berdasarkan ikatan, orang yang beragama seumur hidup memikul ketakutan ketakutan, jikalau perintah- perintah ini di langgar, berakibat hukumannya itu berat sekali sampai tidak ada ampunnya.

Dengan ketakutan begini orang yang beragama harus menjalankan hidupnya sesuai dengan aturan aturan yang sudah di tetapkan oleh agamanya. Tentu sebagai imbalannya di janjikan kalau mati akan masuk Surga. Tidak mengheran, mimpi jahat dari orang beragama itu pada hari kiamat….. atau di sebutkan juga hari H nya.

Tentu ada arang yang beragama tidak takut mati karena yakin dengan masuk surga tetapi yang meragukan itu besar sekali kelompoknya.

Strategi keraguan begini itu berulang-ulang terus untuk meyakinkan orang, tetapi sebenarnya mencoba menguatkan dirinya sendiri dan akhirnya cerita dongeng menjadi kebenaran atau menjadi kepastian. Contoh, satu agama yang rela mengorbankan dirinya demi Tuhannya, itu dikarenakan bukan dia percaya tapi dia benar-benar yakin adanya Allah/Tuhan dan apa yang tertulis di kitab sucinya itu benar.

Jadi tidak heran kalau orang beragama mencoba terus supaya orang bertobat. Orang yang beragama tidak berpikir untuk menyuruh orang bertobat atau anak semenjak kecil sudah di didik dengan ke Tuhanan, sebenarnya itu membunuh intelektual seseorang karena kalau dia memeluk agama Kristen, Islam atau agama lain, dia juga harus berpikir dalam konteks sesuai dengan agamanya Karena Alkitab atau Al-Quran di lihat sebagai absolut. jadi tidak bisa lagi berpikir secara bebas dan mandiri.

Semuanya dari kompleks ketakutan dimana tidak sadar lagi dan kadang-kadang ketakutan ini disimpan ke dalam hati dan pikiran karena berpikir bebas dan mandiri sudah tidak memungkinkan .

Orang beragama seperti ini, pada umumnya kalau sudah waktunya mau meninggal, itu terjadi kegelisahan, karena merasa dirinya bersalah mengenai tidak melakukan nilai dan norma yang berkaitan dengan keprcayaannya atau agama yang dipeluknya. Percaya bahwa Tuhan sangat kecewa dengan tingkah laku yang telah diperbuatnya dulu dan sekarang. Dari sini datangnya ketakutan pada kematian. Karena takut harus mempertanggung jawabkan pada Tuhan dan mendapat hukuman dari dosa-dosa yang telah diperbuat semasa hidup. Kata lain “saya ada berbuat salah”

Bisa juga kebingungan mengenai inti adanya dan keraguan mengenai diri sendiri. Ini disebabkan dalam hidup tidak pernah mempunyai pengalaman merasakan cinta tanpa syarat. Di dalam perjalanan hidup membangun imago tertentu yang ideal untuk diperlihatkan di luar. Jadi dengan tingkah laku yang dia pikir dapat diterima dengan lingkungan. Jadi selama hidup, bersembunyi, pikiran, perasaan untuk bertujuan supaya dicintai. Karena mereka berpikir kalau dirinya bersalah. Ketakutan mati/meninggal itu karena takut pada akhirnya Tuhan melihatnya siapa dia sebenarnya.

Akui dan menerima bahwa kalau sudah meninggal berarti itu hidup sudah selesai, tidak ada kebangkitan lagi. Dari pada berbohong pada diri sendiri, menerima kesengsaraan karena berpikir bahwa penebusan dosa akan terjadi.

My proposition is: everything we have is here, so we have to work on ‘here’ to get it in order…
Apa yang kita miliki ada di sini, lebih baik kita benahi apa yang di depan mata supaya lebih baik…

 

 

77 Comments to "Hari H"

  1. Oscar Delta Bravo USA.  5 October, 2011 at 02:16

    Itisme,walau soal agama anda lebih banyak ilmunya,tapi kadang2 saya lihat masih ada kekurangtahuan anda,seperti anda selalu menyebutkan 10 perintah Allah,sebetulnya ada sebelas

  2. Oscar Delta Bravo USA.  5 October, 2011 at 01:48

    #74Kelihatannya beda umur kita tidak seberapa dan menurut saya sebagai Chinese seharusnya saya panggil anda koko Anda lebih sedikit dari 70 dan saya kurang sedikit dari 70
    Saya tak pernah mengkritik anda baik soal hemat dan kikir,hanya beda pendapat,sama seperti umur kita,hanya beda sedikit.Senang bisa berkenalan dengan anda,walau hanya didunia maya dan beda berpendapat bukannya beda mengritik kritik.Salam beda jarak antara Amrik dan Holland

  3. Oscar Delta Bravo USA.  5 October, 2011 at 01:35

    Itisme,waktu saya kelas 4Sekolah Rakjat masih bhs holland sebagai bhs sekolahnya(SR Pintoe Besi 29 Djakarta) saya teringat guru saya marah2 kalau muridnya ditanya tak bisa menjawab…….salah satu kata2 keramatnya yaitu:
    Wijst toch niet zo dom jonge,gebruikt toch jou heerzen meneer(sebagai kenangan menyambut,proloog artikel anda)

  4. Itsmi  4 October, 2011 at 15:04

    Kornelya, proses ke atheis sudah mulai dari sd, tapi sadarnya umur kira kira 12 – 13 tahun……umur 15 mulai mendalamnya dengan membaca buku buku dan berdiskusi….

  5. Kornelya  3 October, 2011 at 23:19

    Pa Itsmi, siapakah orang yang menaburkan persepsi agama itu membuat orang hidup dalam ketakutan?. Sehingga Itsmi memilih menjadi atheis?. Sejak umur berapa Itsmi menjadi atheis?.

  6. Itsmi  29 September, 2011 at 13:13

    Kita, kalau kamu mau mengkritik pada saya oke oke ajalah tapi lain kali kalau mau mengkritik, berpikir dulu sebelum kamu mengkritik. Kalau kamu mengkritik mengenai hal kikir dan hemat kamu harus tau dulu apa artinya hemat dan apa artinya kikir.
    Kita, kikir itu berdasarkan ego, ego itu sebgai sentral. Jadi pengeluarannya itu bertujuan pada diri sendiri dan pada orang lain, dia tidak perduli. Kecuali di paksa baru dia mau berikan.
    Sedangkan hemat, itu positif karena orang lain lebih di pentingkan dari pada diri sendiri…

    Kalau mengenai Tuhan saya banyak membahasnya dan untuk kamu menjengkelkan karena kamu tidak melihat hidup sehari hari dengan kesadaran, apa artinya Tuhan dalam hidup kita sehari hari… nah kalau kamu sadar baru kamu bisa mengerti apa sebabnya saya membahasnya….

    Sorry, baru membalas postingmu…. Lupa….

  7. Itsmi  29 September, 2011 at 13:12

    Oscar, kamu mengerti sendiri dengan komentarmu ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.