Tumpuk Artati (5)

Yang Mulia Enief Adhara

 

GLODAAAAKKKK !!!!!! – suara berisik, sesuatu nampaknya jatuh di koridor antara ruang makan dan dapur. Koridor itu berlantai kayu mahoni yang sudah tua sekali, Mbok Karsih melongok dari pintu dapur, mencari tau sumber suara, dilihatnya Tumpuk duduk di lantai kayu dengan wajah meringis.

” Nduk, kowe njoget opo tho? Kok pating glodak, iku pakdemu jek sare (nak, kamu joget apa sih? Kok sampe berisik, itu pakdemu lagi tidur) ” Mbok Karsih berbicara dari depan pintu dapur sambil memegang mangkok sayur.

” Mbok ki piye tho ??? Aku iki ora njoget tapi tibo ……. Loro Mbokkk (Mbok ini gimana sih ??? Aku ga nari tapi jatuh … Sakit Mbokkk) ” rengek Tumpuk.

Mbok Karsih tak menanggapi …………….. ” Mbuh ahhh sak karepmu (bodo amat terserah kamu) ” gerutu Mbok sambil kembali masuk dapur. Tumpuk merasa dicuekin …… mulai menangis sambil duduk dan menendangi pintu dengan kedua kakinya yang pendek. Mbok Karsih melongok dari dapur ” kowe mancal-mancal ngono tak gebyur banyu yo !!! (kamu nendang nendang gitu lagi aku guyur air ya !!!) “

*****

Tumpuk sudah 10 hari ini jatuh bangun, belajar jalan memakai high heels yang mirip dengan yang dipakai Beyonce. Toko online itu membuat sepatu itu lumayan rapih, kulit warna merah dengan sol + heels warna silver. Sayang Tumpuk tidak tau kiat membeli sepatu seperti itu, alhasil sepatu itu kebesaran, dan Tumpuk mengakali dengan menyumpal tissue di ujung sepatu, yang berbentuk ‘cucut’.

Tumpuk berjalan merayap dinding, memakai Aluminium Axila Crutch – Alat Bantu Jalan – Tongkat Ketiak dan kadang tertatih melangkah se-inci demi se-inci, mirip zombie. 47 hari berlalu, akhirnya Tumpuk bisa berjalan dengan heels sepatu setinggi 6 cm.

*****

Terlalu berlebihan bila berfikir Tumpuk bakal melenggang bak mega model, ia melangkah sedikit mengangkang, namun kadang dia dapat melangkah secara wajar walau rada mirip robot. Dan sore itu Tumpuk sudah siap ke Solo Grand Mall, di area situ Bude Tami memiliki apartment Solo Paragon. Namun Tumpuk kapok diajak sekali ke situ, dia tidak tahan naik lift, membuatnya pusing.

Namun ke SGM …. Tumpuk bisa lupa waktu. Di depan mall sore itu banyak muda mudi yang sengaja nongkrong dan berkeliaran, maklum hari Sabtu. Dan Tumpuk salah satu dari mereka, sebenarnya Tumpuk ingin menebar pesona dan sensasi di Wedangan di sekitar Manahan (pusat jajanan eksis anak Solo) namun dia batalkan, karena Rubyem tidak dapat ikut sore itu, masih harus mengurus rumah dahulu.

*****

Menjelang masuk ke area parkir, tumpuk memutar lagu Crazy In Love di CEPOD-nya dengan volume max. Ia memakai tank top warna putih, hot pants biru super pendek dan tentu sepatu merah dan tas CENEL warna pink. Rambutnya baru 3 minggu di bonding dan diwarnai keemasan, akibat mengecat rambut itu bude menghukumnya tak keluar rumah selama 2 minggu. Ini Sabtu perdana saat Tumpuk kembali menghirup hawa kemerdekaan.

Intro lagu dimuai dan Tumpuk mulai melangkah, ” pasti aku ora kalah karo BEYONSE ” pikir Tumpuk bangga. (Bagi yang OL melalui PC disarankan melihat video dimaksud melalui YOUTUBE, bagi yang ada MP3 lagu ini boleh didengarkan …. Akan terbayang Tumpuk bogel becoming BEYONSE) berjalan percaya diri, pinggul ‘dilempar’ ke kiri kekanan dan Tumpuk-pun bernyanyi ……

Tepatnya missing lyrics …. Menyanyikan lagu berbahasa Inggris dengan lafal yang salah dan tidak hafal bait baitnya. Tumpuk tak bergeming …. Ia melangkah sambil ngegal ngegol, lalu berdiri dan menggetarkan lengan dan dadanya …. Menyibak rambutnya yang berwarna keemasan namun justru memberi kesan dekil bagai anak kampung kebanyakan main layangan ….

Ia tak sadar bahwa suara kencang di CEPOD-nya hanya dia sendiri yang dengar, orang lain yang melihat aksinya hanya mendengar Tumpuk mengaum, menjerit dengan bahasa aneh yang tidak jelas. ” Ooooo … Got me … Krezi rat no .. Yu lop but mi hmm krezi rat no, dot mi ngg hhmm naaa rat no, not mi krezi rat no .. Dot mi loping yu hmmm rat no … yu kis ….

(Got me lookin so crazy right now Your love’s got me lookin so crazy right now (Your love), Got me lookin so crazy right now your touch’s, Got me lookin so crazy right now (Your touch) Got me hoping you page me right now your kiss’s)

*****

Beberapa ibu ibu memandangnya sinis, sebagian lagi buru-buru menggandeng anaknya menjauhi area parkir depan SGM, beberapa ABG tutup mata karena malas muntah sore-sore dan sebagian menyoraki Tumpuk bagai melihat topeng monyet. Tumpuk tak mendengar komentar dan ejekan orang orang, ia sibuk menikmati dentuman suara musik dan suara Beyonce yang tanpa ragu diikuti olehnya.

Sambil melangkah percaya diri Tumpuk masuk ke supermarket besar yang ada di mall itu.

*****

Bosan berada di SGM, Tumpuk memutuskan pindah ke Solo Square ” mending gw mejeng di JEKO aja deh, bonus buat cowo-cowo yang mau godain gw ” pikir Tumpuk. Dan tragedi SGM terulang lagi di lobby Solo Square, bahkan seorang SATPAM sempat menghampiri Tumpuk dan memperingati agar ia tidak mengganggu ketertiban umum, ” Bude-ku sugih yoo, ojo macem-macem kowe mas (Bude gw kaya ya, jangan macam macam lo mas !!) ” Sahut Tumpuk kesal pada SATPAM yang menegornya, merasa dijajah hak azazi-nya. Satpam itu hanya melotot sambil mengacungkan pentungan dan Tumpuk buru-buru kabur dari lokasi.

*****

Tumpuk adalah sosok korban mode sekaligus gambaran korban culture shock, namun ada sisi diri Tumpuk yang patut dipuji, ia pemurah, banyak kawan kawannya yang ikut merasakan makan enak, belanja di Pasar Klewer dan banyak hal lain karena ditraktir Tumpuk.

Andai saja Tumpuk tidak terlalu tinggi menilai dirinya sendiri, ia sebenarnya teman yang baik. Pernah Rubiyem sakit demam berdarah, Tumpuk nekat menerobos hujan demi memberi pinjaman uang, agar Rubiyem bisa dibawa ke RS, lalu saat Ali khilaf memakai uang SPP untuk nonton konser Anisa Bahar, ia dengan senang hati meminjamkan uang untuk Ali bayar SPP, lalu saat anak Mbok Sum tukang gorengan nangis heboh minta JEKO yang seumur hidup belum pernah dia makan, maka esoknya Tumpuk membelikan JEKO 6 biji untuk anak si Mbok Sum.

*****

Tumpuk kadang berharap kedua adiknya turut merasakan segala kemewahan yang dia rasakan, namun sifat labil Tumpuk kerap memudarkan semua harapannya itu, dia juga tahu Bude Tami rutin membantu keuangan untuk ibu-nya beserta bapak dan adik adiknya di Boyolali. Sayang sikap Tumpuk yang mau menang sendiri kerap mendominasi dirinya. …….

*****

Ujian kelulusan sudah berlalu, Tumpuk langsung membakar semua buku catatan pelajarannya, tapi itu pilihan bijak, disimpan pun tak ada guna, tulisan Tumpuk persis ceker ayam. Siapa juga yang mau diwarisi ‘kitab’ ala Tumpuk ? Dan ada dua hal yang membuat Tumpuk begitu bersemangat …. Salah satunya Prom nite yang bakal digelar tak lama lagi.

Dan itu adalah sebuah pentas yang didamba semua ABG yang baru saja lolos dari predikat anak SMU …. apalagi sekolah Tumpuk merupakan sekolah swasta bergengsi yang murid murid-nya rata rata anak orang berduit.

 

13 Comments to "Tumpuk Artati (5)"

  1. Dj.  30 September, 2011 at 02:42

    Hebat…..
    Ternyata diphoto aslinya si Tumpuk cantik amat….!!!

  2. Sasayu  29 September, 2011 at 01:47

    Bentar, ke WC dulu, kepuyuh…sakit peyuttttt bacanyaaaa…

  3. Dewi Aichi  28 September, 2011 at 21:30

    Ha ha ha…krasi rat no…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.